30.7 C
Jakarta

Media Sosial Menciptakan Mass Self Communication

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM—Staf Ahli Menkominfo Bidang Hukum Prof Dr Henry Subiakto mengatakan, media sosial menciptakan mass self communication, sehingga pesan tersebar luas lewat person to person. Saat menjadi trending topic, maka berita itu bisa saling pengaruh dengan media massa.

“Di media sosial, besar kemungkinan terjadi konflik, karena isinya memang sangat beragam. Dari kelompok Islam kaffah, sampai yang pemahaman Islamnya tidak jelas,” ujar Prof Henry Subiakto ketika menjadi salah satu nara sumber dalam pengajian bulanan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di PP Muhammadiyah, Jumat (3/2/2017) malam.

Henry mengingatkan, masyarakat harus bisa memahami fenomena media abal-abal, akun anonym, buzzer dan hoax.

“Media abal-abal amat merugikan dan berpotensi melanggar UU Pers, UU ITE, berpotensi ghibah, fitnah, melanggar UU copyright,” ujar Henry yang mengingatkan, banyak pihak yang “berternak” media abal-abal ini.

Terkait Hoax, Henry mengungkapkan sejumlah ciri hoax. Diantaranya, hoax itu pesan atau berita yang menipu. Informasinya memunculkan kecemasan, kebencian, atau memuja orang secara berlebihan.

“Sumbernya tidak jelas, sehingga tidak bisa dimintai pertanggungjawabannya. Pesannya sepihak. Dan seringkali mencatut nama orang besar dan menggunakan nama media yang mirip media terkenal,” ujarnya.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!