28.7 C
Jakarta

Masyarakat Jangan Ragu Terapkan Pola Pertanian Moderen

Must read

HW UMS Gelar Resepsi Milad ke-11 dan Pelantikan Pengurus Secara Online untuk Pertama Kali

    PABELAN, MENARA62.COM-Resepsi Milad ke-11 sekaligus pelantikan Kafilah Penuntun Moh. Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) periode 2020/2021 di gelar secara online melalui aplikasi Zoom dan...

Edukasi Lewat Webinar, Satgas Covid-19 UMS Minta Setelah Vaksin Tetap Patuhi Prokes 5M

    PABELAN, MENARA62.COM- Gugus Tugas Covid-19 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Webinar yang membahas seputar rapid test dan vaksinasi Covid-19. Webinar menggunakan aplikasi zoom tersebut...

MDMC JATENG TERJUNKAN TIM RESPON BENCANA GEMPA BUMI KE MAMUJU SULAWESI BARAT

  SEMARANG, MENARA62.COM- Indonesia kembali diguncang gempa bumi. Kali ini gempa bumi melanda Provinsi Sulawesi Barat. Gempa pertama terjadi pada Kamis 14 Januari 2021 pukul...

MERAWAT KLUSTER KELUARGA DALAM PENGUNGSIAN

  KALIMANTAN SELATAN, MENARA62.COM-Banjir yang melandai sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan menjadikan gelombang pengungsi memenuhi beberapa titik lokasi yang dianggap aman. Bagi warga yang pemukimannya mulai...

YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Masyarakat jangan ragu terapkan pola pertanian modern. Selama ini, sistem pertanian yang sudah diterapkan oleh petani, dinilai masih kurang ramah lingkungan. Pasalnya, para petani hanya peduli pada produk hasil pertanian dan mengesampingkan dampak lingkungan yang terjadi akibat sistem pertanian yang mereka lakukan.

“Oleh karenanya, petani perlu mengubah pola pertanian tersebut,” kata Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, MP, Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di depan peserta ICOSA (International Conference on Sustainable Agriculture), di Yogyakata, Rabu (18/1/2017).

Ia menuturkan, bahwa perubahan sistem pertanian harus lebih ramah lingkungan. Kata Gunawan, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan. Di antaranya cara membersihkan lahan pascapanen. “Petani Indonesia cenderung membakar lahan pascapanen sebelum melakukan penanaman tanaman baru,” papar Gunawan.

Dikatakan Gunawan, asap hasil pembakaran itu mengandung karbondioksida yang berpengaruh buruk bagi atmosfer. “Sehingga seharusnya petani mulai mengubah pola pertanian mereka,” tegas Gunawan.

Faktor lainnya yang perlu diperhatikan petani adalah penggunaan material pertanian. Petani lokal harus memiliki cara khusus untuk menangani pola iklim yang baru dengan memanfaatkan berbagai sumber bahan organik dan mengurangi penggunaan pupuk sintetis, terutama pupuk yang memiliki kandungan nitrogen.

“Penggunaan rumah kaca juga harus dikurangi karena gas yang dihasilkan juga berdampak buruk pada lingkungan,” jelas Gunawan yang menambahkan, penggunaan bahan organik dalam sistem pertanian memiliki manfaat positif bagi kualitas tanah.

Bahan organik yang digunakan, disebut Gunawan, selain untuk mengurangi kerentanan terhadap erosi tanah (erodibilitas tanah), juga dapat meningkatkan ketersediaan nutrisi dan meningkatkan retensi air dalam tanah. “Sehingga tanah akan tetap terjaga kesuburannya, dan berpengaruh pada kualitas produk pertanian yang dihasilkan,” papar Gunawan lagi.

Meski demikian, Gunawan mengungkapkan, masih banyak tantangan untuk dapat mengubah cara tanam petani di Indonesia. Meski sudah jelas keunggulannya, tetapi petani masih belum tentu mau berpindah ke organic agriculture.  Banyak petani yang masih mengeluhkan soal biaya yang lebih tinggi dan proses yang mereka nilai lebih rumit.

“Namun kita tetap harus optimis untuk dapat mengubah cara tanam petani karena di Indonesia masih banyak mahasiswa program studi ilmu pertanian sehingga ke depannya Indonesia dapat mengatur keberlangsungan sistem pertanian kita,” kata Gunawan di depan Prof. Michael Theodorou (Harper Adams University, United Kingdom), Prof. Dr. Normah Mohd Noor (University Kebangsaan Malaysia), Dr. Sander de Vriez (Wageningen University, Netherland), Prof. Bhi Bremer (Otago University, New Zealand), dan Prof. Hironori Yasuda (Yamagata University, Japan).

–Affan Safani Adham–

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

HW UMS Gelar Resepsi Milad ke-11 dan Pelantikan Pengurus Secara Online untuk Pertama Kali

    PABELAN, MENARA62.COM-Resepsi Milad ke-11 sekaligus pelantikan Kafilah Penuntun Moh. Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) periode 2020/2021 di gelar secara online melalui aplikasi Zoom dan...

Edukasi Lewat Webinar, Satgas Covid-19 UMS Minta Setelah Vaksin Tetap Patuhi Prokes 5M

    PABELAN, MENARA62.COM- Gugus Tugas Covid-19 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Webinar yang membahas seputar rapid test dan vaksinasi Covid-19. Webinar menggunakan aplikasi zoom tersebut...

MDMC JATENG TERJUNKAN TIM RESPON BENCANA GEMPA BUMI KE MAMUJU SULAWESI BARAT

  SEMARANG, MENARA62.COM- Indonesia kembali diguncang gempa bumi. Kali ini gempa bumi melanda Provinsi Sulawesi Barat. Gempa pertama terjadi pada Kamis 14 Januari 2021 pukul...

MERAWAT KLUSTER KELUARGA DALAM PENGUNGSIAN

  KALIMANTAN SELATAN, MENARA62.COM-Banjir yang melandai sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan menjadikan gelombang pengungsi memenuhi beberapa titik lokasi yang dianggap aman. Bagi warga yang pemukimannya mulai...

Sinergitas Pemuda Muhammadiyah Barito Utara dan ortom galang donasi Peduli bencana Kalsel

MUARA TEWEH, MENARA62.COM - Muhammadiyah Barito Utara mengadakan kegiatan penghimpunan donasi peduli bencana Kalimantan Selatan yang dilaksanakan di Masjid At Taqwa jalan...