FLORES, MENARA62.COM — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengaktifkan Pos Koordinasi Wilayah (Poskorwil) di Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memperkuat respons kemanusiaan terhadap gempa bumi yang melanda wilayah Flores.
Pengaktifan Poskorwil tersebut menjadi bagian dari respons awal MDMC untuk memantau kondisi masyarakat terdampak sekaligus memastikan kebutuhan di lapangan dapat ditindaklanjuti secara terkoordinasi.
Poskorwil MDMC di Ende akan mendukung respons di enam kabupaten, yakni Manggarai Timur, Ende, Manggarai Barat, Sikka, Manggarai, dan Nagekeo.
Selain mengaktifkan Poskorwil, MDMC juga menyiapkan posko sementara di SMK Muhammadiyah Manggarai Timur. Posko tersebut akan menjadi salah satu titik pendukung dalam pelaksanaan respons kemanusiaan di wilayah terdampak.
Kirim Tim Asistensi dan Siapkan Logistik
Dalam respons awal, MDMC mengirimkan dua personel asistensi dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yakni Wakil Ketua MDMC Indrayanto dan Ketua Bidang Tanggap Darurat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sarniyah.
Keduanya akan diperkuat tim MDMC Jawa Timur untuk membantu koordinasi serta melakukan asesmen kebutuhan masyarakat terdampak.
Sementara itu, kebutuhan logistik darurat tengah dipersiapkan oleh tim MDMC Jawa Timur untuk mendukung masyarakat selama masa tanggap darurat.
Dukungan terhadap respons bencana juga dilakukan melalui layanan kesehatan. Tim medis dari Klinik PKU Muhammadiyah Ende telah beroperasi di lokasi terdampak.
Tim kesehatan berikutnya dari PKU Muhammadiyah Bima dan Jawa Timur juga disiapkan untuk bergabung dalam operasi kemanusiaan tersebut.
Posko Berpusat di Klinik PKU Muhammadiyah Ende
Poskorwil MDMC untuk respons gempa Flores berlokasi di Klinik PKU Muhammadiyah Ende. Posko ini menjadi pusat penguatan koordinasi respons Muhammadiyah di wilayah terdampak.
Melalui penguatan koordinasi wilayah, pendirian pos koordinasi dan pos pelayanan Muhammadiyah, serta dukungan personel dari berbagai daerah, MDMC berkomitmen mendampingi masyarakat terdampak.
Respons kemanusiaan tersebut akan terus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan, termasuk melalui asesmen serta koordinasi antartim.
MDMC menegaskan penguatan Poskorwil menjadi langkah penting untuk memastikan penanganan dampak gempa di Flores dapat berjalan secara terkoordinasi dan menjangkau wilayah yang membutuhkan dukungan. (*)
