SOLO, MENARA62.COM – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta menyiapkan serangkaian kegiatan untuk menyemarakkan Milad ke-114 Muhammadiyah dengan menyasar generasi muda. Mengusung tema besar “Bersama Satukan Bangsa”, agenda milad tahun ini dirancang agar tidak hanya dinikmati warga Muhammadiyah, tetapi juga masyarakat luas di Kota Surakarta.
Persiapan tersebut dimatangkan melalui rapat khusus interkoneksi agenda Milad ke-114 Muhammadiyah di ruang rapat PDM, Gedung Dakwah Balai Muhammadiyah Surakarta, Senin (12/10/2026).
Ketua Panitia Milad Muhammadiyah ke-114 PDM Kota Surakarta, Dr. Suyanto, mengatakan rangkaian kegiatan tahun ini dirancang lebih inklusif dengan mempertimbangkan karakter generasi muda yang akrab dengan teknologi digital, media sosial, dan berbagai perkembangan zaman.
“Harapannya, Milad Muhammadiyah ini bisa dinikmati oleh seluruh kalangan, bukan hanya internal Muhammadiyah, tetapi juga masyarakat Kota Surakarta,” ujar Suyanto, yang juga menjabat Ketua Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PDM Kota Surakarta.
Menurut dia, generasi muda perlu menjadi salah satu sasaran utama syiar milad. Pasalnya, generasi Z memiliki karakter, pola komunikasi, dan cara berinteraksi yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan yang relevan dengan kehidupan mereka.
Karena itu, panitia menyiapkan sejumlah kegiatan yang diharapkan mampu menarik partisipasi anak muda, mulai dari kegiatan olahraga, aktivitas komunitas, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Video Sejarah Berbasis AI hingga GowesMu
Sejumlah agenda yang disiapkan meliputi kegiatan olahraga, pembuatan video sejarah Muhammadiyah berbasis AI, fun run, serta GowesMu. Panitia juga mengagendakan kegiatan yang melibatkan Tapak Suci Putera Muhammadiyah sebagai bagian dari syiar organisasi.
Pemanfaatan AI untuk membuat video sejarah menjadi salah satu upaya menghadirkan perjalanan Muhammadiyah dalam format yang lebih dekat dengan kebiasaan generasi muda mengakses informasi digital.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, panitia berharap nilai-nilai Islam berkemajuan dapat tersampaikan dengan cara yang menarik, kreatif, dan mudah diterima generasi muda.
Suyanto menegaskan, rangkaian milad tidak hanya berorientasi pada kegiatan internal organisasi. Lebih dari itu, momentum tersebut diharapkan menjadi ruang perjumpaan antara Muhammadiyah dan masyarakat luas melalui kegiatan yang terbuka, partisipatif, serta memberikan manfaat nyata.
Tabligh Akbar Hadirkan Pendakwah Dekat dengan Anak Muda
Selain kegiatan olahraga dan kreativitas digital, panitia juga menyiapkan tabligh akbar yang dijadwalkan berlangsung pada 29 November 2026 di RS PKU Muhammadiyah Surakarta.
Kegiatan tersebut direncanakan bertepatan dengan momentum milad RS PKU Muhammadiyah Surakarta. Panitia menyiapkan pendakwah yang dikenal dekat dengan generasi muda dan aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah.
Suyanto menyebut Rizki Haas, kader Muhammadiyah asal Wonosobo, sebagai narasumber yang direncanakan mengisi kegiatan tersebut.
Kehadiran pendakwah yang akrab dengan dunia digital diharapkan dapat memperkuat pesan Islam berkemajuan sekaligus menghadirkan dakwah yang komunikatif bagi generasi muda.
Dengan pendekatan tersebut, Milad ke-114 Muhammadiyah di Surakarta diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperluas jangkauan dakwah dan memperkuat keterlibatan generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat.
Wali Kota Dorong Muhammadiyah Perkuat Dampak Sosial
Dalam keterangannya, Suyanto juga menyampaikan pesan Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, saat audiensi bersama PDM Kota Surakarta. Terdapat dua hal yang menjadi perhatian, yakni kepedulian terhadap lingkungan dan penguatan dampak kegiatan Muhammadiyah bagi masyarakat.
Menurut Suyanto, Wali Kota mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dalam setiap kegiatan yang melibatkan organisasi maupun komunitas masyarakat.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa penyelenggaraan kegiatan berskala besar perlu diimbangi dengan tanggung jawab terhadap lingkungan, termasuk pengelolaan kebersihan di lokasi acara.
Selain itu, Muhammadiyah didorong untuk terus memperkuat kegiatan yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat di luar lingkungan organisasi.
Selama ini, Muhammadiyah telah dikenal melalui kiprahnya di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan kemanusiaan. Namun, kegiatan publik yang mampu memperluas interaksi dengan masyarakat juga dinilai perlu terus dikembangkan.
“Pesan dari Pak Wali, kegiatan-kegiatan yang mempunyai dampak eksternal perlu diperkuat agar Muhammadiyah semakin memiliki peran signifikan di masyarakat, khususnya di Kota Surakarta,” kata Suyanto.
Dukungan Pemerintah Kota Surakarta diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Muhammadiyah dan berbagai pemangku kepentingan dalam menyukseskan rangkaian milad.
Suyanto juga menyampaikan bahwa Wali Kota Surakarta menyatakan kesiapan untuk ikut menyemarakkan kegiatan milad. Salah satu agenda yang disebutkan adalah keterlibatan dalam kegiatan Tapak Suci sebagai pendekar kehormatan.
Perkuat Koordinasi dan Dukungan Sponsor
Rapat khusus pada Senin (12/10/2026) tidak hanya membahas konsep kegiatan, tetapi juga mematangkan aspek teknis dan manajerial penyelenggaraan.
Menurut Suyanto, pembahasan mencakup dukungan sponsor atau pihak ketiga, pemetaan kebutuhan setiap kegiatan, serta pembagian tugas antarpanitia.
Panitia berupaya memastikan setiap agenda memiliki penanggung jawab atau person in charge (PIC) yang jelas. Dengan demikian, kebutuhan setiap kegiatan dapat terkoordinasi tanpa tumpang tindih.
Selain itu, panitia menerapkan pola kerja yang menghubungkan sektor utama atau leading sector dengan sektor pendukung. Setiap kebutuhan, mulai dari perlengkapan, sponsorship, hingga konsumsi, dikoordinasikan melalui penanggung jawab yang telah ditentukan.
Pola tersebut diharapkan membuat proses perencanaan, pendataan kebutuhan, dokumentasi, hingga evaluasi berjalan lebih terukur.
“Semua kebutuhan akan terdokumentasi, terdeteksi, dan tercatat dengan baik. Pada akhirnya, secara manajerial kita bisa mengevaluasi kelemahan dan kekurangan sehingga saat pelaksanaan nanti dapat diminimalkan,” jelasnya.
Panitia juga membuka ruang partisipasi berbagai pihak, baik melalui dukungan moral maupun material, untuk menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.
Melalui koordinasi yang terintegrasi, PDM Kota Surakarta berharap Milad ke-114 Muhammadiyah dapat berlangsung tertib, efektif, dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Lebih dari sekadar perayaan usia organisasi, momentum milad ini diharapkan memperkuat kontribusi Muhammadiyah dalam merawat persatuan, merangkul generasi muda, serta menghadirkan Islam berkemajuan yang dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat. (*)

