28.9 C
Jakarta

KUII VIII Hadirkan Tokoh Nasional dan Diplomat Negara Sahabat

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Sejumlah tokoh nasional, utusan diplomatik negara sahabat, hingga pimpinan lembaga tinggi negara menghadiri pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Pantauan menara62.com di lokasi, tampak hadir Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, dan Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung.

Selain itu, hadir pula Kepala BRIN Prof. Arief Satria, Ketua LPS Anggito Abimanyu, Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Ahmad Doli Kurnia, Ketua Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah, serta Ketua BAZNAS Sodik Mudjahid.

Dari jajaran ulama dan pimpinan MUI, terlihat hadir Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI KH Zainut Tauhid Sa’adi, Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar, dan Wakil Ketua Umum MUI KH M. Cholil Nafis.

Pembukaan KUII VIII juga dihadiri sejumlah duta besar negara sahabat, di antaranya Dubes Yaman Salem Ahmad Abdulrahman Balfakeeh, Dubes Arab Saudi Faisal Abdullah H. Amodi, Dubes Iran Mohammad Boroujerdi, Dubes Palestina Abdulfattah A.K. Al-Sattari, Dubes Malaysia Dato’ Syed Mohammad Hasrin Tengku Hussin, serta Dubes Qatar Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari.

Ketua Steering Committee (SC) KUII VIII, KH Marsudi Syuhud, menyampaikan bahwa perhelatan besar ini bertujuan memperkuat elemen umat, menyamakan persepsi keagamaan, serta mengoordinasikan gerakan bersama demi membangun umat, bangsa, dan negara.

“Kongres ini bertujuan memperkokoh seluruh umat Islam dalam agenda keumatan, kebangsaan, dan kenegaraan yang konstruktif, namun tetap kritis, aplikatif, serta realistis. Kita ingin memperkuat persatuan bangsa di semua kalangan untuk bersama-sama mewujudkan tujuan didirikannya NKRI,” ujar Kiai Marsudi.

Wakil Ketua Umum MUI tersebut menambahkan, KUII VIII meneguhkan peran elemen umat Islam dalam memajukan kesejahteraan dan memperkuat persatuan, sekaligus mewujudkan tatanan dunia baru yang damai, demokratis, adil, dan makmur.

Secara khusus, forum ini dirancang untuk mewujudkan umat terbaik (khairu ummah) di berbagai lini strategis, mulai dari pendidikan, ekonomi, media, siber, politik, hukum, pertahanan, hingga geopolitik global.

Lebih lanjut, Kiai Marsudi menegaskan bahwa kongres ini membahas dan merumuskan langkah-langkah strategis untuk mengoptimalkan peran umat Islam Indonesia sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek.

Menurutnya, gagasan tentang tatanan dunia baru diharapkan dapat menjadi pedoman bagi seluruh unsur dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

“Kami merumuskan rekomendasi strategis dan agenda optimalisasi organisasi dalam arti luas untuk menunaikan amanat konstitusional sesuai Pancasila dan UUD 1945 secara demokratis serta menjunjung tinggi HAM demi kemajuan negara di masa depan,” jelasnya.

Seluruh isu strategis tersebut dibahas melalui serangkaian sidang pleno dan komisi. Sebagai bahan masukan, draf pembahasan telah dimatangkan sebelumnya melalui berbagai diskusi, seminar, hingga Ijtima Ulama yang melibatkan para ulama, aktivis, dan unsur pemerintah dalam rangkaian kegiatan pra-kongres.

Mengusung tema “Umat Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat”, Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII dijadwalkan berlangsung pada 24–26 Juli 2026.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!