SOLO, MENARA62.COM – Hati ayam yang selama ini lebih dikenal sebagai bahan lauk diolah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menjadi camilan crispy cookies. Inovasi bernama FeBites itu mengantarkan mereka meraih Silver Medal dalam 8th World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2026 di Malaysia.
FeBites dikembangkan sebagai alternatif camilan sumber zat besi yang ditujukan untuk mendukung upaya pencegahan anemia pada remaja.
Gagasan tersebut berangkat dari perhatian mahasiswa UMS terhadap persoalan anemia pada kelompok remaja. Mereka kemudian mencari pendekatan berbasis pangan yang tidak hanya mempertimbangkan kandungan gizi, tetapi juga dekat dengan kebiasaan konsumsi kelompok sasaran.
Ketua Tim FeBites, Muhammad Reza Kurniawan, mengatakan bentuk cookies dipilih karena praktis dan akrab dengan pola konsumsi camilan remaja.
“Awalnya kami melihat permasalahan anemia pada remaja. Dari situ kami mencoba mencari alternatif yang bisa lebih dekat dengan kebiasaan remaja, salah satunya melalui camilan,” ujar Reza, Jumat (2/10/2026).
Hati ayam diolah menjadi tepung
FeBites dibuat dengan mengolah hati ayam menjadi tepung. Bahan tersebut kemudian diformulasikan dengan sejumlah bahan lain, termasuk tepung bayam, sebelum diolah menjadi crispy cookies.
Menurut Reza, proses pengembangan tidak berhenti pada pemilihan bahan. Tim melakukan sejumlah tahapan, mulai dari pengolahan hati ayam menjadi tepung, pembuatan tepung bayam, penyusunan formulasi, pembuatan produk, hingga pengujian.
“Jadi, inovasinya bukan hanya pada bahan yang digunakan, tetapi juga bagaimana bahan tersebut diolah menjadi produk pangan yang praktis dan mudah dikonsumsi,” katanya.
Pengembangan FeBites melibatkan mahasiswa dari dua bidang keilmuan di UMS, yakni Program Studi Keperawatan dan Program Studi Ilmu Gizi.
Kolaborasi tersebut mempertemukan perspektif kesehatan, keperawatan, dan ilmu gizi untuk merancang produk yang berangkat dari persoalan kesehatan sekaligus mempertimbangkan kebutuhan gizi kelompok sasaran.
Tim FeBites terdiri atas Muhammad Reza Kurniawan, Putri Azzahra Namora, Asrofi Noor Masithoh, Reja Arrafi, Poppy Aureliana Riadita, dan Dwi Nur Afifah. Mereka berada di bawah
bimbingan Siti Arifah, S.Kp., M.Kes., Ph.D., dosen Program Studi Keperawatan UMS.
Tembus kompetisi inovasi di Malaysia
Inovasi tersebut kemudian dibawa ke ajang 8th World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2026 di Malaysia.
Kompetisi yang diselenggarakan International Young Scientist Association (IYSA) bersama SEGi University & Colleges itu digelar secara luring di SEGi University, Kota Damansara, Malaysia.
FeBites berkompetisi dalam kategori Applied Life Science.
Dalam sesi presentasi, Reza bersama tim memaparkan latar belakang persoalan anemia pada remaja, alasan pemilihan hati ayam, proses pengembangan produk, hingga inovasi yang ditawarkan melalui FeBites.
Presentasi tersebut mendapat respons positif dari dewan juri. Tim juga memperoleh sejumlah masukan untuk pengembangan FeBites dalam jangka panjang.
Setelah melalui rangkaian penilaian, FeBites berhasil meraih Silver Medal. Penghargaan tersebut diterima langsung tim dalam Awarding Ceremony WICE 2026 pada 23 September 2026.
Bagi tim, capaian tersebut tidak sekadar menjadi penghargaan dalam kompetisi internasional. Pengalaman itu menjadi bagian dari upaya mahasiswa UMS membawa gagasan berbasis persoalan kesehatan masyarakat ke panggung internasional.
Dukungan program studi dan universitas turut membantu proses pengembangan gagasan hingga dapat dipresentasikan dalam kompetisi inovasi tingkat internasional.
Ke depan, tim FeBites berencana mengembangkan produk agar dapat diproduksi dalam skala lebih besar. Penyempurnaan produk juga akan terus dilakukan untuk membuka peluang pemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat. (*)

