BOLAANG MANGONDO, MENARA62.COM– Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), secara resmi meluncurkan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di 17 titik seluruh Indonesia. Dari 17 titik tersebut salah satunya berada di sudut utara Indonesia yakni Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara.
SNT 13 Bolaang Mongondow kini menjadi harapan baru untuk murid Sulawesi Utara meraih prestasi, mengembangkan potensi diri, dan menata cita-cita untuk masa depan. Asa tersebut turut disampaikan oleh Al Fizrah Hasan yang kini menjadi murid SNT 13 Bolaang Mongondow.
Bicara tentang prestasi, Fizrah merupakan murid yang memiliki catatan juara di bidang matematika. Dalam kurun dua tahun terakhir, ia berhasil meraih Juara 2 Olimpiade Sains Nasional (OSN) Matematika tingkat Kabupaten Bolaang Mongondow tahun 2024 dan Juara 1 tahun 2025 OSN Matematika tingkat Kabupaten Bolaang Mongondow.
Dengan bersekolah di SNT 13 Bolaang Mongondow, kini Fizrah terus menata mimpi dengan terus berlatih, belajar, dan disiplin waktu. Motivasinya masuk di SNT tidak lain berharap untuk meningkatkan prestasinya di tengah fasilitas pendidikan dan tenaga pendidik yang memadai.
“Dengan bersekolah di SNT saya merasa dapat meningkatkan prestasi yang saya miliki. Dan juga adanya dukungan tutor dan fasilitas yang baik, saya yakin prestasi itu akan bertambah ke tingkat yang lebih tinggi,” ungkap Fizrah.
Semangat yang sama juga disampaikan Wahyu Mokodongan. Seperti halnya Fizrah, Wahyu juga memiliki segudang prestasi di bidang olahraga. Pada tahun 2025, ia berhasil menembus skuad utama Sulawesi Utara untuk berlaga di turnamen sepak bola tingkat nasional.
Dengan fasilitas pendidikan dan mentor berkualitas, kini Wahyu merasa memiliki peluang untuk meningkatkan prestasi di tingkat nasional bahkan tingkat internasional. “Saya berharap bisa mendapatkan dukungan penuh dari sekolah dan dapat difasilitasi untuk meningkatkan prestasi saya ke depannya,” tutur Wahyu.
Dengan semangat dua murid SNT tersebut, Kepala SNT 13 Bolaang Mongondow, Budiardjo Mamonto,
Memandang potensi setiap murid tumbuh dari lingkungan tempat mereka berada. Karena itu, pemetaan karakteristik peserta didik menjadi bagian penting SNT untuk dapat menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan konteks kehidupan mereka.
“Dari aspek kognitif, sejumlah murid menunjukkan perkembangan kecerdasan naturalis yang baik. Mereka cenderung lebih mudah memahami materi melalui pengalaman nyata, praktik lapangan, dan pembelajaran kontekstual dibandingkan dengan pendekatan yang sepenuhnya bersifat abstrak. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan sekolah dalam merancang pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kehidupan murid,” terang Budiardjo.
“Melalui strategi pembelajaran yang adaptif dan fleksibel, sekolah berupaya memastikan keberagaman latar belakang, kondisi geografis, serta potensi setiap murid tidak menjadi hambatan dalam belajar, melainkan menjadi kekuatan untuk menciptakan pembelajaran yang relevan, bermakna, dan mampu mengembangkan potensi mereka secara optimal,” tambahnya.
Berkenaan dengan hal tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti mengatakan bahwa SNT adalah bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk memberikan pelayanan pendidikan yang unggul bagi anak-anak Indonesia memiliki kemampuan dan bakat istimewa. Baik dalam bidang akademik maupun di bidang olahraga, bidang seni, serta bidang-bidang keunggulan yang lainnya.
“SNT hadir sebagai bentuk pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak dengan potensi unggul. Kami berharap SNT menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang saling melengkapi, memberikan layanan yang lebih terarah bagi anak-anak dengan kemampuan dan bakat istimewa,” pungkas Mendikdasmen.
