28.7 C
Jakarta

Jelang Sumpah Pemuda, Politikus Muda PPP Ingatkan Keseriusan Pemerintah Tangani Keamanan Siber Institusi Negara

Baca Juga:

AmbulanMu Buleleng Meramaikan Jambore Nasional I Ambulan Muhammadiyah di Jepara.

Suasana tampak ramai dan berbeda di markas atau sekretariat MDMC PDM Buleleng pada siang di hari jumat 3/12/2021. Upacara Pelepasan sedang dilakukan...

Pasca Erupsi Semeru, 22 Warga Masih Belum Ditemukan

LUMAJANG, MENARA62.COM - Sebanyak 22 warga masih belum ditemukan pasca erupsi Gunung Semeru, di Lumajang Jawa Timur pada Sabtu (4/12). Upaya pencarian masih terus...

Rembulan di Atas Bukit Pajangan (bagian ke-71)

# Sayang, Khawatir atau Keduanya Mendung menggantung akut di langit. Diprediksi hujan akan deras. Membasahi bumi. Benar juga. Sore itu habis Ashar, air bagai dimuntahkan...

PPKM Level 3 Selama Nataru Dibatalkan, Sleman Lakukan Penyesuaian

SLEMAN, MENARA62.COM - Rencana pemberlakuan PPKM Level 3 di semua wilayah Indonesia pada momen natal dan tahun baru (Nataru) batal diterapkan. Pembatalan kebijakan level...

JAKARTA, MENARA62.COM – Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021, Najmi Mumtaza Rabbany (Sekwil PPP DKI Jakarta) mengingatkan agar pemerintah memberi perhatian serius dalam merespon isu keamanan siber. Peretasan yang dialami Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menjadi alarm peringatan agar pemerintah segera berbenah.

“Fenomena peretasan yang dialami oleh Badan Siber dan Sandi Negara mendapat perhatian khusus utamanya kaum muda. Pemerintah yang mencanangkan akselerasi digital di berbagai aspek melalui semangat ‘Making Indonesia 4.0′ tidak boleh abai terhadap persoalan keamanan,” ujar Najmi Mumtaza Rabbany dalam keterangan tertulis, Rabu (27/10).

Lebih lanjut, Najmi mengungkapkan bahwa isu keamanan siber menjadi perhatian anak muda karena berkaitan dengan tantangan masa depan.

“Digitalisasi menjadi upaya untuk menyongsong kecepatan dan transformasi zaman yang lebih modern. Masa depan akan dikuasai oleh mereka yang mampu menjawab tantangan masa depan, yaitu tantangan digital,” tambah Najmi.

Era modern seperti sekarang melahirkan digitalisasi yang membuat ruang-ruang penyimpanan data beralih ke ‘cloud competing’. Namun kebocoran data akibat serangan siber dan penyalahgunaan data masih menghantui para pengguna jasa tersebut.

“Selain mendorong pengguna untuk berhati-hati dalam memanfaatkan ‘internet of things’ yaitu dengan menjamin keamanan dari data dan privasi dunia maya, pemerintah juga perlu menghadirkan infrastruktur keamanan yang melindungi para penggunanya, dimulai dengan memperhatikan keamanan siber di institusi-institusi pemerintahan. Sehingga masyarakat percaya bahwa pemerintah dapat memberi rasa aman bagi warga negaranya, utamanya kaum muda,” tutup Najmi.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

AmbulanMu Buleleng Meramaikan Jambore Nasional I Ambulan Muhammadiyah di Jepara.

Suasana tampak ramai dan berbeda di markas atau sekretariat MDMC PDM Buleleng pada siang di hari jumat 3/12/2021. Upacara Pelepasan sedang dilakukan...

Pasca Erupsi Semeru, 22 Warga Masih Belum Ditemukan

LUMAJANG, MENARA62.COM - Sebanyak 22 warga masih belum ditemukan pasca erupsi Gunung Semeru, di Lumajang Jawa Timur pada Sabtu (4/12). Upaya pencarian masih terus...

Rembulan di Atas Bukit Pajangan (bagian ke-71)

# Sayang, Khawatir atau Keduanya Mendung menggantung akut di langit. Diprediksi hujan akan deras. Membasahi bumi. Benar juga. Sore itu habis Ashar, air bagai dimuntahkan...

PPKM Level 3 Selama Nataru Dibatalkan, Sleman Lakukan Penyesuaian

SLEMAN, MENARA62.COM - Rencana pemberlakuan PPKM Level 3 di semua wilayah Indonesia pada momen natal dan tahun baru (Nataru) batal diterapkan. Pembatalan kebijakan level...

Dukung Pemulihan Pariwisata Nasional, GATF Hybrid 2021 Kembali Digelar Hadirkan Diskon Tiket Hingga 80%

JAKARTA, MENARA62.COM - Dengan dukungan penuh oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), maskapai nasional, Garuda Indonesia, kembali menggelar Garuda Indonesia Travel Fair...