31.5 C
Jakarta

OKI Puji Pencapaian Indonesia dalam Pembangunan CoE Vaksin dan Bioteknologi

Must read

Rembulan di Atas Bukit Pajangan (bagian ke-9)

Masih Soal Fauzan dan Rahasia Illahi Aku sendiri mengaku tidak sabar banget menghadapi keterbelakangannya. Meskipun orang-orang sekitar mengatakan aku paling sabar menghadapinya. Sejatiya tidak juga....

Tim Hukum KNPI Bantu Warga Pasaman Barat Perjuangkan Hak Tanah Ulayat

JAKARTA, MENARA62.COM - Tim Hukum Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) lakukan pendampingan/mengadvokasi pemilik tanah ulayat dari 4 kaum Datuk Ninik...

Perpres Investasi Miras Dicabut, MUI Tunggu Salinan Tertulisnya

JAKARTA, MENARA62.COM  - Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan mengapresiasi langkah pencabutan Lampiran Perpres mengenai investasi Miras oleh Presiden Joko Widodo. MUI menunggu salinan tertulis...

PPG FKIP UMS Jalani Asesmen Akreditasi untuk Pertama Kalinya Secara Online

    PABELAN, MENARA62.COM-Program Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP UMS) menjalani asesmen lapangan secara online pada Jumat-Sabtu (26-27/2/21). Asesmen...

JAKARTA, MENARA62.COM – Negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam atau OKI memuji Indonesia atas kemajuan dalam pengembangan Centre of Excellent (CoE) Vaksin dan Bioteknologi OKI. Hal tersebut disampaikan Menkes Uni Emirat Arab selaku Ketua Konferensi menanggapi Progress Report pembentukan CoE yang disampaikan oleh Menkes RI, Letjen TNI (Purn) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K), RI pada Konferensi Menkes OKI ke-7 di Abu Dhabi, tanggal 17 Desember 2019.

Pujian dan dukungan juga disampaikan para Menkes yang mengadakan pertemuan bilateral dengan Menkes RI yaitu Brunei Darussalam, Malaysia, Maladewa, Uni Emirat Arab, Saudi Arabia dan Somalia.

Lebih lanjut negara-negara anggota OKI dalam Resolusi nomor 4/7-ICHM “Self-Reliance in Supply and Production of Medicines, Vaccines and Medical Technologies” berkomitmen mendukung pengembangan lebih lanjut CoE untuk mencapai kemandirian negara-negara OKI dalam memenuhi kebutuhan obat, vaksin dan teknologi kesehatan.

Dikutip dari laman sehatnegeriku, Menkes RI dalam laporannya menyampaikan bahwa Indonesia sangat terhormat mendapatkan kepercayaan membangun dan mengembangkan CoE Vaksin dan Bioteknologi OKI di Indonesia sesuai mandate Resolusi nomor 4/6-ICHM tahun 2017.

Dijelaskan bahwa CoE telah diresmikan pembentukannya pada tanggal 14 Mei 2018 dan telah beroperasi dengan penyediaan fasilitas laboratorium penelitian dan pengembangan pada Bio Farma di Bandung. Selain itu juga telah dibangun Sekretariat CoE yang berlokasi di Gedung Kemenkes RI di Jakarta.

“Sejak diluncurkan pada tahun 2018, CoE telah aktif menyelenggarakan program pelatihan/workshop dan saya mengundang negara-negara anggota OKI berkunjung dan memanfaatkan secara optimal keberadaan CoE untuk mendukung kemandirian OKI,” katanya.

Negara-negara anggota OKI juga mengapresiasi Indonesia yang telah berhasil menyusun Roadmap Pengembangan CoE yang dibagi dalam 3 fase yaitu jangka pendek (2018-2022), jangka menengah (2023-2027) dan jangka Panjang (2028 dan seterusnya). Tidak kurang dari Islamic Development Bank (IsDB) dalam pertemuan dengan Menkes RI menyatakan komitmen untuk mendukung pengembangan CoE baik untuk program pelatihan maupun proyek penelitian vaksin baru serta penyediaan vaksin untuk memenuhi kebutuhan negara-negara anggota OKI.

Dengan adanya Roadmap tersebut diharapkan menjadi panduan bagi Indonesia dan negara-negara OKI dalam mengembangkan CoE untuk mencapai kemandirian dalam pemenuhan kebutuhan vaksin di seluruh negara-negara anggota OKI.

Pembentukan CoE di Indonesia memberikan manfaat ganda bagi Indonesia yang telah menjadi produsen vaksin terkemuka di OKI untuk meningkatkan ekspor 14 produk yang bersertifikasi WHO ke seluruh negara-negara anggota OKI, selain kontribusi Indonesia bagi pembangunan kesehatan OKI.

Menkes RI menegaskan, produk-produk tersebut selain bersertifikat WHO juga akan terus dilengkapi dengan sertifikat halal sehingga menjadi jaminan produk yang sesuai dan dibutuhkan oleh negara-negara anggota OKI.

Penjelasan Menkes RI telah meyakinkan antara lain Menkes Malaysia, Pakistan, Somalia, dan Maladewa secara spontan menyampaikan komitmen untuk membeli vaksin produksi Indonesia untuk pemenuhan kebutuhan imunisasi nasional.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Rembulan di Atas Bukit Pajangan (bagian ke-9)

Masih Soal Fauzan dan Rahasia Illahi Aku sendiri mengaku tidak sabar banget menghadapi keterbelakangannya. Meskipun orang-orang sekitar mengatakan aku paling sabar menghadapinya. Sejatiya tidak juga....

Tim Hukum KNPI Bantu Warga Pasaman Barat Perjuangkan Hak Tanah Ulayat

JAKARTA, MENARA62.COM - Tim Hukum Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) lakukan pendampingan/mengadvokasi pemilik tanah ulayat dari 4 kaum Datuk Ninik...

Perpres Investasi Miras Dicabut, MUI Tunggu Salinan Tertulisnya

JAKARTA, MENARA62.COM  - Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan mengapresiasi langkah pencabutan Lampiran Perpres mengenai investasi Miras oleh Presiden Joko Widodo. MUI menunggu salinan tertulis...

PPG FKIP UMS Jalani Asesmen Akreditasi untuk Pertama Kalinya Secara Online

    PABELAN, MENARA62.COM-Program Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP UMS) menjalani asesmen lapangan secara online pada Jumat-Sabtu (26-27/2/21). Asesmen...

Kajian Bulanan UMS: Prof Din Syamsudin Sampaikan 7 Aspek Islam Wasathiah. Begini Penjelasannya

  PABELAN, MENARA62.COM-Ketua Umum PP Muhammadiyah 2005 - 2015 , Prof. Din Syamsudin kembali menjadi pembicara di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), pada Kamis (25/2/21). Kali...