25.6 C
Jakarta

UMY Selenggarakan Konferensi Pertanian Internasional

Baca Juga:

SD Muhammadiyah 1 Ketelan Salurkan 1.000 Bungkus Zakat plus 100 Paket Baksos

  SOLO, MENARA62.COM – Perkuat Religius, Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 1 Ketelan menyalurkan 1.000 bungkus zakat fitri dan 100 paket bakti sosial (baksos) melalui Lembaga...

Hardiknas 2021, Momentum Tepat bagi Guru Lakukan Perubahan

JAKARTA, MENARA62.COM – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021 menjadi momentum penting bagi para guru untuk melakukan berbagai perubahan. Hal tersebut sejalan dengan kebijakan...

Sambut Harsunas 2021, Rumah Sunat dr Mahdian Gelar Sunatan Massal

JAKARTA, MENARA62.COM – Dalam rangka menyambut Hari Sunat Nasional (Harsunas) 2021 yang berlangsung tanggal 15 Mei sampai 15 Juli 2021, Rumah Sunat dr. Mahdian...

Pemerintah Fasilitasi Pengusaha Kuliner Masuk Marketplace

JAKARTA, MENARA62.COM - Pada 2019 lalu, Kementerian Koperasi dan UKM telah merujuk Nota Kesepahaman dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek). Sebagai tindak lanjut...

YOGYAKARTA, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) selenggarakan konferensi pertanian internasional (ICOSA/International Conference on Sustainable Agriculture), di Yogyakarta, 17-18 Januari 2017.

Melalui kegiatan ini, perubahan sistem pertanian harus lebih ramah lingkungan diharapkan, dapat lebih populer. Selama ini, petani Indonesia cenderung membakar lahan pascapanen sebelum melakukan penanaman tanaman baru.

Konferensi internasional yang diselenggarakan hingga Rabu (18/1/2017) ini, menghadirkan narasumber Prof. Michael Theodorou (Harper Adams University, United Kingdom), Prof. Dr. Normah Mohd Noor (University Kebangsaan Malaysia), Dr. Sander de Vriez (Wageningen University, Netherland), Prof. Bhi Bremer (Otago University, New Zealand) dan Prof. Hironori Yasuda (Yamagata University, Japan).
Menurut ketua panitia ICOSA, Dina Wahyu Trisnawati, S.P. M.Agr, Ph.D, para peserta konferensi juga diajak berdiskusi terkait eco farming dalam enam bidang, yakni agro-biotechnology, plant production, plant protection, soil & climate, post-harvest, dan waste management. ”
Dari diskusi tersebut, para peserta diharapkan memiliki strategi khusus untuk mengatasi masalah global change. Kemudian, tujuan yang lain dari konferensi ini adalah scientist atau researcher Indonesia bisa membuat sebuah penelitian baru.

“Sekiranya bisa mengatasi masalah-masalah yang muncul di dunia pertanian di Indonesia,” ungkap Dina.

Selain kuliah umum dan forum diskusi, agenda lain dalam ICOSA 2017 adalah poster presentation. Para peserta yang sebelumnya sudah membuat poster terkait tema yang dibahas, kemudian mempresentasikan lebih lanjut kepada peserta lainnya.
Konferensi internasional ini diikuti 200 orang peserta berasal dari Indonesia, Jepang, Filipina, Malaysia, Thailand, Iran, dan Nigeria. Para peserta tidak hanya dari kalangan mahasiswa S2 dan S3 saja, namun juga dari instansi penelitian dan profesional company di bidang pertanian.

–Affan Safani Adham–

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

SD Muhammadiyah 1 Ketelan Salurkan 1.000 Bungkus Zakat plus 100 Paket Baksos

  SOLO, MENARA62.COM – Perkuat Religius, Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 1 Ketelan menyalurkan 1.000 bungkus zakat fitri dan 100 paket bakti sosial (baksos) melalui Lembaga...

Hardiknas 2021, Momentum Tepat bagi Guru Lakukan Perubahan

JAKARTA, MENARA62.COM – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021 menjadi momentum penting bagi para guru untuk melakukan berbagai perubahan. Hal tersebut sejalan dengan kebijakan...

Sambut Harsunas 2021, Rumah Sunat dr Mahdian Gelar Sunatan Massal

JAKARTA, MENARA62.COM – Dalam rangka menyambut Hari Sunat Nasional (Harsunas) 2021 yang berlangsung tanggal 15 Mei sampai 15 Juli 2021, Rumah Sunat dr. Mahdian...

Pemerintah Fasilitasi Pengusaha Kuliner Masuk Marketplace

JAKARTA, MENARA62.COM - Pada 2019 lalu, Kementerian Koperasi dan UKM telah merujuk Nota Kesepahaman dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek). Sebagai tindak lanjut...

Cegah Warga Nekad Mudik, Pemerintah Siapkan 381 Pos Penyekatan

JAKARTA, MENARA62.COM - Meskipun sudah dilarang, pemerintah memperkirakan masih ada sekitar 17,2 juta atau 7% warga yang nekat mudik pada masa lebaran 2021 ini. "Sebagian...