SOLO, MENARA62.COM – Rumah Sakit (RS) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id A.R. Fachrudin menjalani kredensialing BPJS Kesehatan untuk memperkuat kesiapan layanan dan membuka peluang perluasan akses kesehatan bagi masyarakat peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Kegiatan yang berlangsung di RS UMS A.R. Fachrudin, Surakarta, Rabu (21/10/2026), tersebut menjadi bagian dari proses penilaian kelayakan fasilitas kesehatan sebelum menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Kredensialing dilakukan untuk mengevaluasi kesiapan fasilitas, sumber daya manusia, sistem pelayanan, tata kelola, serta pemenuhan standar mutu dan keselamatan pasien.
Direktur RS UMS A.R. Fachrudin, Prof. Dr. dr. EM Sutrisna, M.Kes., FISQua, mengatakan proses kredensialing melibatkan tim penilai dari sejumlah institusi, yakni BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Solo, dan Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Solo.
“Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan ini menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan fasilitas kesehatan melalui penilaian yang mencakup aspek administratif, teknis, dan mutu pelayanan,” ujar EM Sutrisna, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Badan Pembina Harian (BPH) RS UMS A.R. Fachrudin, yakni Prof. Dr. Absori, S.H., M.Hum., Prof. Ir. Supriyono, S.T., M.T., Ph.D., dan Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes., Sp.DVE, Dipl. STD-HIV/AIDS, FINSDV, FAADV.
Tim manajemen rumah sakit juga mendampingi rangkaian kegiatan yang bertujuan menilai kesiapan institusi dalam memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dari BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, hadir Niken Sawitri, S.E., beserta tim. Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Surakarta diwakili Dimar Siswi Utami, S.K.M., M.Kes., dan Siti Sri Mulyani, S.Farm., Apt.
Perwakilan PERSI Solo, dr. Arief Budiman, M.Si.Med., Sp.B., M.H., MARS., FINACS., FISQua, serta perwakilan ARSSI Solo, dr. Wiliam Tanoyo, M.Kes., juga mengikuti proses penilaian tersebut.
Paparkan Kapasitas dan Pengembangan Rumah Sakit
Dalam kegiatan kredensialing, EM Sutrisna menyampaikan apresiasi kepada tim penilai sekaligus memaparkan profil RS UMS A.R. Fachrudin. Materi yang disampaikan meliputi identitas kelembagaan, pengembangan fasilitas, sumber daya pelayanan, hingga arah strategis pengembangan rumah sakit.
Pemaparan tersebut menjadi kesempatan bagi rumah sakit untuk menunjukkan kapasitas dan kesiapannya dalam mengembangkan pelayanan kesehatan yang profesional, aman, serta berorientasi pada kebutuhan pasien.
EM Sutrisna menegaskan, sebagai bagian dari UMS, RS UMS A.R. Fachrudin memiliki tanggung jawab untuk menjalankan pelayanan kesehatan yang selaras dengan misi sosial dan kemanusiaan Muhammadiyah.
“Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan pelayanan yang mengedepankan kompetensi profesional, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap masyarakat,” tegasnya.
Menurut dia, proses kredensialing juga menjadi momentum untuk mengevaluasi kesiapan institusi, memperkuat tata kelola, serta memastikan sistem pelayanan memenuhi standar yang ditetapkan.
Mutu dan Keselamatan Pasien Jadi Perhatian
Perwakilan BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, Niken Sawitri, menjelaskan bahwa kredensialing merupakan tahapan untuk menilai kesiapan fasilitas kesehatan yang akan menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Dalam proses tersebut, pemenuhan standar pelayanan, peningkatan mutu, dan penerapan prinsip keselamatan pasien secara konsisten menjadi aspek penting yang diperhatikan.
“Aspek mutu menjadi perhatian penting dalam penilaian fasilitas kesehatan. Kesiapan rumah sakit tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan fasilitas dan tenaga profesional, tetapi juga mencakup tata kelola, kesinambungan pelayanan, pengelolaan risiko, serta perlindungan keselamatan pasien,” ungkap Niken.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas upaya RS UMS A.R. Fachrudin dalam mengikuti tahapan kredensialing. Evaluasi tersebut diharapkan dapat mendorong rumah sakit memperkuat sistem pelayanan dan membangun budaya peningkatan mutu secara berkelanjutan.
Bagi RS UMS A.R. Fachrudin, kredensialing ini menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan pelayanan yang lebih luas dan inklusif. Melalui evaluasi tersebut, rumah sakit berupaya memastikan kesiapan fasilitas, tenaga profesional, serta sistem tata kelola agar mampu memberikan pelayanan sesuai standar.
Apabila seluruh persyaratan dan tahapan kerja sama terpenuhi, RS UMS A.R. Fachrudin berpeluang memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat peserta JKN.
Langkah ini sekaligus memperkuat kontribusi UMS dan Muhammadiyah dalam mendukung pembangunan kesehatan nasional melalui pelayanan yang bermutu, berkeadilan, dan berpusat pada pasien.
Dengan penguatan kesiapan institusi dan komitmen terhadap mutu, RS UMS A.R. Fachrudin terus berupaya mengembangkan layanan kesehatan yang profesional, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (*)

