25.6 C
Jakarta

Opa, Si Penjual Martabak Hollann Snoep

Must read

Mau Lihat Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman? Yuk, Hadiri Pameran Pusaka Pangeran Diponegoro di Museum Nasional

JAKARTA, MENARA62.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan akan menggelar Pameran Pusaka Pangeran Diponegoro sebagai rangkaian kegiatan Pekan Kebudayaan Nasional (PKN)...

Menhub Pantau Tol Cikampek Via Helikopter

CIKAMPEK, MEANRA62.COM -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan pantauan kondisi lalu lintas di Tol Cikampek dengan menggunakan Helikopter. Dalam pantauan tersebut, Menhub menemukan...

Sumpah Pemuda, Secarik Kertas yang Mengantar Indonesia Merdeka

JAKARTA, MENARA62.COM – Barangkali Profesor Muhammad Yamin tak pernah menduga bahwa tulisan yang dituangkan dalam secarik kertas, 92 tahun yang lalu, menjadi catatan penting...

Legislator Anis Ingatkan Pentingnya Bekal Perjuangan Politik bagi Pengurus PKS

JAKARTA, MENARA62.COM - Anggota DPR-RI Komisi XI F-PKS, Dr. Hj. Anis Byarwati, S.Ag., M.Si. menggelar  pertemuan virtual bersama struktur PKS se-Jakarta Timur dalam rangka...

Tidak banyak orang seperti Michael Hopmans von Wurmont, pria berdarah campuran Jerman – Belanda, yang membuka usaha martabak Hollann Snoep di tepi jalan Raya Lembang, Bandung, Jawa Barat.

Setelah memutuskan pensiun sebagai master chef di Hotel Hilton, yang kelak berubah nama menjadi Hotel Sultan, di Jakarta, Opa — begitu panggilannya — merintis martabak ukuran mini di Pondok Gede, Bekasi. Sejak 2004.

Pengunjung ramai. Martabaknya bertumbuh menjadi bisnis andalan. Dibanding martabak jenis lain, cita rasa martabak Hollann Snoep memang beda. Unik. Enaknya nggak enek, nyaris tanpa minyak. Harganya murah!

Bersama anaknya, dia membuka gerai martabak di sejumlah lokasi di Jakarta dan Bandung. Karena makin sibuk, Opa mengembangkan sistem franchise (waralaba) martabak ukuran mini, midi, dan maxi.

Opa pun memproduksi tepung sendiri. Berbahan baku tepung buatannya itu, dia membuat beragam macam kudapan. Bisnisnya maju. Mie, surabi, pancake, crepes, brownies, soto, bubur, kwetiaw; serta beragam jenis minuman seperti bandrek, dan bajigur. Selain martabak, unggulannya: Mie Kocok Lembang, Mie Tektek Lembang, dan Soto Bandung.

Semasih bekerja di hotel itu, Opa beropsesi: berkreasi membuat makanan/minuman sehat bergizi. Kreasi bikinan Opa berbuah manis. Belakangan dia memiliki 90-an outlet di sejumlah daerah seperti Medan, Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

Berbekal pengetahuan dan pengalamannya, Opa ingin menyalurkan ide-idenya kepada orang-orang sekitarnya. “Saya tidak ingin Anda menjadi penjual, tapi mengubah pola pikir Anda menjadi usahawan,” ujar Opa mengenai impiannya, di kedainya, Kamis (12/1/2017). (IMS)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Mau Lihat Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman? Yuk, Hadiri Pameran Pusaka Pangeran Diponegoro di Museum Nasional

JAKARTA, MENARA62.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan akan menggelar Pameran Pusaka Pangeran Diponegoro sebagai rangkaian kegiatan Pekan Kebudayaan Nasional (PKN)...

Menhub Pantau Tol Cikampek Via Helikopter

CIKAMPEK, MEANRA62.COM -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan pantauan kondisi lalu lintas di Tol Cikampek dengan menggunakan Helikopter. Dalam pantauan tersebut, Menhub menemukan...

Sumpah Pemuda, Secarik Kertas yang Mengantar Indonesia Merdeka

JAKARTA, MENARA62.COM – Barangkali Profesor Muhammad Yamin tak pernah menduga bahwa tulisan yang dituangkan dalam secarik kertas, 92 tahun yang lalu, menjadi catatan penting...

Legislator Anis Ingatkan Pentingnya Bekal Perjuangan Politik bagi Pengurus PKS

JAKARTA, MENARA62.COM - Anggota DPR-RI Komisi XI F-PKS, Dr. Hj. Anis Byarwati, S.Ag., M.Si. menggelar  pertemuan virtual bersama struktur PKS se-Jakarta Timur dalam rangka...

Peringati Sumpah Pemuda, Ketum Kowani Ingatkan Peran Perempuan Sebagai Ibu Bangsa

JAKARTA, MENARA62.COM – Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dr. Ir Giwo Rubianto, M.Pd mengingatkan bahwa peristiwa Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 memiliki...