30.8 C
Jakarta

Proxy War, Jajanan Anak Dicampur Narkoba

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM—Badan Narkotika Nasional (BNN) telah mengumumkan temuan makanan dan jajanan yang dicampur dengan narkoba. Oleh sebab itu, orangtua harus waspada dalam memilih jajanan untuk anak-anaknya.

Pengamat dunia kriminal, Maman Suherman mengatakan, temuan BNN mengenai jajanan yang dicampur narkoba menjadi salah satu indikasi adanya proxy war, dengan cara menghancurkan generasi masa depan bangsa melalui narkoba.

“Proxy war atau perang proksi adalah perang terselubung mengalahkan lawan dengan cara lain, di luar senjata fisik. Biasanya memanfaatkan pihak ketiga atau medium untuk menghancurkan lawannya, antara lain, dengan menyebarluaskan narkoba,” kata Maman kepada Menara62 di Jakarta.

Maman Suherman, kriminolog

Untuk kamuflase, narkoba dikemas semenarik mungkin dalam bentuk permen-permen atau jajanan enak yang menggoda selera, selanjutnya, sambung Maman, narkoba yang sudah berubah kemasan itu diedarkan kepada anak-anak yang tidak berdosa.

“Setelah generasi ini menjadi adiksi narkoba, maka bangsa akan amat sangat mudah untuk dikuasai dan negara dengan gampangnya dihancurkan,” kata kriminolog lulusan Universitas Indonesia ini. Setiap orangtua, saran Maman, perlu menasehati anak-anaknya agar tidak jajan sembarangan.

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto meminta orangtua turut aktif mengawasi jajanan yang dikonsumsi anak-anak. “Orang tua harus lebih selektif dalam membeli jajanan di mana pun dan kapan pun untuk anak-anaknya,” kata Susanto kepada Antara, Jumat (13/1).

Sependapat dengan Maman, Susanto juga meminta orangtua untuk memberikan pemahaman kepada anak-anaknya agar tidak mudah menerima makanan dan minuman sembarangan, apalagi dari orang yang tidak dikenal.

“Orang tua harus membimbing anak-anaknya agar tidak membeli jajanan sembarangan. Apalagi kalau ada jajanan yang diberikan secara gratis, harus diwaspadai,” tuturnya.

Susanto menyatakan keprihatinannya atas kasus jajanan yang dicampur narkoba dan diberikan kepada anak-anak. Menurut dia, orangtua berusaha melindungi anak-anaknya sejak dari dalam kandungan, tetapi malah dijadikan sasaran sindikat narkoba pada usia yang masih sangat dini.

“Polisi harus menangkap pelakunya dan menghukumnya seberat-beratnya. Ini merupakan kejahatan serius karena mengancam generasi Indonesia,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala BNN Budi Waseso mengatakan pihaknya menemukan lima kasus makanan dan minuman yang dikonsumsi anak-anak usia TK yang telah dicampur atau terkontaminasi narkoba.

“Dari hasil temuan dan laporan masyarakat, anak-anak TK terkontaminasi narkoba melalui makanan dan minuman. Dan, ternyata mereka tidak perlu membayar,” katanya di Denpasar, Kamis (12/1) di sela-sela pengukuhan relawan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba.

Modusnya adalah warung-warung di sekitar sekolah TK dibiayai oleh sindikat narkoba untuk memberikan campuran pada berbagai makanan dan minuman yang mereka jual. Tujuannya agar anak-anak kecanduan dan bisa menjadi pangsa pasar narkoba selanjutnya.

Anak-anak sengaja dijadikan sasaran karena sindikat narkoba menyadari pengguna narkoba saat ini akan semakin berkurang sehingga mereka mulai menyasar anak-anak sebagai calon pengguna baru. Di kalangan sindikat narkoba, modus ini disebut “regenerasi pasar”.

 

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!