25.6 C
Jakarta

LP Maarif NU Juga Mundur dari Program Organisasi Penggerak Kemendikbud

Must read

Lima Brand Industri Alas Kaki asal Taiwan Berbagi Keunggulan Teknologi melalui Sesi Webinar

JAKARTA, MENARA62.COM – Lima brand industri alas kaki asal Taiwan berbagi keunggulan teknologi mesin alas kaki pada Webinar bertajuk Taiwan Smart Manufacturing: “Build a...

Pandemi Covid-19, Ajang Pentas Inovasi IndoHCF Tetap Berlanjut

JAKARTA, MENARA62.COM – Di tengah pandemi Covid-19,  Indonesia Healthcare Forum (IndoHCF) kembali menggelar ajang IndoHCF Innovation Awards. Ajang pentas inovasi karya anak bangsa di...

SD Muhammadiyah 8 Surakarta Laksanakan BIAS Sebagai Upaya Proteksi Diri dan Pembentukan Antibodi Siswa

  SOLO,MENARA62.COM - Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) merupakan program pemerintah yang rutin setiap tahun di laksanakan di Indonesia, tak terkecuali di SD Muhammadiyah...

Gelorakan Adiwiyata, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Garap Mars Sekolahku Berseri

  SOLO,MENARA62.COM- – SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta atau SD Muh 1 garap mars Sekolahku Berseri di tengah pandemi Covid-19 bersamaan Hari Kesaktian Pancasila 1...

JAKARTA, MENARA62.COM – Setelah Muhammadiyah menyatakan sikap mundur dari Program Organisasi Penggerak (POP) yang diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), kini hal yang sama juga dilakukan LP Maarif NU PBNU. Dalam pernyataan resmi yang dikirimkan Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU Arifin Junaidi menyebutkan sejumlah alasan pengunduran lembaga tersebut dari POP Kemendikbud.

Adapun alasan pengunduran diri LP Maarif NU antara lain

  1. Hasil seleksi calon organisasi penggerak tidak mencerminkan konsep dan kriteria organisasi penggerak yang jelas.
  2. Hasil seleksi calon organisasi penggerak tidak mencerminkan konsep dan kriteria organisasi penggerak yang jelas.
  3. LP Maarif NU PBNU tetap berkomitmen bahwa memajukan mutu pendidikan merupakan hal sangat mendasar yang harus tetap dilakukan oleh LP Maarif NU PBNU sampai kapan pun.
  4. Saat ini LP Ma’arif NU PBNU secara mandiri sedang fokus menangani pelatihan Kepala Sekolah dan Kepala Madrasah sebanyak 15% dari 45.000 Sekolah/Madrasah di bawah naungan LP Ma’arif NU PBNU, dan satuan pendidikan formal NU berbasis pondok. Kepala sekolah dan Madrasah serta guru yang ikut pelatihan harus melatih guru-guru di satuan pendidikannya dan Kepala Sekolah/Kepala Madrasah di lingkungannya.

Atas hasil rapat LP Ma’arif NU PBNU Rabu 22 Juli 2020, akhirnya lembaga tersebut memutuskan dari program organisasi penggerak dan fokus pada pelatihan Kepala Sekolah dan Kepala Madrasah sebagaimana poin 3 di atas.

“Organisasi penggerak yang lolos evaluasi proposal tidak jelas kriterianya sehingga tidak adanya pembeda dan klasifikasi antara lembaga CSR dengan lembaga masyarakat yang layak dan berhak mendapatkan bantuan dari pemerintah,” jelas Arifin, Rabu (22/7/2020).

Sejatinya, selama ini LP Ma’arif NU PBNU telah memberikan sumbangsih pemikiran dan terlibat langsung dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia walaupun tidak tergabung dalam organisasi penggerak yang dicanangkan oleh Kemendikbud RI.

LP Maarif NU PBNU meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI meninjau kembali keputusan tersebut agar kedepannya tidak terjadi masalah yang tidak diinginkan.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Lima Brand Industri Alas Kaki asal Taiwan Berbagi Keunggulan Teknologi melalui Sesi Webinar

JAKARTA, MENARA62.COM – Lima brand industri alas kaki asal Taiwan berbagi keunggulan teknologi mesin alas kaki pada Webinar bertajuk Taiwan Smart Manufacturing: “Build a...

Pandemi Covid-19, Ajang Pentas Inovasi IndoHCF Tetap Berlanjut

JAKARTA, MENARA62.COM – Di tengah pandemi Covid-19,  Indonesia Healthcare Forum (IndoHCF) kembali menggelar ajang IndoHCF Innovation Awards. Ajang pentas inovasi karya anak bangsa di...

SD Muhammadiyah 8 Surakarta Laksanakan BIAS Sebagai Upaya Proteksi Diri dan Pembentukan Antibodi Siswa

  SOLO,MENARA62.COM - Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) merupakan program pemerintah yang rutin setiap tahun di laksanakan di Indonesia, tak terkecuali di SD Muhammadiyah...

Gelorakan Adiwiyata, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Garap Mars Sekolahku Berseri

  SOLO,MENARA62.COM- – SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta atau SD Muh 1 garap mars Sekolahku Berseri di tengah pandemi Covid-19 bersamaan Hari Kesaktian Pancasila 1...

Jurusan Kimia FMIPA UII Tuan Rumah 3rd IC3PE 2020

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Jurusan Kimia Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII) menjadi host (tuan rumah) 3rd International Conference on Chemistry,...