26.6 C
Jakarta

MPKS Kalsel Pelajari Model Rumah Sakinah Muhammadiyah

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Selatan mempelajari model pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan Rumah Sakinah Muhammadiyah. Kunjungan studi yang berlangsung di Jakarta, Senin (20/7/2026), menjadi langkah awal untuk menghadirkan layanan serupa di Kalimantan Selatan.

Ketua MPKS PWM Kalimantan Selatan, Bahrudin AR., S.E., M.M., mengatakan pihaknya ingin mengadopsi konsep Rumah Sakinah Muhammadiyah sebagai pusat pelayanan dan pemberdayaan masyarakat di daerahnya.

“Kami berharap dapat menghadirkan Rumah Sakinah Muhammadiyah di Kalimantan Selatan. Banyak hal yang perlu dipersiapkan, mulai dari perizinan, kemitraan, hingga penyediaan tempat dan penguatan jejaring agar program ini dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Bahrudin, proses pendirian Rumah Sakinah Muhammadiyah membutuhkan persiapan yang matang, mulai dari aspek legalitas, penyusunan kelembagaan, penentuan mitra strategis, hingga penguatan jejaring dengan berbagai pihak. Ia juga menilai kolaborasi dengan organisasi perempuan Muhammadiyah, khususnya ‘Aisyiyah, menjadi salah satu kunci keberhasilan pengembangan program tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan MPKS PWM Kalimantan Selatan mempelajari tata kelola organisasi, strategi pelayanan, serta berbagai program yang telah dijalankan Rumah Sakinah Muhammadiyah.

Ketua Rumah Sakinah Muhammadiyah, M. Arif An, S.H., M.H., menjelaskan lembaganya mengembangkan berbagai program yang berfokus pada pendampingan sosial, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, serta penguatan ketahanan keluarga.

Menurutnya, Rumah Sakinah Muhammadiyah juga memberikan perhatian terhadap kelompok rentan, termasuk korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), tindak pidana perdagangan orang (TPPO), perempuan terdampak lokalisasi, hingga anak yang berhadapan dengan hukum.

“Rumah Sakinah Muhammadiyah diharapkan dapat tumbuh di berbagai daerah sebagai pusat pelayanan, pemberdayaan, dan penguatan masyarakat, khususnya kaum marginal. Dengan dukungan seluruh elemen Persyarikatan, kami optimistis program ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat dan masyarakat,” kata M. Arif An, yang juga menjabat Ketua Bidang Rehabilitasi Sosial MPKS Pimpinan Pusat Muhammadiyah serta Tenaga Ahli Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

Ia menegaskan, pengembangan Rumah Sakinah Muhammadiyah membutuhkan sinergi seluruh unsur Persyarikatan Muhammadiyah agar mampu menjawab berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan.

Selain berdiskusi mengenai tata kelola lembaga, delegasi MPKS PWM Kalimantan Selatan juga berdialog dengan jajaran pengelola Rumah Sakinah Muhammadiyah serta mendengarkan testimoni penerima manfaat program mengenai dampak pendampingan yang telah diberikan.

Delegasi MPKS PWM Kalimantan Selatan terdiri atas Bahrudin AR., M.M., Gilang DP Ibnu Avisa, S.Pd., Drs. M. Hasbi, dan Indah Setyaningsih, S.Pd.I. Sementara dari Rumah Sakinah Muhammadiyah hadir Ketua M. Arif An beserta jajaran pengurus dan pengelola.

Kedua pihak berharap kunjungan tersebut menjadi awal kerja sama yang lebih erat dalam mengembangkan Rumah Sakinah Muhammadiyah di Kalimantan Selatan. Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pendampingan sosial, pemberdayaan ekonomi, penguatan keluarga, serta perlindungan bagi kelompok rentan.

Dengan semakin luasnya jejaring Rumah Sakinah Muhammadiyah di berbagai daerah, model pemberdayaan berbasis Persyarikatan Muhammadiyah diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan sosial di Indonesia. (Febry Amirullah)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!