RS PKU Muhammadiyah Surakarta Juara 1 Humas Rumah Sakit Nasional

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – RS PKU Muhammadiyah Surakarta meraih penghargaan The Best Hospital Public Relation Program atau Pemenang Kesatu Program Kehumasan Rumah Sakit Terbaik dalam ajang PERHUMASRI Award 2026. Prestasi tingkat nasional ini diraih melalui inovasi program kehumasan berbasis komunitas pasien dan penyintas kanker payudara.

 

Penghargaan tersebut diserahkan dalam Forum Humas 2026 yang diselenggarakan Perhimpunan Humas Rumah Sakit Indonesia (PERHUMASRI) di Hotel Four Points by Sheraton Jakarta, Kamis (15/10/2026).

 

Ketua Umum PERHUMASRI, Anjari Umarjiyanto, menyerahkan penghargaan secara langsung kepada Direktur RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dr. Arief Budiman, M.Si.Med., Sp.B-ET., M.H., M.A.R.S., FINACS., FISQua.

 

Penghargaan ini menjadi apresiasi atas inovasi rumah sakit dalam membangun hubungan yang berkelanjutan dengan pasien dan komunitas, sekaligus menunjukkan bahwa fungsi kehumasan dapat berkontribusi lebih luas daripada sekadar publikasi dan penyebaran informasi.

 

Direktur RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dr. Arief Budiman, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Menurut dia, penghargaan ini menjadi kesempatan bagi rumah sakit untuk menunjukkan praktik kehumasan yang mengedepankan pendampingan pasien dan penguatan hubungan dengan komunitas.

 

“Alhamdulillah, kami bersyukur atas penghargaan ini. Kami mendapat kesempatan untuk menunjukkan bahwa rumah sakit dapat membangun hubungan yang bermakna dengan pasien melalui komunitas yang aktif dan berkelanjutan. Dalam program ini, RS PKU Muhammadiyah Surakarta mewadahi dan mendukung komunitas pasien serta penyintas kanker payudara melalui pendampingan Humas, dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya,” ungkap Arief.

 

Ia menambahkan, keterlibatan rumah sakit dalam komunitas menciptakan kedekatan emosional antara pasien dan institusi pelayanan kesehatan. Pengalaman serta dukungan yang dirasakan anggota kemudian mendorong mereka untuk saling menguatkan dan mengajak pasien lain bergabung.

 

Arief berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan program berbasis komunitas sekaligus menginspirasi rumah sakit lain dalam membangun lingkungan yang mendukung pasien.

 

“Penghargaan ini menjadi pemicu dan motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan program berbasis komunitas. Kami berharap praktik ini juga menginspirasi rumah sakit lain untuk membangun komunitas pasien yang aktif, saling mendukung, dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya,” tambahnya.

 

GSS Miliki Lebih dari 200 Anggota

 

Kepala Bagian Pemasaran, Humas dan Kemitraan RS PKU Muhammadiyah Surakarta, Betty Andriani, menjelaskan bahwa program yang diikutsertakan dalam kompetisi tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas unit. Kolaborasi melibatkan Bagian Pemasaran, Humas dan Kemitraan, Klinik Bedah Onkologi, serta unit terkait yang mendampingi pasien dan penyintas kanker payudara.

 

Program ini juga didukung pengurus Grup Sehat dan Semangat (GSS), komunitas binaan RS PKU Muhammadiyah Surakarta.

 

Mengusung tema “Dari Komunitas Pasien Menjadi Keluarga, Partner dan Penggerak Loyalitas”, program tersebut menempatkan komunitas sebagai bagian strategis dalam membangun hubungan rumah sakit dengan pasien secara partisipatif dan berkelanjutan.

 

Betty menjelaskan, GSS tumbuh dari kebutuhan pasien untuk berbagi pengalaman dan memberikan dukungan satu sama lain. Seiring waktu, komunitas ini berkembang menjadi ruang interaksi yang melibatkan lebih dari 200 anggota pada akhir 2025, terdiri atas pasien, penyintas, keluarga, dokter, dan tenaga kesehatan.

 

Menurut Betty, potensi komunitas tersebut perlu dikelola secara terarah agar tidak sekadar menjadi grup komunikasi atau kegiatan sesaat.

 

“Modal sosial yang besar ini perlu dikelola agar tidak berhenti sebagai grup komunikasi atau kegiatan komunitas yang bersifat sesaat. Di sinilah Humas berperan strategis melalui pendekatan community relations, yaitu mengembangkan hubungan yang terkelola, partisipatif, dua arah, dan berkelanjutan,” jelasnya.

 

Melalui pendekatan tersebut, pasien tidak hanya ditempatkan sebagai penerima layanan kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem rumah sakit. Mereka dapat menyampaikan aspirasi, memberikan masukan, serta menjadi mitra dalam upaya peningkatan mutu pelayanan.

 

Komunitas juga menjadi ruang untuk membangun kepercayaan, memperkuat pengalaman pasien, dan menumbuhkan keterikatan positif dengan rumah sakit.

 

Kehumasan Berorientasi pada Pengalaman Pasien

 

Ketua Umum PERHUMASRI, Anjari Umarjiyanto, menyampaikan bahwa PERHUMASRI Award merupakan bentuk apresiasi terhadap kinerja anggota dalam mengembangkan praktik kehumasan dan pemasaran rumah sakit.

 

Penilaian penghargaan mencakup sejumlah kategori, antara lain pengelolaan media sosial rumah sakit, program kehumasan terbaik, serta program pemasaran terbaik.

 

Salah satu juri PERHUMASRI Award 2026, CEO NoLimit Indonesia, Aqsath Rasyid Naradhipa, menilai ajang tersebut memiliki nilai positif bagi pengembangan praktik kehumasan rumah sakit. Melalui kompetisi ini, anggota PERHUMASRI dapat saling belajar dari program-program unggulan, termasuk inisiatif yang memberikan dampak positif terhadap pendapatan rumah sakit.

 

Bagi RS PKU Muhammadiyah Surakarta, penghargaan ini sekaligus menegaskan pentingnya membangun hubungan dengan pasien melalui pendampingan yang konsisten, kolaborasi lintas unit, dan keterlibatan aktif komunitas.

 

Ke depan, rumah sakit berkomitmen memperluas pengembangan komunitas pasien pada layanan lainnya serta memperkuat peran komunitas sebagai mitra strategis. Program pendampingan juga diharapkan semakin terukur dan berkelanjutan.

 

Dengan demikian, prestasi PERHUMASRI Award 2026 tidak hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga menjadi dorongan untuk meningkatkan pengalaman pasien, memperkuat kepercayaan masyarakat, dan menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berorientasi pada kebutuhan pasien. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!