SOLO, MENARA62.COM – Mahasiswa Program Studi Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menghadirkan inovasi pengolahan bahan lokal menjadi produk bernilai ekonomi. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat Organisasi Kemahasiswaan (PPO), mahasiswa mendampingi warga Desa Singopuran, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, mengolah bunga telang menjadi permen jelly dan tempurung kelapa menjadi briket aromaterapi.
Program yang digagas Keluarga Mahasiswa Teknik Kimia (KMTK) UMS ini menyasar masyarakat Kampung RW 3 Desa Singopuran. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan warga sekaligus membuka peluang usaha mikro dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
Tim pelaksana diketuai Fatih Ammar Luthfian dengan pendampingan dosen Dr. Ir. Eni Budiyati, S.T., M.Eng. Berbagai pelatihan dan kegiatan edukatif digelar untuk mendorong masyarakat mengembangkan produk kreatif yang berpotensi menambah pendapatan keluarga.
Ketua tim pelaksana, Fatih Ammar Luthfian, berharap keterampilan yang diperoleh warga dapat diterapkan secara berkelanjutan dan dibagikan kepada masyarakat lainnya.
“Harapan kami, ilmu yang didapat dari kegiatan ini bisa disebarkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar menjadi contoh bagi desa lain,” tuturnya, Ahad (18/10/2026).
Bunga Telang Diolah Jadi Permen Jelly
Salah satu kegiatan utama dalam program tersebut adalah pelatihan pembuatan permen jelly berbahan bunga telang. Pelatihan ini melibatkan ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner di Desa Singopuran.
Dalam kegiatan tersebut, warga diperkenalkan pada teknik pengolahan bunga telang menjadi produk pangan yang menarik dan memiliki nilai tambah. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif camilan yang berpotensi dipasarkan sebagai produk usaha rumahan.
Pemanfaatan bunga telang menjadi permen jelly juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan variasi produk pangan berbasis bahan lokal. Dengan pengolahan yang tepat, bahan yang tersedia di sekitar tempat tinggal dapat memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Selain pelatihan pengolahan pangan, mahasiswa KMTK UMS mengadakan kegiatan edukatif bagi anak-anak melalui lomba menggambar dan makan biskuit. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian program pada momentum Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut bertujuan membangun kebersamaan, mengasah kreativitas, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Tempurung Kelapa Disulap Jadi Briket Aromaterapi
Inovasi lainnya diwujudkan melalui pelatihan pembuatan briket aromaterapi berbahan arang tempurung kelapa dan cendana. Kegiatan puncak ini melibatkan bapak-bapak RT, pemuda, serta warga setempat.
Peserta mempelajari proses pencampuran arang tempurung kelapa dengan bahan aromatik cendana untuk menghasilkan briket yang dapat dimanfaatkan sebagai pengharum ruangan melalui pembakaran.
Pengolahan tersebut menjadi alternatif pemanfaatan tempurung kelapa yang selama ini berpotensi kurang dimanfaatkan. Melalui inovasi sederhana, bahan tersebut dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah sekaligus membuka peluang usaha berbasis rumah tangga.
Meski demikian, penggunaan briket aromaterapi melalui pembakaran perlu memperhatikan petunjuk keamanan, ventilasi ruangan, serta risiko paparan asap agar penggunaannya tidak membahayakan kesehatan.
Dosen pendamping kegiatan, Dr. Ir. Eni Budiyati, S.T., M.Eng., berharap pelatihan tersebut memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, baik dalam peningkatan keterampilan maupun pengembangan kegiatan ekonomi produktif.
“Kami berharap pelatihan ini tidak hanya menjadi sarana menambah keterampilan baru, tetapi juga mampu membuka peluang usaha mikro yang produktif bagi warga setempat,” ujarnya.
Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Desa
Rangkaian kegiatan PPO KMTK UMS mendapat sambutan positif dari warga Desa Singopuran. Melalui pendampingan tersebut, masyarakat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dikembangkan menjadi produk bernilai jual.
Pengolahan bunga telang menjadi permen jelly dan tempurung kelapa menjadi briket aromaterapi diharapkan dapat menjadi alternatif usaha yang kreatif dengan memanfaatkan potensi lokal.
Program ini sekaligus menjadi wujud kontribusi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu Teknik Kimia untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Tidak hanya berorientasi pada inovasi produk, kegiatan tersebut juga menekankan pentingnya pemberdayaan warga agar mampu mengembangkan potensi lingkungan menjadi peluang ekonomi.
Melalui program PPO, mahasiswa Teknik Kimia UMS berharap pendampingan yang dilakukan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Singopuran untuk membangun kemandirian ekonomi, memperluas peluang usaha mikro, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan. (*)
