25.9 C
Jakarta

Kemendikbud Segera Mendata Kerusakan Cagar Budaya di Palu

Must read

Baru Juga Berencana New Normal, Kasus Positif Covid-19 Meroket Lagi

JAKARTA, MENARA62.COM - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per hari ini Minggu (31/5) ada sebanyak 700...

Bukan Lockdown, Swedia Andalkan Herd Immunity untuk Melawan Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM -- Berbeda dengan kebanyakan negara yang menerapkan lockdown, Swedia menjadi satu-satunya negara yang mengandalkan herd immunity untuk menghadapi pandemi COVID-19. Negara ini membiarkan...

Biar Terhindar dari Covid-19, Menu 4 Sehat 5 Sempurna Ini Wajib Dipatuhi

JAKARTA, MENARA62.COM – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 populerkan kembali slogan empat sehat lima sempurna. Slogan kecukupan gizi yang diinisiasi almarhm Prof...

Kemenparekraf Pastikan Protokol Normal Baru Jadi Acuan Pelaku Parekraf

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) memastikan protokol normal baru akan menjadi acuan bagi para...

JAKARTA  – Gempa dengan kekuatan 7,4 SR di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, merusak cagar budaya. Karena itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan segera mendata kerusakan cagar budaya di lokasi bencana.

“Tim dari Badan Pelestarian Cagar Budaya Gorontalo dan Sulawesi Selatan baru masuk ke sana tetapi masih terhambat,” kata Direktur Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid saat ditemui usai upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila seperti dikutip dari Antara, Senin (1/10).

Pihaknya menduga banyak cagar budaya yang terdampak karena adanya likuifaksi yang menyebabkan pergeseran tanah.

Dia berharap, cagar budaya Taman Nasional Lore Lindu masih dalam kondisi aman karena letaknya berada di atas gunung.

“Di daerah Sigi dan beberapa daerah lain itu seperti warisan rumah adat dan lainnya dalam kondisi terancam. Cuma kita belum bisa kasih laporan lengkap,” kata dia.

Hilmar mengatakan Kemendikbud akan membantu untuk menangani perbaikan cagar budaya.

Namun, menurut dia, untuk memperbaikinya harus memperhatikan sesar Palu-Koro yang terus bergerak.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan patahan sesar Palu-Koro di Sulawesi Tengah bergeser atau bergerak 35-45 milimeter per tahun. Patahan sesar Palu-Koro merupakan patahan dengan pergerakan terbesar kedua setelah Patahan Yapen di Kepulauan Yapen, Papua Barat  yang pergerakannya mencapai 46 milimeter per tahun.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Baru Juga Berencana New Normal, Kasus Positif Covid-19 Meroket Lagi

JAKARTA, MENARA62.COM - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per hari ini Minggu (31/5) ada sebanyak 700...

Bukan Lockdown, Swedia Andalkan Herd Immunity untuk Melawan Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM -- Berbeda dengan kebanyakan negara yang menerapkan lockdown, Swedia menjadi satu-satunya negara yang mengandalkan herd immunity untuk menghadapi pandemi COVID-19. Negara ini membiarkan...

Biar Terhindar dari Covid-19, Menu 4 Sehat 5 Sempurna Ini Wajib Dipatuhi

JAKARTA, MENARA62.COM – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 populerkan kembali slogan empat sehat lima sempurna. Slogan kecukupan gizi yang diinisiasi almarhm Prof...

Kemenparekraf Pastikan Protokol Normal Baru Jadi Acuan Pelaku Parekraf

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) memastikan protokol normal baru akan menjadi acuan bagi para...

Empat Dosen UAD Masuk Peneliti Terbaik Indonesia

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Empat dosen dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta masuk kategori 500 peneliti terbaik berdasar Science Technology Index (Sinta). Mereka...