25.6 C
Jakarta

Nuffic Neso Gelar INLU 2019, Bahas Perkembangan Hukum di Indonesia dan Belanda

Must read

Peran Perpustakaan Harus Ditingkatkan Guna Menunjang Budaya Literasi Masyarakat

JAKARTA, MENARA62.COM - Di era yang serba digital perpustakaan memang bukan satu-satunya sumber  informasi untuk masyarakat. Perangkat gawai dan perangkat raksasa yang bernama Google...

Ini Cara Kedai Kopi Guyon Bertahan Di Tengah Pandemi Corona

JAKARTA, MENARA62.COM – Roda bisnis berubah drastis akibat pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia. Perubahan ini juga terasa pada bisnis Kedai Kopi Guyon yang...

Rian ‘Kopirative’ Buktikan Membuka Usaha Tak Selalu Padat Modal

JAKARTA, MENARA62.COM - Memulai bisnis tidak selalu harus merogoh kocek yang besar alias padat modal. Dengan modal yang terbatas, asalkan dikelola dengan baik, maka...

Sanksi PSBB di DKI Kurang Tegas, Masyarakat Abai Protokol Kesehatan Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan kembali di Jakarta oleh Gubernur Anies Baswedan nampaknya tidak terlalu efektif. Hal ini dapat dilihat...

JAKARTA, MENARA62.COM – Merayakan kolaborasi pembelajaran antara Indonesia dengan Belanda dibidang hukum, Nuffic Neso Indonesia kembali menggelar konferensi IndonesiaNetherlands Security and Rule of Law Update (INLU) 2019 pada 11-12 Desember 2019. Kegiatan yang digelar selama dua hari tersebut berlangsung di Erasmus Huis, Kedutaan Besar Belanda dan kampus Universitas Atmajaya.

INLU 2019 adalah sebuah acara dua tahunan yang mengejawantahkan ikatan kuat dan hubungan panjang antara praktisi dan institusi hukum di Indonesia dan Belanda.

“Acara ini menyediakan platform untuk mendiskusikan perkembangan dan berbagai informasi terkait isu-isu yang dihadapi bersama antar dua negara maupun pendekatan domestic terhadap isu serupa di masing-masing negara,” kata Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijil Selasa (10/12/2019).

Banyak isu dibahas dalam pertemuan yang melibatkan akademisi dari dua negara tersebut. Misalnya pemajuan akses terhadap keadilan, modernisasi pendidikan hukum, upaya peningkatan perlindungan data, akuntabilitas anggaran di sektor yudikatif dan kerjasama untuk mencapai tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang terkait dengan keamanan dan keadilan.

“Isu terkait permasalahan lingkungan akan dibahas dalam forum hukum Indonesia dan Belanda tahun ini karena berhubungan langsung dengan hukum dan hak asasi manusia,” tutur Peter.

Sebab jika lingkungan hidup tidak dilestarikan, maka dapat terjadi pelanggaran terhadap hak azasi manusia atau HAM.

Menurut Peter, INLU 2019 tidak hanya merayakan 50 tahun kerjasama Indonesia dan Belanda di bidang hukum tetapi juga menghargai kekayaan hubungan antara Indonesia dengan Belanda. Ikatan kedua negara tersebut melampaui batas negara dan perjanjian kerjasama formal, karena berakar pada jalinan kekeluargaan dan hubungan personal masyarakat dua negara.

Hubungan tersebut lanjut Peter terjalin utamanya melalui pendidikan, pertukaran pengetahuan dan penelitian bersama antara anak-anak muda dan pemimpin masa depan dua negara. Dari sana hubungan erat ini tumbuh dan terjalin, seringkali dalam bentuk persahabatan seumur hidup antar individu yang merambat pada kerjasama dan ikatan erat antar institusi.

“Setiap tahun tidak kurang dari 1.500 pelajar Indonesia pergi ke Belanda untuk belajar atau melanjutkan studi,” jelas Peter.

Pada INLU 2019 akan ada beberapa diskusi panel terkait kerja sama Indonesia dan Belanda dalam bidang hukum, pendidikan hukum, serta circular economy yang akan diisi oleh Staf Ahli Kerja sama Institusi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Diani Sadia Wati, Kepala Hubungan Internasional dan Divisi Proyek dari Kementerian Kehakiman dan Keamanan Belanda Arjen P Taselaar, Mas Achmad Santosa dari Kemenko Maritim, Ani Sutjipto dari Departemen Hubungan Internasional UI, serta pengacara asal Belanda Gustaaf Reerink.

Ada pula diskusi terkait kolaborasi kedua negara untuk reformasi agraria yang akan diisi oleh Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang, Surya Tjandra, serta akademisi Universitas Leiden, Adriaan Bedner.

Adriaan juga akan mengisi diskusi panel pada hari kedua acara tersebut, terkait perlindungan lingkungan dan hak-hak masyarakat untuk sumber daya alam dalam hubungan dengan pengembangan omnibus law untuk perizinan usaha, bersama dengan Roynaldo Sembiring selaku Wakil Direktur untuk Program Pengembangan Indonesian Centre for Environmental Law dan sejumlah pembicara lainnya.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Peran Perpustakaan Harus Ditingkatkan Guna Menunjang Budaya Literasi Masyarakat

JAKARTA, MENARA62.COM - Di era yang serba digital perpustakaan memang bukan satu-satunya sumber  informasi untuk masyarakat. Perangkat gawai dan perangkat raksasa yang bernama Google...

Ini Cara Kedai Kopi Guyon Bertahan Di Tengah Pandemi Corona

JAKARTA, MENARA62.COM – Roda bisnis berubah drastis akibat pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia. Perubahan ini juga terasa pada bisnis Kedai Kopi Guyon yang...

Rian ‘Kopirative’ Buktikan Membuka Usaha Tak Selalu Padat Modal

JAKARTA, MENARA62.COM - Memulai bisnis tidak selalu harus merogoh kocek yang besar alias padat modal. Dengan modal yang terbatas, asalkan dikelola dengan baik, maka...

Sanksi PSBB di DKI Kurang Tegas, Masyarakat Abai Protokol Kesehatan Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan kembali di Jakarta oleh Gubernur Anies Baswedan nampaknya tidak terlalu efektif. Hal ini dapat dilihat...

New Normal, Can Cuts Barbershop Terapkan Standar Protokol Kesehatan

BEKASI, MENARA62.COM – Sejak wabah Covid-19 melanda tanah air, beberapa sektor perekonomian mengalami dampaknya, termasuk usaha Can Cuts Barbershop. Usaha jasa potong rambut di...