SOLO, MENARA62.COM — Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id memperluas wawasan akademik mahasiswa melalui kunjungan ke Academy of Islamic Studies (APIUM), Universiti Malaya (UM), Malaysia. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Student Mobility 2026 FAI UMS, Rabu (19/8/2026).
Kunjungan akademik ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal sistem pendidikan, bidang keilmuan, budaya penelitian, hingga peluang melanjutkan studi pascasarjana di salah satu perguruan tinggi terkemuka Malaysia.
Kegiatan diawali dengan pemaparan Dr. Mohd Shahid bin Mohd Noh dari Department of Shariah, Economics and Governance, Academy of Islamic Studies, Universiti Malaya. Mahasiswa FAI UMS kemudian mengikuti diskusi mengenai berbagai aspek pendidikan, terutama sistem pembelajaran pada jenjang magister.
Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) UMS, Zakiyah Laili Maghfiroh, menjadi salah satu peserta yang aktif berdiskusi. Ia menanyakan model pembelajaran pada jenjang S2 di Academy of Islamic Studies, termasuk porsi teori, diskusi, penelitian kasus, kajian kitab, hingga sistem evaluasi.
“Bagaimana model pembelajaran di Academy of Islamic Studies di UM? Apakah mahasiswa lebih banyak mempelajari teori di kelas atau melakukan diskusi, analisis kitab, penelitian, dan kajian kasus? Lalu bagaimana sistem evaluasi dan penilaiannya?” tanya Zakiyah.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Mohd Shahid menjelaskan bahwa pembelajaran jenjang S2 di Universiti Malaya memiliki pola yang relatif fleksibel. Proses akademik dapat dilakukan secara tatap muka maupun secara hybrid dengan memanfaatkan platform Zoom.
Selain perkuliahan, mahasiswa juga diarahkan mengikuti kursus, melakukan penelitian kasus, serta memperdalam kajian kitab. Penyusunan tesis juga dapat dilakukan melalui kombinasi pembelajaran tatap muka dan hybrid.
Pilihan Studi Islam Semakin Luas
Dalam kesempatan tersebut, Mohd Shahid memperkenalkan sejumlah bidang kajian yang dikembangkan Academy of Islamic Studies Universiti Malaya.
Bidang tersebut meliputi Fiqh, Usul dan Applied Science, sejarah dan peradaban Islam serta pendidikan, hukum, manajemen dan keuangan, hingga Syariah, ekonomi, dan tata kelola.
Paparan tersebut memberikan gambaran mengenai luasnya bidang keilmuan Islam yang dapat dipelajari mahasiswa di Universiti Malaya. Studi Islam tidak hanya dikembangkan dari sisi keagamaan, tetapi juga bersinggungan dengan hukum, ekonomi, manajemen, pendidikan, sejarah, serta berbagai isu kontemporer.
Mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) UMS, Muhammad Dzaki Dinulloh, turut memanfaatkan sesi diskusi untuk menggali informasi mengenai peluang beasiswa dan pilihan program studi pascasarjana.
“Bagaimana cara mendapatkan beasiswa di UM dan beasiswa tersebut mencakup apa saja? Kemudian, apa perbedaan antara Muamalat Management dengan Shariah and Law, dan untuk mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah lebih cocok masuk yang mana?” tanya Dzaki.
Mohd Shahid menjelaskan, Universiti Malaya menyediakan berbagai bentuk dukungan pembiayaan pendidikan, termasuk scholarship serta beasiswa dari pemerintah atau kerajaan.
Ia juga menjelaskan bahwa mahasiswa kini memiliki pilihan yang lebih fleksibel dalam menentukan bidang studi ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana.
“Dulu anak Syariah S2 harus masuk di Syariah juga, tapi buat sekarang semua bisa,” jelasnya.
Penjelasan tersebut membuka wawasan mahasiswa FAI UMS bahwa pilihan studi lanjut tidak selalu harus identik dengan bidang studi sebelumnya. Mahasiswa dapat mempertimbangkan bidang seperti Muamalat Management maupun Shariah and Law sesuai minat, latar belakang akademik, dan rencana pengembangan keilmuan.
Kenalkan Standar Riset Internasional
Selain sistem pembelajaran dan pilihan studi, mahasiswa FAI UMS mendapatkan wawasan mengenai standar akademik dan penelitian di Universiti Malaya.
Aspek penelitian menjadi bagian penting dalam pendidikan pascasarjana. Mahasiswa diarahkan menghasilkan penelitian berkualitas yang berpotensi dipublikasikan dalam jurnal bereputasi.
Usai sesi pemaparan dan diskusi, rombongan mahasiswa FAI UMS diajak mengunjungi perpustakaan Academy of Islamic Studies. Mereka berkesempatan melihat fasilitas yang mendukung aktivitas pembelajaran dan penelitian.
Mahasiswa juga berkeliling di lingkungan fakultas untuk mengenal ruang kelas serta berbagai fasilitas akademik. Pengalaman tersebut memberikan gambaran langsung mengenai atmosfer pembelajaran di Academy of Islamic Studies Universiti Malaya.
Kunjungan ini menjadi salah satu agenda penting Student Mobility 2026 FAI UMS. Interaksi langsung dengan akademisi dan lingkungan perguruan tinggi internasional diharapkan mampu memperluas perspektif mahasiswa mengenai sistem pendidikan tinggi sekaligus perkembangan studi Islam di tingkat global.
Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai peluang studi lanjut, tetapi juga didorong memiliki kesiapan akademik dan wawasan global untuk melanjutkan pendidikan serta berkiprah di tengah perkembangan dunia yang semakin terhubung. (*)
