SOLO, MENARA62.COM – Pendidikan kecakapan hidup atau life skill didorong menjadi bagian penting dalam pembelajaran di sekolah. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Surakarta dalam pembinaan kepala sekolah SD dan SMP negeri maupun swasta di Balai Tawangarum, Balai Kota Surakarta, Senin (14/9/2026).
Dalam pembinaan tersebut, pendidikan tidak hanya diarahkan pada penguatan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan keterampilan yang dapat membekali peserta didik menghadapi kehidupan sehari-hari.
Selain penguatan life skill, transformasi pendidikan juga menjadi perhatian. Sekolah didorong membangun budaya pendidikan yang aman, nyaman, menyenangkan, serta bebas dari kekerasan.
Arah tersebut sejalan dengan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 yang menekankan pentingnya menciptakan lingkungan satuan pendidikan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.
Kepala SMP Muhammadiyah 1 Simpon Surakarta, Dr. HM. Rusmanto, S.Pd.I., M.Pd.I., Gr., menyambut baik imbauan tersebut.
Menurut dia, penguatan kecakapan hidup penting untuk melengkapi pembelajaran akademik sehingga peserta didik memiliki bekal yang lebih relevan untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
SMP Muhammadiyah 1 Simpon Surakarta atau SIMPON juga menyatakan kesiapan memperkuat pembelajaran berbasis kecakapan hidup. Upaya tersebut akan berjalan beriringan dengan pembangunan budaya sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
“Sekolah harus menjadi tempat yang membuat seluruh warga sekolah merasa aman, nyaman, dan kerasan,” demikian semangat yang diusung SIMPON.
Transformasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada aspek kebijakan, tetapi menjadi budaya yang diterapkan dalam keseharian sekolah. Dengan demikian, pendidikan dapat membangun kemampuan akademik sekaligus karakter, kemandirian, dan kecakapan hidup peserta didik.
SMP Muhammadiyah 1 Simpon Surakarta menegaskan komitmennya menghadirkan sekolah yang aman, nyaman, menyenangkan, dan bebas dari kekerasan sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan pendidikan yang berpihak pada tumbuh kembang peserta didik.
Semangat itu dirangkum SIMPON dalam pesan, “Sekolah Aman, Sekolah Nyaman, Sekolah Kerasan.” (*)

