SOLO, MENARA62.COM – Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id terus memperkuat relevansi pembelajaran dengan perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan kebutuhan dunia kerja. Upaya tersebut dilakukan melalui revitalisasi dan finalisasi kurikulum dengan melibatkan pakar nasional maupun internasional.
Ketua Program Studi PTI UMS, Sukirman, Ph.D., mengatakan perkembangan teknologi yang berlangsung cepat menuntut perguruan tinggi mampu mempersiapkan kompetensi mahasiswa untuk menghadapi kebutuhan masa depan.
Menurutnya, pengembangan kurikulum tidak cukup hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga harus tetap mempertahankan fondasi pedagogik yang kuat.
“Perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan artifisial, berlangsung sangat cepat. Karena itu, kurikulum harus mampu mengantisipasi kebutuhan masa depan tanpa meninggalkan fondasi pedagogik yang kuat,” kata Sukirman, Sabtu (15/8/2026).
Libatkan Pakar Internasional
Revitalisasi kurikulum PTI UMS dilakukan dengan melibatkan Prof. Dr. Thomas Köhler dari Technische Universität Dresden, Jerman. Dalam Focus Group Discussion (FGD), pembahasan diarahkan pada penerapan AI di pendidikan tinggi dan pendidikan vokasi.
Diskusi tersebut mencakup peluang dan tantangan integrasi AI dalam pembelajaran serta pengembangan kompetensi digital mahasiswa.
Keterlibatan pakar internasional diharapkan memberikan perspektif global sehingga kurikulum PTI UMS mampu merespons perkembangan keilmuan informatika sekaligus transformasi digital.
Selain pakar internasional, PTI UMS melibatkan sejumlah pakar internal dalam tahap finalisasi kurikulum pada Juli 2026. Mereka adalah Prof. Budi Murtiyasa, M.Kom., Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., dan Dr. Laili Etika Rahmawati, M.Pd.
Review tersebut menitikberatkan pada keselarasan dokumen kurikulum dengan kebijakan akademik UMS, pendekatan Outcome-Based Education (OBE), serta ketentuan dan instrumen akreditasi terbaru Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK).
Sejumlah komponen turut ditelaah, mulai struktur kurikulum, capaian pembelajaran lulusan, mekanisme asesmen, hingga pemetaan mata kuliah terhadap standar akreditasi.
Kurikulum Diselaraskan dengan Dunia Kerja
PTI UMS juga melakukan review eksternal dengan menghadirkan pakar kurikulum dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Dr. Priyanto, M.Kom.
Pembahasan mencakup penguatan visi keilmuan PTI serta penerjemahannya ke dalam struktur kurikulum, capaian pembelajaran lulusan, bahan kajian, dan mata kuliah.
Ketua Task Force Revitalisasi Kurikulum PTI, Arif Setiawan, M.Eng., menjelaskan penyusunan kurikulum dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Kami berupaya memastikan bahwa setiap komponen kurikulum memiliki keterkaitan yang kuat, mulai dari visi keilmuan, profil lulusan, capaian pembelajaran, hingga implementasinya dalam mata kuliah,” ujarnya.
Menurut Arif, masukan dari pakar internal dan eksternal menjadi dasar penyempurnaan dokumen kurikulum agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat, dunia kerja, dan perkembangan teknologi.
Sukirman menegaskan, finalisasi kurikulum tidak hanya ditujukan untuk memenuhi tuntutan regulasi dan akreditasi. Lebih jauh, kurikulum tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas lulusan PTI UMS.
Lulusan diharapkan memiliki kemampuan adaptif dan inovatif serta kompetensi profesional sebagai pendidik maupun praktisi teknologi.
“Dengan demikian, kurikulum PTI UMS diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang siap menghadapi dinamika transformasi digital,” kata Sukirman.
Rangkaian revitalisasi kurikulum tersebut meliputi review bersama pakar internasional pada 15 Desember 2025, review eksternal dengan Dr. Priyanto di Yogyakarta pada 11 Juli 2026, serta finalisasi bersama pakar internal UMS pada Juli 2026.
Hasilnya, dokumen kurikulum PTI UMS diarahkan selaras dengan pedoman UMS, standar LAMDIK, serta kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. (*)


