25 C
Jakarta

KKN Mahasiswa STIE Muhammadiyah Mamuju Bertema Pengurangan Resiko Bencana

Baca Juga:

SK PENDIRIAN ITBM BALI Keluar, MUHAMMADIYAH BALI Memiliki KAMPUS.

DENPASAR-MENARA62.COM. Alhamdulillah proses penyerahan SK Izin Pendirian ITBM Bali No. 499/E/O/2021 berjalan dengan lancar dan sukses. Rombongan tim pendiri ITBM Bali diterima dengan baik...

Jelang Sumpah Pemuda, Politikus Muda PPP Ingatkan Keseriusan Pemerintah Tangani Keamanan Siber Institusi Negara

JAKARTA, MENARA62.COM - Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021, Najmi Mumtaza Rabbany (Sekwil PPP DKI Jakarta) mengingatkan agar pemerintah memberi perhatian serius...

Penyelanggaraan FMTI akan Difokuskan pada Destinasi Super Prioritas

SAMOSIR, MENARA62.COM - Penyelenggaraan Festival Musik Tradisional Indonesia (FMTI) yang digelar Kemendikbudristek akan difokuskan pada Destinasi Super Prioritas, salah satunya adalah Danau Toba di...

Keren! Asah Kreativitas, Siswa SD Muhammadiyah PK Kottabarat Berlatih Menggambar Anime

  SOLO, MENARA62.COM- Kreativitas merupakan aspek penting yang harus dikembangkan dalam pendidikan di sekolah dasar. Upaya mengasah kreativitas tersebut bisa dilakukan dengan berbagai kegiatan yang...

 

Mamuju, MENARA62.COM–  Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah (STIEM) Mamuju menerjunkan 325 mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang menyasar dusun-dusun terdampak gempa bumi tanggal 15 Januari 2021 silam. KKN dilaksanakan dari tanggal 6 Maret 2021 dan berakhir tanggal 31 Maret 2021.

Ada 40 dusun di 7 desa di Kecamatan Tapalang dan Tapalang Barat semuanya di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Ketujuh desa tersebut adalah desa Taan, Rante Doda, Tampalang, Takandeang, Orobatu, Pasa’abu dan Ahu.

Hasbullah, Ketua Tim Dosen Pembimbing Lapangan KKN STIEM Mamuju mengatakan tahun ini KKN yang dilaksanakan pihaknya berbeda dengan sebelumnya. “Tema KKN mahasiswa tahun ini adalah “Pengurangan Resiko Bencana Alam di Tengah Pandemi Covid-19”, ada program wajib terkait dengan pandemi Covid-19 dan bencana alam yaitu terkait gempa bumi yang belum lama ini melanda Sulawesi Barat,” katanya.

Hal tersebut menurut Hasbullah, sesuai dengan tujuan pelaksanaan KKN. “Tujuan KKN ini diantaranya memberi kesempatan kepada para mahasiswa untuk belajar dan berlatih memecahkan berbagai masalah kemasyarakatan secara langsung. Diantara masalah yang saat ini dihadapi sebagian warga Sulawesi Barat adalah dampak dari pandemi Covid-19 dan gempa bumi,” imbuhnya.

Menurut Hasbullah, dalam program KKN kali ini pihaknya memberi tugas kepada para peserta untuk melaksanakan berbagai macam program kerja. “Ada program wajib yaitu pembentukan cabang dan ranting Muhammadiyah, pembentukan dan pemberdayaan kelompok wirausaha, pemberdayaan BUMDES dan program terkait Covid-19 serta bencana alam,” ungkapnya.

Hasbullah menambahkan, program wajib terkait pandemi Covid-19 dan bencana gempa bumi yang dijalankan para mahasiswa peserta KKN tersebut berwujud sosialisasi Covid-19 dan pendampingan psikososial bagi warga terdampak gempa terutama anak-anak. Pendampingan psikososial ini juga melibatkan tim psikososial dari MDMC.

Kegiatan pendampingan psikososial oleh mahasiswa KKN STIE Muhammadiyah Mamuju.

Sementara itu Rezki Wardani, salah satu mahasiswa peserta KKN mengungkapkan beberapa program yang sudah dilaksanakan bersama kelompoknya di tempatnya bertugas. “Kelompok KKN saya melaksanakan program di dusun Pempioang, Desa Tampalang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju. Kami melaksanakan program wajib KKN terkait Covid-19 dan bencana gempa bumi, salah satunya edukasi tentang Covid-19,” katanya

Tidak hanya itu menurut Rezki, dia bersama kelompoknya membagikan Covid Kit dan pemeriksaan kesehatan. “Untuk pemeriksaan kesehatan kami bekerja sama dengan PMI yang sekaligus juga laksanakan donor darah. Covid Kit yang kami bagikan berisi masker, hand sanitizer dan tissue. Kami juga melaksanakan pendampingan psikososial bagi anak-anak dusun Pempioang,” terangnya.

Ditanya tentang tantangan yang dihadapi karena melaksanakan KKN dalam kondisi masih pandemi Covid-19 dan pasca gempa bumi, Rezki mengatakan Covid-19 inilah yang jadi tantangan terbesarnya. “Tantangannya ya karena Covid-19 dan masyarakat banyak yang masa bodho dengan penggunaan masker, tapi kami selalu berusaha tetap menerapkan protokol kesehatan. Selain itu cuaca juga menjadi kendala tersendiri karena sering hujan sehingga acara yang sudah direncanakan kadang harus batal,” pungkasnya.

(Tim Media MDMC)

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

SK PENDIRIAN ITBM BALI Keluar, MUHAMMADIYAH BALI Memiliki KAMPUS.

DENPASAR-MENARA62.COM. Alhamdulillah proses penyerahan SK Izin Pendirian ITBM Bali No. 499/E/O/2021 berjalan dengan lancar dan sukses. Rombongan tim pendiri ITBM Bali diterima dengan baik...

Jelang Sumpah Pemuda, Politikus Muda PPP Ingatkan Keseriusan Pemerintah Tangani Keamanan Siber Institusi Negara

JAKARTA, MENARA62.COM - Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021, Najmi Mumtaza Rabbany (Sekwil PPP DKI Jakarta) mengingatkan agar pemerintah memberi perhatian serius...

Penyelanggaraan FMTI akan Difokuskan pada Destinasi Super Prioritas

SAMOSIR, MENARA62.COM - Penyelenggaraan Festival Musik Tradisional Indonesia (FMTI) yang digelar Kemendikbudristek akan difokuskan pada Destinasi Super Prioritas, salah satunya adalah Danau Toba di...

Keren! Asah Kreativitas, Siswa SD Muhammadiyah PK Kottabarat Berlatih Menggambar Anime

  SOLO, MENARA62.COM- Kreativitas merupakan aspek penting yang harus dikembangkan dalam pendidikan di sekolah dasar. Upaya mengasah kreativitas tersebut bisa dilakukan dengan berbagai kegiatan yang...

Pemberian dan Perubahan Nama Itu Adalah Untuk Kemaslahatan

JAKARTA, MENARA62.COM- Pemberian nama terhadap seseorang baik oleh orang tuanya atau oleh orang lain dengan nama yang baik itu diharapkan ada maslahatnya. Atau tepatnya...