26 C
Jakarta

Meriahkan Tahun Baru 1444 Hijriyah, Majelis Al Ikhwah Magelang Gelar Pengajian Akbar

Baca Juga:

MAGELANG, MENARA62.COM – Semangat Tahun Baru Hijriyah 1444 yang pada kali ini bertepatan dengan 30 Juli 2022 diperingati oleh segenap keluarga besar Majelis Al-Ikhwah, Dukun Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan pengajian yang diadakan dalam rangka menyambut tahun baru Hijriyah tersebut ramai dipadati hampir 10.000 jama’ah.

Ustadz Bahari AW jamaah dari Bangunkerto Turi menjelaskan dengan etos selalu menjaga aqidah untuk menjalin ukhuwah yang solid, kajian yang dirintis oleh almarhum Ustads H. Yusron Amin ini terus berkembang dengan asuhan oleh ustadz Arif Munajat, adik ustadz Yusron.

Dalam kali itu Ustadz Arif Munajat dari pengurus Al Ikhwah menjelaskan segenap pengurus menyampaikan terima kasih penyelenggara dan jamaah yang hadir, karena  sudah selama 3 tahun tidak diadakan pengajian akbar 1 Muharram diadakan, jamaah membludak “Tercatat hampir 10 ribu  dari wilayah seputaran Magelang dan Sleman,” katanya.

Hari yang cerah di awal Muharram itu juga menghadirkan pembicara Koh Steven selaku pimpinan pusat Mualaf Center Indonesia.

“Kami mengajak kepada semua jama’ah dan berpesan agar mau berinfak, mengembalikan sesuatu yang dititipkan Allah ke jalan Allah,” katanya.

Pengalaman Koh Steven menjual rumah Rp12 miliar untuk membantu mengatasi Covid, tidak ingin diberi tepuk tangan atau sanjung pujian, tapi mengajak untuk ikuti menginfakkan harta di jalan Allah.

Dilanjut hiburan nasyid ustadz Baihaqi Al Arif dari Mualaf center yang eksis melalui Chanel YouTube di vertizone TV.

Pengajian ke dua disampaikan ustadz Sigit Yulianto MSI, dari pondok Yatim Nurani Insani, Gamping Sleman yang mengatakan bahwa Tahun Hijriyah diawali dari peristiwa hijrah Rasul Muhammad SAW, bukan lahir atau wafat nabi. Hijrah adalah peristiwa perjuangan dengan segala beratnya resiko yang ditanggung dan segala harapan digantungkan hanya kepada Allah.

“Allah menguji manusia dengan harta, anak keturunan  dan sebagainya, kita bisa mengambil pelajaran dari Nabi Ibrahim yang selalu sabar berdoa memohon kepada Allah untuk diberi keturunan hingga lebih dari 80 tahun. Dan setelah itu diuji untuk mengorbankan anaknya, dan orang beriman adalah orang yang lulus dalam ujian dunia untuk mengharap akhirat dan ridho Allah.  Spirit seperti ini harus terus dikobarkan umat Muslim terutama di awal tahun baru ini,” tutupnya.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!