29.5 C
Jakarta

PSYNTECH UM Bandung Cetak Startup Psikologi Inovatif

Baca Juga:

BANDUNG, MENARA62.COM – Mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung membuktikan bahwa ilmu psikologi mampu melahirkan inovasi berbasis teknologi yang menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui ajang PSYNTECH Volume 3 (Psychology Startup Expo & Pitching Competition), berbagai startup karya mahasiswa dipamerkan sebagai solusi kreatif di bidang kesehatan mental dan kesejahteraan masyarakat.

 

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan UM Bandung, Sabtu (18/7/2026), mengusung tema “Humanizing Innovation: Technology for People Powered by Psychology”. Acara ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempresentasikan startup yang menggabungkan pendekatan psikologi, teknologi, dan kewirausahaan.

 

Ketua Pelaksana PSYNTECH Volume 3, Irfa Nabila Nursyaida, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar mahasiswa mampu mengimplementasikan ilmu psikologi menjadi solusi nyata yang berdampak bagi masyarakat.

 

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membuktikan bahwa psikologi tidak hanya kami pelajari di ruang kelas, tetapi bisa diwujudkan dalam solusi yang berdampak,” ujarnya.

 

Menurut Irfa, startup yang dipamerkan merupakan hasil pengembangan ide mahasiswa yang memadukan pendekatan psikologi dengan pemanfaatan teknologi. Selain menjadi ajang menampilkan inovasi, PSYNTECH juga memperkuat budaya kolaborasi dan mendorong lahirnya gagasan baru yang bermanfaat.

 

“Kami berharap kegiatan ini menjadi wadah untuk belajar, berkolaborasi, serta mempererat jejaring antarmahasiswa sehingga lahir inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

 

Ketua Program Studi Psikologi UM Bandung, Rika Dwi Agustiningsih, menjelaskan bahwa PSYNTECH yang telah memasuki penyelenggaraan tahun ketiga merupakan implementasi dari mata kuliah kewirausahaan di Program Studi Psikologi.

 

Menurutnya, mata kuliah tersebut dirancang untuk menghubungkan kompetensi psikologi dengan semangat entrepreneurship serta pemanfaatan teknologi yang terus berkembang.

 

“Mata kuliah ini dirancang untuk menjembatani antara ilmu psikologi dengan semangat kewirausahaan dan pemanfaatan teknologi yang saat ini berkembang,” kata Rika.

 

Ia menegaskan, PSYNTECH menjadi bukti bahwa pembelajaran di kelas mampu menghasilkan karya yang aplikatif dan berpeluang dikembangkan menjadi usaha berkelanjutan. Karena itu, kegiatan tersebut kini menjadi tradisi akademik yang terus mendorong lahirnya inovasi mahasiswa setiap tahunnya.

 

“Mahasiswa dapat melihat hasil nyata dari pembelajaran mata kuliah kewirausahaan,” ujarnya.

 

Rika berharap pengalaman membangun startup sejak kuliah mampu memperluas prospek karier lulusan. Menurutnya, lulusan Psikologi UM Bandung tidak hanya dipersiapkan menjadi tenaga profesional, tetapi juga entrepreneur yang mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

“Semoga mahasiswa Prodi Psikologi menjadi lulusan yang sesuai dengan visi kampus, yakni menjadi wirausaha yang membuka lapangan pekerjaan dan menciptakan kebermanfaatan bagi umat manusia,” tuturnya.

 

Sementara itu, Dekan Fakultas Sosial dan Humaniora UM Bandung, Irianti Usman, mengapresiasi kreativitas mahasiswa dalam menghadirkan berbagai inovasi, terutama pengembangan layanan kesehatan mental berbasis teknologi.

 

Menurutnya, karya-karya mahasiswa menunjukkan kemampuan mengintegrasikan kompetensi akademik dengan kebutuhan masyarakat. Ia menegaskan, UM Bandung terus berkomitmen mencetak entrepreneur yang berakhlak Islami.

 

“Kita harus show off kepada dunia bahwa UM Bandung adalah pencetak entrepreneur yang berakhlak Islami,” ungkap Irianti.

 

Ia optimistis budaya inovasi yang dibangun melalui PSYNTECH akan melahirkan semakin banyak entrepreneur dan ilmuwan yang unggul secara akademik, berintegritas, serta berkarakter Islami. Perpaduan ilmu pengetahuan, inovasi, dan akhlak tersebut diyakini menjadi identitas lulusan UM Bandung dalam memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa. (FK)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!