25.6 C
Jakarta

Mengenal Social Distancing yang Dapat Turunkan Risiko COVID-19

Must read

Riyadhus Shalihin Bab 2 Sesi Tanya Jawab

Rekaman LIVE : Kajian Riyadhus Shalihin - Imam An-Nawawi Bab 2. Taubat Sesi Tanya Jawab oleh Ustadz Abdurrahman al-Baghdadi, Ahad, 26 Juli 2020. Diproduksi &...

Pastikan KIP Kuliah Tepat Sasaran, Pemerintah Luncurkan Program #temanKIP

JAKARTA, MENARA62.COM – Guna memastikan bahwa program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah tepat sasaran, pemerintah meluncurkan program #temanKIP, Senin (3/8/2020). Program yang diinisiasi oleh...

BATAN Kembangkan Sistem Pemantauan Zat Radioaktif Terintegrasi

JAKARTA, MENARA62.COM - Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mengembangkan sistem pemantauan zat radioaktif yang terintegrasi dalam rangka memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa zat radioaktif...

Fenomena Anak Kita, Pergi Dicari, Pulang Dimarahi

Oleh: Ashari* KHALIL Gibran, filsuf dan sastrawan kesohor ini pernah membuat pernyataan mengejutkan bahwa anak kita bukanlah anak kita. Anak kita adalah milik zaman-nya. Apa...

JAKARTA, MENARA62.COM — Wabah COVID-19 kini telah menginfeksi lebih dari 169.000 kasus secara global dan menelan sekitar 6.500 korban jiwa. Di Indonesia sendiri, sampai saat ini sudah ada 134 kasus dan 5 pasien yang meninggal dunia. Sebagai salah satu upaya mengurangi risiko penularan COVID-19, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, menyarankan untuk menjalani social distancing.

Lantas, apa itu social distancing dan bagaimana jarak sosial ini dianggap dapat menurunkan risiko penularan virus SARS-CoV-2.

Apa itu social distancing?

Dilansir dari John Hopkins Universitysocial distancing adalah salah satu upaya dalam mengurangi risiko infeksi menular dan tidak berdekatan dengan orang sakit.

Social distancing tidak sekadar membatasi kontak dengan orang sakit, melainkan juga dengan membatalkan acara kelompok hingga menutup fasilitas umum untuk menghindari keramaian.

Jika diterapkan untuk mengurangi penularan COVID-19, metode ini digunakan untuk memperlambat infeksi virus di antara populasi yang berisiko tinggi. Selain itu, jarak sosial disebut-sebut juga untuk mengurangi beban tenaga kesehatan.

Orang sehat atau orang yang berpotensi terinfeksi virus minimal perlu menjaga jarak sekitar dua meter atau panjang tubuh orang dewasa. Dengan demikian, jarak sosial juga menyarankan seseorang untuk tidak menyentuh orang lain, termasuk berjabat tangan.

Hal ini dikarenakan sentuhan fisik merupakan cara penularan dan penyebaran termudah, terutama dalam kasus COVID-19 ini.

Memang social distancing tidak dapat mencegah 100% penularan, tetapi metode sederhana ini membutuhkan peranan Anda untuk memperlambat penyebaran virus.

Apabila jumlah kasus yang setiap harinya terus meningkat tidak dijaga, tentu akan semakin mempersulit penanganan di rumah sakit karena pasien yang terus berdatangan.

Akibatnya, angka kematian akan terus mengikuti karena jumlah tenaga dan fasilitas kesehatan yang tidak sebanding dengan banyaknya pasien.

Maka itu, pemerintah di hampir sebagian besar negara yang terinfeksi menyarankan tidak bepergian untuk sementara waktu kecuali urusan mendesak.

Mengapa social distancing efektif mengurangi penularan virus?

Apabila dilakukan dengan benar, social distancing dalam skala besar dapat memperlambat rantai penularan virus dari orang ke orang. Hal ini dikarenakan kebanyakan orang yang terinfeksi dapat menyebarkan virusnya setidaknya lima hari sebelum mereka menunjukkan gejala.

Oleh karena itu, jarak sosial dapat membantu membatasi penularan, terutama dari orang-orang yang belum sadar bahwa mereka terinfeksi virus.

Metode ini sebenarnya pernah digunakan ketika wabah flu Spanyol 1918 dan dinilai cukup efektif di beberapa negara yang terinfeksi.

Sebuah studi PNAS mengungkapkan bahwa kota-kota yang melakukan social distancing saat awal pandemi memiliki tingkat kematian yang cukup rendah. Jarak sosial yang dilakukan saat flu Spanyol ini berupa menutup sekolah dan melarang acara di tempat umum.

Menurut Tom Inglesby, direktur pusat di John Hopkins Center for Health Security, konsep ini sebenarnya sudah diterapkan pada dua kota di Tiongkok.

Kota Guanghzhou merupakan salah satu kota yang melakukan pengendalian penyakit sejak awal wabah COVID-19. Alhasil, kota tersebut memiliki jumlah pasien rawat inap yang jauh lebih rendah ketika puncak wabah terjadi.

Sementara itu, social distancing juga satu dari sedikit cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan infeksi virus. Hal ini dikarenakan vaksin COVID-19 masih dalam pengembangan dan belum ada obat untuk memperlambat infeksi virus.

Oleh karena itu, melakukan karantina terhadap diri sendiri untuk mempertimbangkan risiko penularan dan penyebaran infeksi virus ternyata cukup penting.

Setidaknya, Anda dapat melindungi diri sendiri dan anggota keluarga di rumah meskipun tidak semua orang melakukannya.

Tindakan lainnya untuk mengurangi penyebaran penyakit

Social distancing perlu dilakukan oleh semua orang, terutama bagi Anda yang sedang dalam keadaan kurang sehat dan lansia dengan penyakit penyerta, seperti diabetes dan jantung.

Membatasi jarak sosial pun perlu diikuti dengan menjaga kesehatan dan kebersihan diri sendiri. Terdengar mudah dan sederhana, tetapi mencuci tangan dan mengikuti etika batuk ternyata cukup efektif memperlambat penyebaran infeksi SARS-CoV-2.

Sementara itu, tindakan kesehatan masyarakat lainnya yang bisa digunakan untuk membatasi penyebaran infeksi adalah isolasi dan karantina.

Isolasi merupakan metode yang digunakan oleh seseorang ketika mereka sakit dan memiliki infeksi menular. Setidaknya, orang sakit akan dipisahkan dengan orang sehat.

Isolasi diri sendiri sebenarnya dapat dilakukan, tetapi alangkah baiknya ketika Anda mengalami sejumlah gejala berkaitan dengan COVID-19 segera memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan.

Pada beberapa besar kasus, isolasi dilakukan secara sukarela. Namun, hampir sebagian pemerintah mewajibkan isolasi pada orang sakit untuk melindungi kesehatan masyarakat.

Sementara itu, orang yang menjalani karantina juga akan terpisah dari orang lain. Walaupun tidak menunjukkan gejala, kemungkinan penularan masih dapat terjadi.

Tindakan karantina lainnya adalah membatasi orang yang datang dan pergi ke daerah tertentu. Negara mempunyai kekuatan agar proses karantina berlangsung lancar di kota masing-masing. Baik isolasi dan karantina setidaknya dapat dilakukan untuk memperlambat penyebaran penyakit menular.

Social distancing tidak akan efektif jika Anda tidak menjaga kebersihan dan kesehatan diri sendiri sebagai upaya mengurangi risiko penularan dan penyebaran COVID-19. Tetap mendapatkan tidur yang cukup, memenuhi kebutuhan nutrisi dan rutin berolahraga di rumah setidaknya menjaga daya tahan tubuh menghadapi wabah penyakit. ()

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Riyadhus Shalihin Bab 2 Sesi Tanya Jawab

Rekaman LIVE : Kajian Riyadhus Shalihin - Imam An-Nawawi Bab 2. Taubat Sesi Tanya Jawab oleh Ustadz Abdurrahman al-Baghdadi, Ahad, 26 Juli 2020. Diproduksi &...

Pastikan KIP Kuliah Tepat Sasaran, Pemerintah Luncurkan Program #temanKIP

JAKARTA, MENARA62.COM – Guna memastikan bahwa program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah tepat sasaran, pemerintah meluncurkan program #temanKIP, Senin (3/8/2020). Program yang diinisiasi oleh...

BATAN Kembangkan Sistem Pemantauan Zat Radioaktif Terintegrasi

JAKARTA, MENARA62.COM - Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mengembangkan sistem pemantauan zat radioaktif yang terintegrasi dalam rangka memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa zat radioaktif...

Fenomena Anak Kita, Pergi Dicari, Pulang Dimarahi

Oleh: Ashari* KHALIL Gibran, filsuf dan sastrawan kesohor ini pernah membuat pernyataan mengejutkan bahwa anak kita bukanlah anak kita. Anak kita adalah milik zaman-nya. Apa...

UMY Gelar Workshop Pembelajaran Bahasa Inggris Interaktif Virtual Reality bagi Guru

YOGYAKARTA, MENARA62.COM - Pengembangan inovasi pada bidang pendidikan menjadi sangat penting khususnya metode pengajaran bagi guru sehingga dapat dipahami dengan baik oleh siswa. Oleh...