30.8 C
Jakarta

Nanas Segar Untuk Pengungsi Cianjur

Baca Juga:

Unik! Tergerak untuk membantu korban gempa bumi Cianjur di pengungsian, warga desa Sarireja, Subang, berencana mengirimkan 1 ton buah nanas segar, pada Sabtu 3 Desember 2022.

Rencana tersebut disampaikan Efrizal Ali, tokoh masyarakat desa Sarireja, Rabu 30 November 2022. ‘’Kami warga desa Sarireja hanya punya buah nanas, karena itu kami akan berdonasi dalam wujud buah nanas segar sebanyak 1 ton,’’ kata Efrizal.

Bukan baru sekarang warga petani nanas yang tergabung dalam Koperasi Nanas Singgalang Sari Maju itu mendonasikan buah nanas segar. Sebelumnya, mereka juga pernah menyumbangkan buah nanas segar melalui BNPB dan RS Cipto Mangunkusumo.

Buah nanas segar, terang Efrizal, adalah sumber pangan nabati yang sehat dan kaya serat sehingga sangat bermanfaat bagi para pengungsi. Apalagi kalau di lokasi pengungsian banyak mengonsumsi makanan instan. ‘’Nanas segar bisa mengurangi risiko sakit sembelit dan susah BAB,’’ lanjutnya.

Berdasarkan literatur, 165 Gram buah nanas mengandung protein dan vitamin sebagai berikut:

  • 82 kalori
  • 22 Gram karbohidrat
  • 0,2 Gram lemak
  • 2,3 Gram serat
  • 16,3 Gram gula
  • 79 Mg vitamin C

Dengan kandungan protein dan vitamin tersebut, buah nanas bermanfaat untuk:

  • Meningkatkan daya tahan tubuh
  • Menjaga kesehatan tulang
  • Mengurangi risiko kanker
  • Membantu penyembuhan luka pascaoperasi
  • Menjaga kesehatan mata
  • Mengatasi gangguan pencernaan

Menurut rencana, pengiriman buah nanas segar itu akan dilakukan pada Sabtu 3 Desember 2022. ‘’Kami akan berangkat pagi-pagi sekali dari Subang agar tiba di Cianjur tidak terlalu siang,’’ lanjut Efrizal.

Di Cianjur, buah nanas itu akan diserahkan melalui posko lembaga amil zakat Lazismu dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). ‘’Kami sudah berkoordinasi dengan direktur utama Lazismu PP Muhammadiyah untuk rencana ini,’’ lanjutnya.

SURGA NANAS SIMADU

Sarireja adalah sebuah desa yang berlokasi di Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. Sarireja merupakan penghasil nanas terbesar di Jawa Barat. Budidaya buah nanas di desa yang berada pada ketinggian sekitar 800 meter dari permukaan laut itu telah berjalan lebih dari 20 tahun.

Melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PT Pupuk Kujang ‘’Kampung Nanasku’’ sejak 2019 dikembangkan budidaya varietas nanas unggul yang dikenal dengan nama simadu. Nanas simadu memiliki dua keunggulan utama:

  1. Ukurannya jumbo dengan berat rata-rata di atas 4 Kg per butir.
  2. Tingkat kemanisannya mencapai 17 sehingga dijuliki ‘’Simadu’’.

Nanas simadu asal Sarireja mengisi kebutuhan buah nanas segar untuk segmen pasar premium melalui modern market. Koperasi juga telah memproduksi makanan olahan berbahan baku nanas, yakni keripik nanas dan wajik nanas yang dipasarkan secara online melalui berbagai marketplace.

Adapun limbah produksi seperti kulit nanas diproses kembali menjadi silase untuk pakan ternak seperti kambing dan domba. Sedangkan daun nanas yang sudah tua diolah menjadi serat yang dipintal dan ditenun menjadi kain serat nanas untuk bahan baku tas.

Seiring dengan meningkatnya permintaan pasar nanas, Koperasi Nanas Singgalang Sari Maju terus memperluas lahan tanam, termasuk mengonversi lahan kritis dan tidak produktif menjadi kebun nanas. Tidak berlebihan kalau warga Sarireja menyebut desanya sebagai ‘’Surga Nanas Simadu’’.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!