30.4 C
Jakarta

Pandemi Mengingatkan Kembali Pentingnya Keluarga

Baca Juga:

Pandemi Covid-19 sejatinya menyadarkan banyak orang tentang betapa pentingnya keluarga. Di balik protokol kesehatan yang harus diterapkan demi mencegah penyebaran virus, ada pelajaran berharga yang sebenarnya mengingatkan masyarakat untuk menengok dan mengkaji kembali kekuatan positif ikatan sosial yang kita sebut keluarga.

Bedah buku di acara Kupi Rumpi

Caption: Bedah Buku di acara Kupi Rumpi bersama Dr. Abdul Latief.

“Kita semakin diyakinkan bahwa keluarga adalah pondasi dari kekuatan yang lebih luas,” ujar Mochamad Husni, penulis buku “Vaksin: Berasyik-asyik Dahulu, Bersenang-senang Kemudian” yang baru saja diterbitkan. “Jika keluarga kuat, masyarakat, lingkungan sekitar, bahkan negara dan dunia pun akan kuat,” lanjutnya saat bedah buku tersebut yang dilangsungkan secara online, 24 April lalu.

Pada acara Kupi Rumpi yang dipandu Dr. Abdul Latief itu, penulis menegaskan bahwa penggunaan kata vaksin memang tidak dalam pengertian medis. Buku yang diberi kata pengantar Dr. Sandiaga Uno dan Direktur Eksekutif Yayasan Jurnal Perempuan Dr. Atnike Nova Sigiro ini bukan bicara tentang antibodi untuk menangkal penyebaran virus Covid-19. Melainkan, tawaran sebuah gagasan yang bila disuntikkan ke dalam kesadaran serta diserap pikiran dan dijadikan prinsip hidup akan sangat memengaruhi daya tahan tubuh kita sebagai manusia.

Gagasan tersebut berisi ajakan untuk selalu membangun dan berupaya memahami segala hal di dalam rumah tangga dengan kacamata serta pikiran positif. Dengan mengutip referensi para ahli, penulis meyakini situasi ini yang kemudian mendorong terciptanya rasa bahagia. Dari perasaan yang jauh dari kesedihan itulah imunitas seseorang dapat terjaga.

Tidak hanya imunitas, keluarga sebagai sebuah ikatan sosial yang terkelola dengan baik dan tepat juga memberi dampak positif terhadap hal-hal di luar rumah tangga. Termasuk berdampak terhadap karir dan kesejahteraan.

Buku ini disebarkan secara gratis. Sambil berbagi ide melalui buku yang disiapkan dalam format digital, penulis menginisiasi gerakan #mariberbagi. Pembaca dipersilakan men-download dan membaca buku ini tanpa perlu membayar.

E-BOOK dapat di-download dengan mengakses link VAKSIN: Berasyik-asyik Dahulu, Bersenang-senang Kemudian 

“Jika menemukan inspirasi yang bisa membuat hidup lebih baik, ungkapkan rasa syukur dengan bersedekah kepada siapa saja dan dengan nilai berapa saja,” kata Mochamad Husni sambil menyinggung pilihan bulan Ramadhan sebagai waktu untuk menerbitkan buku ini.(*)

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!