DEPOK, MENARA62.COM – Sembilan murid sekolah dasar (SD) Muhammadiyah siap mengukir prestasi dalam ajang International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 di Depok, Jawa Barat. Mereka akan bersaing dengan ratusan peserta dari berbagai negara untuk memperebutkan medali dalam kompetisi internasional tersebut.
IMSO 23 berlangsung pada 2–7 Oktober 2026. Sebanyak 404 peserta dari 23 negara ambil bagian dalam ajang ini, termasuk perwakilan dari Amerika Serikat, China, Singapura, dan Hong Kong.
Sembilan murid Muhammadiyah yang mengikuti IMSO terbagi dalam dua bidang, yakni IPA dan Matematika.
Enam murid akan berkompetisi pada bidang IPA, yaitu Afiqah Rania Putri Meridianto dan Muhammad Al Fatih Idris Atmaputera dari SD Muhammadiyah 4 Surabaya, Ammar Syafiq Asyrofi Yusa dari SDIT Muhammadiyah Gunung Terang, Farla Shidqia Ghani dari SD Muhammadiyah Metro Pusat Lampung, Ghazwan Al Hussary Pasaribu dari SD Muhammadiyah Condongcatur, serta Tsurayya Ayoedya Nurmagupita dari SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus.
Sementara itu, tiga murid lainnya berlaga di bidang Matematika. Mereka adalah Attharizz Mibras Dirgham Andioko dari SD Muhammadiyah Metro Pusat, Luthfan Maulana dari SD Muhammadiyah 10 Banjarmasin, dan Salsabila Putri Sari dari SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta.
Bidik Medali Emas
Optimisme meraih medali datang dari sekolah-sekolah Muhammadiyah yang mengirimkan wakilnya. Guru SD Muhammadiyah Sapen, Heru Waseso, mengatakan sekolahnya menargetkan prestasi terbaik, termasuk medali emas.
“Insyaallah kami targetkan emas,” ujar Heru.
SD Muhammadiyah Sapen bukan pendatang baru di IMSO. Sekolah tersebut tercatat rutin mengirimkan peserta dalam ajang bergengsi tingkat internasional itu setiap tahun.
Target serupa disampaikan Naila Milaturrahma, guru SDIT Muhammadiyah Gunung Terang, Bandar Lampung. Menurut dia, keikutsertaan murid tidak hanya diarahkan untuk mengejar medali, tetapi juga membangun pengalaman bertanding di kompetisi internasional.
Naila mengatakan pengalaman tersebut penting bagi murid karena masih memiliki kesempatan mengikuti IMSO pada tahun berikutnya.
“Apapun nanti hasilnya, kita akan gunakan untuk persiapan tahun depan. Semoga masih dapat kesempatan lagi,” kata Naila.
Bawa Nama Indonesia
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Didik Suhardi, berharap sembilan murid Muhammadiyah mampu menunjukkan kemampuan terbaik selama mengikuti IMSO 23.
Menurut Didik, prestasi di ajang tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sekolah, tetapi juga dapat membawa nama Indonesia di kompetisi internasional.
“Saya berharap dari IMSO ini nanti ada prestasi-prestasi yang menggembirakan, mulai dari medali emas, medali perak, medali perunggu. Tentu kami mohon doa dari Bapak Ibu,” ujar Didik.
Dengan persaingan yang melibatkan 404 peserta dari 23 negara, IMSO 23 menjadi kesempatan bagi sembilan murid Muhammadiyah untuk menguji kemampuan akademik sekaligus memperoleh pengalaman berkompetisi di tingkat internasional. (Yanuri/*)

