27.5 C
Jakarta

Menggarap Potensi Bebatuan Candi

Baca Juga:

Workshop Kominfo: Yuk, Makan Ikan Agar Generasi Indonesia Sehat, Kuat dan Cerdas

JAKARTA, MENARA62.COM - Sebagai upaya mensosialisasikan program pemerintah di Bidang Kelautan dan Perikanan 2020-2024, Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian...

PAN Sleman Suntik Militansi dengan Pelatihan Kader Amanat Dasar dan Saksi Pemilu

SLEMAN, MENARA62.COM - DPD Partai Amanat Nasional  Kabupaten Sleman terus menambah amunisi dan militansi kadernya dengan menggelar Pelatihan Kader Amanat Dasar (LKAD) dan pelatihan...

Platform Pembelajaran Digital Sebagai Sarana Pembelajaran Modern Guru

JAKARTA, MENARA62.COM - Menjawab tantangan yang dihadapi dunia pendidikan di masa pandemi COVID-19 saat ini, Kementerian Kominfo bersinergi dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia...

Bangun Kenyamanan Berusaha, Sleman Susun Raperda Penyelenggaraan Perizinan Daerah

SLEMAN, MENARA62.COM - Sebagai bentuk tindaklanjut UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah No 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan...

Batu Candi terbentuk dari lava yang keluar ke permukaan bumi yang kemudian membeku. Di Jawa Tengah, batu candi banyak ditemukan di aliran sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Letusan Gunung Merapi selalu mengeluarkan abu volkanik dan  memuntahkan lahar. Dan ketika hujan, lahar tersebut terbawa masuk ke dalam aliran sungai menjadi banjir lahar dingin. Banjir lahar dingin ini akan menyisakan jutaan meter kubik pasir dan batu di seluruh wilayah aliran sungai.

Mariyanto, (40 tahun) warga Desa Waru Kecamatan Salam Kabupaten Magelang melihat hal tersebut sebagai sebuah potensi. Meskipun latar belakang keahliannya adalah di bidang furniture, Mariyanto bertekad menekuni hal baru, yaitu mengolah batu. Pasar yang masih terbuka, bahan baku yang melimpah dan resiko kerugian yang lebih kecil menjadi alasannya  beralih ke bidang usaha pengolahan batu. Berbekal sedikit pengetahuan yang dimilikinya tentang batu secara turun temurun, Mariyanto memulai usahanya pada tahun 2004. Usaha yang dilakukan masih sebatas menyetor bahan baku batu candi ke pabrik pengolahan. Kemudian, setelah mendapatkan ijin resmi pada tahun 2007, ia memulai usahanya sendiri sebagai pengolah batu. Awalnya hanya mempunyai 5 mesin pemotong batu dan mempekerjakan  7 orang pengolah serta 25 orang penyedia bahan baku. Produknya adalah ornament batu dalam dua jenis, ornament bermotif dan tidak bermotif. Dalam sebulan dia mampu memproduksi kurang lebih 2 truk batu ornament dengan omset penjualan antara 75 juta sampai 100 juta.

Atas permintaan pasar yang terus meningkat dan masih tersedianya bahan baku yang melimpah, Mariyanto memutuskan untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Tujuh unit mesin kemudian di pesannya sehingga dia memiliki 12 unit mesin pemotong batu.

Tahun 2010, demi memperbesar usahanya,  Mariyanto mulai membuka diri untuk bekerja sama dengan pihak Bank. Ia mendapatkan suntikan dana dari PT Bank Tabungan Pensiun Nasional  sebesar Rp. 50 juta rupiah atau 50% dari kebutuhannya saat itu yang bisa di kembalikan dengan cicilan dan bunga ringan. BTPN berperan sebagai mitra yang mempunyai program pemberdayaan bagi nasabah melalui Daya Tumbuh Usaha, dengan tujuan membantu mendorong peningkatan bisnis pelaku usaha kecil.

Pada bulan agustus tahun 2013, total pinjaman Mariyanto di bank hanya 25% dari total omset penjualannya. Dengan pekerja sejumlah 25 orang dan mesin pemotong batu 15 unit, Mariyanto bisa mengkapalkan 4 kontainer ornament batu per bulannya yang bernilai sekitar 200 juta ke Malaysia, Belgia, Perancis dan Amerika.

“Setelah bekerja sama dengan pihak bank, saya jadi paham bagaimana mengelola keuangan dan lebih tahu tentang managemen sistem, karena BTPN tidak hanya membuka akses finansial, tetapi juga memberikan pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas nasabah dalam menjalankan usahanya” demikian Mariyanto menutup pembicaraannya.

— Gunawan AB —

Pemilihan sisi yang akan dibuang, akan sangat berpengaruh terhadap hasil ornamen batu di Salam, Magelang

Putaran mesin dan gesekan dengan batu menimbulkan suara bising dan debu yang berubah jadi lumpur karena bercampur dengan air, dalam proses pomotongan batu di Salam, Magelang

 

Pekerja memtong batu dengan cara menekan dengan kuat tuas gergaji ke arah bawah, di Salam, Magelang

Suara bising debu dan percikan air membuat pekerja harus melindungi dirinya dari hal yang tidak diingingkan, di Salam, Magelang

Pekerja memuat barang pekerja memuat barang dengan hati-hati agar-barang yang dikirim tidak rusak, di Salam, Magelang.

Gergaji batu bermotif ornamen batu bermotif dibuat menggunakan pemotong khusus, di Salam, Magelang.

Pekerja melakukan finishing ornament batu bermotif secara manual di Salam, Magelang.

Mariyanto

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

Workshop Kominfo: Yuk, Makan Ikan Agar Generasi Indonesia Sehat, Kuat dan Cerdas

JAKARTA, MENARA62.COM - Sebagai upaya mensosialisasikan program pemerintah di Bidang Kelautan dan Perikanan 2020-2024, Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian...

PAN Sleman Suntik Militansi dengan Pelatihan Kader Amanat Dasar dan Saksi Pemilu

SLEMAN, MENARA62.COM - DPD Partai Amanat Nasional  Kabupaten Sleman terus menambah amunisi dan militansi kadernya dengan menggelar Pelatihan Kader Amanat Dasar (LKAD) dan pelatihan...

Platform Pembelajaran Digital Sebagai Sarana Pembelajaran Modern Guru

JAKARTA, MENARA62.COM - Menjawab tantangan yang dihadapi dunia pendidikan di masa pandemi COVID-19 saat ini, Kementerian Kominfo bersinergi dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia...

Bangun Kenyamanan Berusaha, Sleman Susun Raperda Penyelenggaraan Perizinan Daerah

SLEMAN, MENARA62.COM - Sebagai bentuk tindaklanjut UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah No 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan...

Indonesia Berpartisipasi pada Waiwai World Fair 2021 yang Digelar di Kota Shizuoka

SHIZUOKA, MENARA62.COM - Pemerintah Kota Shizuoka, Jepang, menggelar Waiwai World Fair (WWF) 2021 yang menampilkan ragam budaya berbagai negara dunia, Ahad (28/11). Sebelumnya, WaiWai...