27.8 C
Jakarta

MIM Al Akbar Pandeyan Gelar Bimtek Kurikulum Merdeka Hadirkan Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan

Baca Juga:

 

BOYOLALI, MENARA62.COM – Hj Sri Sayekti MPd Kepala Sekolah Penggerak SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta mengisi materi Bimtek Implementasi Kurikulum Merdeka. Acara diikuti sebanyak 30 guru Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Al Akbar Pandeyan Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah, berlangsung di Gedung KSPPS BMT Surya Madani, Sabtu (11/2/2023).

Sayekti, demikian sapaan akrabnya, menjelaskan Kurikulum Merdeka bukan sekedar perubahan dokumen dan administrasi, tetapi lebih kepada peningkatan kualitas belajar peserta didik dan meningkatkan kualitas hubungan guru dengan para peserta didiknya.

“Penekanannya di sini dengan profil kepala sekolah bisa memfasilitasi dan meningkatkan mutu pendidikan mulai dari sarpras, dan peningkatan guru. Maka, profil guru harus berpihak kepada peserta didik, melaksanakan pembelajaran sesuai karakteristik dan kemampuan peserta didik,” terangnya.

Lebih lanjut Sayekti menyampaikan bahwa guru harus melakukan asesmen. Assesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, memfasilitasi pembelajaran, menyediakan informasi sebagai umpan balik untuk guru, peserta didik, dan orang tua.

Kurikulum Merdeka memberi ruang yang luas bagi guru dan siswa untuk berkreasi dan mengembangkan seluruh potensinya. Siswa mengalami proses belajar dengan bahagia.

“Saya harap guru mendidik anak dengan cinta dan kasih sayang. Selamat MIM Al Akbar Pandeyan gelar Bimtek Kurikulum Merdeka. Ikut membersamai kegiatan saya Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum Imam Priyanto dan staf kurikulum Sri Martono Lanjarsari,” paparnya.

Asesmen dirancang secara adil, valid dan dapat dipercaya, memberikan informasi yang kaya bagi guru, peserta didik dan orang tua mengenai kemajuan dan pencapaian pembelajaran, serta keputusan tentang langkah selanjutnya. Asesmen sebaiknya meliputi berbagai bentuk tugas, instrumen, dan teknik yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditargetkan.

“Asesmen perlu dirancang dan dilakukan sesuai dengan tujuan,” ujar Sayekti, sambil tersenyum.

Sayekti berpesan bahwa guru yang unggul adalah yang mampu melakukan asesmen belajar murid. Mengelompokkan siswa sesuai dengan kemampuannya. Menyiapkan perangkat ajar. Melaksanakan refleksi dan tindaklanjut hasil reffleksi. Menerapkan model pembelajaran yang bervariasi. Melaksanakan pembelajaran yang esensial.

“Program membangun karakter, pembelajaran dengan ekperimen untuk meningkatkan kreativitas siswa, melaksanakan kegiatan umpan balik. Terima kasih kepala MIM Al Akbar Pandeyan Agus Sutrisno MPdI,” pesannya. (*)

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!