25.8 C
Jakarta

Musnakan 24 Ha Ladang Ganja dalam Waktu Sebulan, Kapolres Aceh Besar Pecahkan Rekor MURI

Must read

Digelar di Tengah Pandemi, Jumlah Peserta Anugerah Kihajar 2020 Alami Peningkatan

JAKARTA, MENARA62.COM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbud kembali menggelar Anugerah Kihajar. Kegiatan yang rutin dilakukan...

Prof Dadang: Muhammadiyah Harus Perkuat Dakwah Melalui Platform Digital

JAKARTA, MENARA62.COM – Pandemi Covid-19 telah membuat penggunaan internet meningkat tajam. Pada awal Januari 2020, tercatat 175 juta penduduk Indonesia secara aktif menjadi pengguna...

Program TEMAN BUS Telah Layani 1,5 Juta Lebih Perjalanan

JAKARTA, MENARA62.COM -- Sejak diluncurkan pada awal tahun 2020, Program TEMAN BUS (Transportasi Ekonomis, Mudah, Andal dan Nyaman) telah melayani 1,5 juta lebih perjalanan....

OLX Autos Jual-Beli-Tukar Tambah Lengkapi Kebutuhan Pelanggan di Pasar Mobil Bekas, Kini Hadir di Indonesia

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kebutuhan untuk memiliki mobil pribadi saat ini merupakan salah satu hal penting bagi pelanggan untuk menjalani aktivitas sehari-hari, dan kini mobil...

JAKARTA, MENARA62.COM – Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) memastikan bahwa operasi pencarian sekaligus pemusnahan ladang ganja seluas 24 hektar hanya dalam waktu sebulan, menjadi prestasi paling besar yang dicatat oleh jajaran kepolisian Indonesia hingga April 2019. Itu mengapa, Kapolres Aceh Besar AKBP Ayi Satria Yuddha, SH, SIK, M.Si sebagai penemu dan pemusnah ladang ganja terluas tersebut ditetapkan sebagai peraih rekor MURI untuk kategori pemusnah ladang ganja terluas dengan waktu tercepat.

Menurut Senior Manager MURI, Jusuf Ngadri, di Indonesia belum pernah ada catatan hasil pemusnahan ladang ganja lebih luas dibanding yang dilakukan oleh Kapolres Aceh Besar hingga kini.

“Ini adalah rekor yang luar biasa, bayangkan saja dalam satu bulan mampu menemukan dan memusnakan ladang ganja seluas 24 hektar,” kata Jusuf dalam siaran persnya, Senin (8/4).

Prestasi yang dicatat oleh Kapolres Aceh Besar tersebut menurut Jusuf tidak hanya akan efektif memberantas peredaran narkoba, tetapi sekaligus dapat menjadi inspirasi bagi Kapolres lainnya untuk bersunguh-sungguh melakukan berbagai upaya pemberantasan narkoba.

“Apa yang dilakukan oleh Kapolres Aceh Besar bisa menjadikan inspirasi bagi yang lain untuk memberantas Narkoba dan sejenisnya yang dapat merusak generasi muda bangsa,” lanjut Jusuf.

Atas prestasinya tersebut, MURI mengundang secara khusus AKBP Ayi Satria Yuddha, SH, SIK, M.Si. di kantor MURI, di kawasan Kelapa Gading, Jakarta untuk menerima piagam MURI.

BACA JUGA:

Sementara itu, usai menerima penghargaan MURI, AKBP Ayi Satria Yuddha menuturkan bahwa upaya memusnakan ladang ganja di kawasan Aceh Besar bukanlah pekerjaan mudah. Dengan kondisi wilayah yang sebagian besar masih berupa hutan dan perkebunan, tentu menanam ganja diantara pohon atau tanaman perkebunan lain menjadi suit dideteksi.

“Geografi Aceh Besar juga sulit. Kami pernah nyasar hingga 8 jam saat hendak memusnakan satu ladang ganja. Sampai di lokasi, ladang sudah selesai dipanen,” tuturnya.

Kegagalan tersebut baru diketahui setelah sang penunjuk jalan ternyata merupakan bagian dari komplotan atau jaringan pengedar narkoba. Sehingga sengaja membawa aparat polisi melalui jalan yang memutar dengan waktu tempuh lebih lama.

Adapun lokasi ladang ganja yang berhasil dimusnakan yakni ladang ganja di Desa Cot Sebate Kecamatan Montasih, seluas 3 hektar. Ladang ganja ini ditemukan aparat pada 6 Maret 2019.

Lalu pada 10 Maret 2019, aparat menemukan kembali ladang ganja di Desa Lamsujien, Kecamatan Lhong. Di lokasi tersebut ditemukan 1 titik ladang ganja seluas 6 hektar.

Kemudian aparat kepolisian menemukan kembali ladang ganja seluas 10 hektar yang terbagi dalam 6 titik lokasi di Desa Cot Sebate, Kecamatan Montasik.

Dan lokasi terakhir adalah Desa Meusale, kecamatan Montasik. Dilokasi tersebut aparat mengendus 1 titik kebun ganja seluas 5 hektar. Jadi dari 4 lokasi tersebut tercatat 24 hektar kebun ganja. Semua penemuan ladang ganja tersebut langsung dimusnakan.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Digelar di Tengah Pandemi, Jumlah Peserta Anugerah Kihajar 2020 Alami Peningkatan

JAKARTA, MENARA62.COM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbud kembali menggelar Anugerah Kihajar. Kegiatan yang rutin dilakukan...

Prof Dadang: Muhammadiyah Harus Perkuat Dakwah Melalui Platform Digital

JAKARTA, MENARA62.COM – Pandemi Covid-19 telah membuat penggunaan internet meningkat tajam. Pada awal Januari 2020, tercatat 175 juta penduduk Indonesia secara aktif menjadi pengguna...

Program TEMAN BUS Telah Layani 1,5 Juta Lebih Perjalanan

JAKARTA, MENARA62.COM -- Sejak diluncurkan pada awal tahun 2020, Program TEMAN BUS (Transportasi Ekonomis, Mudah, Andal dan Nyaman) telah melayani 1,5 juta lebih perjalanan....

OLX Autos Jual-Beli-Tukar Tambah Lengkapi Kebutuhan Pelanggan di Pasar Mobil Bekas, Kini Hadir di Indonesia

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kebutuhan untuk memiliki mobil pribadi saat ini merupakan salah satu hal penting bagi pelanggan untuk menjalani aktivitas sehari-hari, dan kini mobil...

FEB UMP Sabet Juara 1 KOMPETISI 10 DAYS CHALLENGE 2020

PURWOKERTO, MENARA62.COM -- Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Banyumas Jawa Tengah terus berprestasi meskipun ditengah pandemi. Setelah sebelumnya meraih penghargaan nasional dari Kemendikbud, kali ini...