25.6 C
Jakarta

Keren, Wartawan Cilik Wawancarai Siswa Berprestasi di SD Muhammadiyah 1 Ketelan

Baca Juga:

 

SOLO, MENARA62.COM – Wartawan Cilik  SD Muhammadiyah 1 Surakarta kembali berkesempatan mewawancarai 2 siswa beprestasi baik di bidang akademik maupun non akademik di tengah-tengah kegiatan ekstra jurnalistik cilik, Jumat (2/9/2022).

Dua siswa berprestasi SD Muhammadiyah 1 Solo yang telah mengharumkan nama sekolah di berbagai ajang perlombaan yaitu Naura Maritza Setya Rizky Kelahiran Surakarta, 31 Desember 2011, siswi kelas 5B berhasil meraih 13 juara lebih. Anak kedua dari dua bersaudara, putri Bapak Setya Budi raharjo, SE, MM dan Ibu Nuning WK, S.Farm. Apt.

“Prestasiku di tahun ini antara lain, aku memenangkan Juara 1 JI Competition 5 piala Walikota bidang Matematika level 2. Lomba dilaksanakan pada tanggal 26 Juni 2022 di Bimbel Julius Indonesia Solo,” ungkap Naura.

Nuara mengatakan perjalanan untuk menjadi sang juara tidaklah mudah, juga dihinggapi kesulitan di antaranya persiapan kurang maksimal karena keterbatasan waktu belajar untuk menghadapi lomba.

“Di karenakan aku mendapat nilai yang sama dengan peserta lain, aku diuji kembali untuk memperebutkan juara 1 dan 2 pada tanggal 9 Juli 2022 di Bimbel Julius Indonesia Solo. Pada saat pengumuman tanggal 10 juli 2022, aku mendapatkan juara 1. Dan penerimaan piala dan medali pada tanggal 23 juli 2022 di Bimbel Julius Indonesia Solo. Selain itu aku juga mendapatkan juara 9 lomba Olimpiade Matematika Topaz level 2 tingkat Nasional yang di selenggarakan pada tgl 3 Juli 2022,” bebernya, sambil tersenyum.

Sementara, satu siswa berprestasi lagi yaitu Syarifah Afaf Jelita juara 3 melukis dan hobby menari piring. “Setiap seminggu sekali aku dilatih menari piring, seperti baju yang saya pakai ini. Prestasi lain, saya menulis di majalah tunas melati hasil ekstra jurnalistik, semoga tahun depan bisa ikut lomba lagi. Terima kasih orang tuaku Tukimin Wisnu Wardoyo dan Sri Lestari yang telah mendidikku,” ujar Lita, dengan polosnya.

Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, Jatmiko menjelaskan pembelajaran jurnalistik, biasanya didapat oleh mahasiswa di bangku perkuliahan. Sebenarnya pendidikan jurnalistik itu wajib ditanamkan dan diajarkan kepada pelajar semenjak di bangku sekolah dasar. Hal ini dimaksudkan agar siswa berminat dan mau berkecimbung dalam dunia tulis menulis di media manapun.

“Adanya ekstra jurnalistik ini dapat membantu warga sekolah pada umumnya dalam mengasah kemampuan menulis yang baik dan benar, menambah pengetahuan dan tidak hanya bertidak pasif saat menerima informasi dari media apapun yang muaranya menjadi profil pelajar Pancasila,” ujar Jatmiko. (*)

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!