25.6 C
Jakarta

Lupakan Masa Lalu, Fokus Masa Kini, Tatap Masa Depan

Must read

Klaster Pendidikan Dicabut dari RUU Cipta Kerja, Pontjo: Pendidikan Jangan Tinggalkan Kaidah Budaya

JAKARTA, MENARA62.COM - Keputusan pemerintah dan DPR RI untuk menarik klaster pendidikan dari Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja sebagai keputusan yang cukup bijak. Dengan...

Mengundang Rahmat Allah

Oleh: Ashari, S.IP * DALAM  sebuah riwayat, bersandar dari HR Mundhiri, Rasulullah Saw, bercerita ketika seseorang merasa beramal banyak, hingga tidak terhitung lagi jumlahnya, sehingga...

Peringati Hari Apoteker Sedunia 2020, Ketum IAI Soroti Maraknya Penjualan Obat Secara Online

JAKARTA, MENARA62.COM - Memperingati Hari Apoteker Sedunia atau World Pharmacist Day 2020 yang jatuh tanggal 25 September, Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI)...

Gelar Yatim Ceria #3, Baznas Sleman Santuni 500 Anak Yatim/Piatu

SLEMAN, MENARA62.COM - Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menyerahkan santunan kepada anak yatim/piatu tahap II, Jumat (25/9)....

Masa lalu adalah sejarah, masa kini adalah waktu di mana kita berada ‎saat ini, masa depan adalah ketidakpastian, mungkin kita jumpai mungkin ‎juga tidak.‎

Setiap orang punya masa lalu, baik yang kelam menyakitkan atau ‎terang membahagiakan. Tidak penting seberapa kelamnya masa lalu kita, pun ‎tidak penting pula seberapa terangnya masa lalu itu. Hal terpenting adalah kondisi kita ‎saat ini. Juga persiapan kita untuk masa depan nanti. So, lupakan saja masa ‎lalu itu.‎

Apa yang saya ungkapkan ini bukan tanpa alasan. Mengapa masa lalu ‎tidak terlalu penting, dan lebih baik kita lupakan? Ada beberapa alasan yang ‎ingin saya sampaikan:‎

Pertama, jika masa lalu kita begitu kelam dan menyakitkan, kemudian ‎terus kita kenang hingga saat ini, yang akan muncul adalah perasaan trauma. ‎Akibatnya, perasaan kita selalu dihinggapi was-was dan pikiran-pikiran negatif ‎akibat dari masa lalu yang selalu kita kenang itu. Yang terbaik, tentu kita ‎mengambil pelajaran dari masa lalu itu, betapa pun pahit dan kelamnya, agar ‎kehidupan kita selanjutnya menjadi lebih baik.‎

Kedua, jika masa lalu kita begitu terang dan membahagiakan, ‎kemudian kita terus mengenangnya hingga saat ini. Padahal kondisi saat ini, ‎jauh berbeda dari kondisi masa lalu kita, yang akan muncul adalah ‎romantisme sejarah. Akibatnya, seringkali kita tidak bisa move on. Kita selalu ‎mengingat masa lalu yang penuh sanjung puji dan tepuk sorak, padahal saat ‎ini kita bukanlah siapa-siapa. Yang terbaik tentu, kita memetik hikmah atas ‎kisah manis masa lalu kita untuk menjadi motivasi hidup di saat ini.‎
‎ ‎
So, hidup kita yang sesungguhnya adalah saat ini. Fokus mengerjakan ‎yang terbaik sebagai bekal masa depan. ‎

King Abdul Aziz Airport, Ahad (19/1/2020), Pukul. 00. 52. am. (Ngantri cek pasport).

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Klaster Pendidikan Dicabut dari RUU Cipta Kerja, Pontjo: Pendidikan Jangan Tinggalkan Kaidah Budaya

JAKARTA, MENARA62.COM - Keputusan pemerintah dan DPR RI untuk menarik klaster pendidikan dari Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja sebagai keputusan yang cukup bijak. Dengan...

Mengundang Rahmat Allah

Oleh: Ashari, S.IP * DALAM  sebuah riwayat, bersandar dari HR Mundhiri, Rasulullah Saw, bercerita ketika seseorang merasa beramal banyak, hingga tidak terhitung lagi jumlahnya, sehingga...

Peringati Hari Apoteker Sedunia 2020, Ketum IAI Soroti Maraknya Penjualan Obat Secara Online

JAKARTA, MENARA62.COM - Memperingati Hari Apoteker Sedunia atau World Pharmacist Day 2020 yang jatuh tanggal 25 September, Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI)...

Gelar Yatim Ceria #3, Baznas Sleman Santuni 500 Anak Yatim/Piatu

SLEMAN, MENARA62.COM - Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menyerahkan santunan kepada anak yatim/piatu tahap II, Jumat (25/9)....

Gatot Suprabowo, Pribadi Humble yang Sukses Membawa Bisnis JamSyar Meroket

MENJADI orang tertinggi di jajaran manajemen PT. Penjaminan Jamkrindo Syariah (Jamsyar) tak membuat seorang Gatot Suprabowo menjaga jarak. Ia tetap menjadi pribadi yang dekat...