BATANG, MENARA62.COM – Suasana haru dan penuh penghormatan mewarnai Tabligh Akbar Milad ke-117 Muhammadiyah yang digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tersono di Lapangan SMP Muhammadiyah Tersono, Ahad (21/6/2026).
Dalam momentum tersebut, PCM Tersono memberikan penghargaan kepada sekitar 40 sesepuh Muhammadiyah dari seluruh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kecamatan Tersono. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, perjuangan, dan pengabdian mereka dalam membesarkan persyarikatan Muhammadiyah.
Para penerima penghargaan merupakan tokoh-tokoh yang selama puluhan tahun menjadi pendiri, pelopor, penggerak, dan aktivis Muhammadiyah di tingkat ranting maupun cabang. Mereka telah berkontribusi dalam dakwah, pendidikan, pembangunan masjid, serta pengembangan berbagai amal usaha Muhammadiyah.
Sebagian besar penerima penghargaan telah memasuki usia lanjut, mulai dari 70 tahun, 75 tahun, hingga lebih dari 80 tahun. Namun semangat pengabdian mereka menjadi inspirasi bagi generasi penerus Muhammadiyah.
Ketua PCM Tersono, Musbikhin, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada para sesepuh yang telah meletakkan fondasi perjuangan Muhammadiyah di wilayah Tersono.
“Generasi hari ini dapat menikmati berkembangnya sekolah, masjid, musala, dan berbagai amal usaha Muhammadiyah karena adanya perjuangan panjang dari para sesepuh. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi generasi penerus sekaligus pengingat agar tidak melupakan sejarah perjuangan mereka,” ujarnya.
Tabligh Akbar Milad ke-117 Muhammadiyah tersebut dihadiri ribuan jamaah dari berbagai wilayah. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PDM Batang Harto Setyono, Wakil Ketua PDM Suhari, Rahwanto, dan Caswanto, Ketua PCM Tersono Musbikhin, jajaran Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Tersono, pimpinan amal usaha Muhammadiyah, tokoh masyarakat, serta warga persyarikatan.
Lanjutkan Perjuangan Pendahulu Muhammadiyah
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Batang, Harto Setyono, dalam sambutannya mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu melalui berbagai gerakan strategis.
Ia mendorong warga Muhammadiyah memperkuat empat hal utama, yakni memakmurkan masjid dan musala, memperkuat solidaritas sosial melalui Lazismu, membangun sinergi dengan pemerintah dan masyarakat, serta mengembangkan pendidikan, sosial, dan amal usaha Muhammadiyah.
Menurutnya, perjuangan Muhammadiyah harus terus diteruskan dengan semangat pelayanan dan kemanfaatan bagi masyarakat luas.
Sementara itu, tausiyah budaya melalui Wayang Golek Pitutur yang disampaikan Ki Ustad Pujiono dari Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah turut memberikan warna tersendiri dalam acara tersebut.
Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, ia mengajak warga Muhammadiyah memperkuat Panca Karsa Muhammadiyah melalui lima kekuatan utama, yaitu Daya Cinta Muhammadiyah, Daya Kaderisasi, Daya Kualitas dan Kesejahteraan Amal Usaha Muhammadiyah, Digitalisasi Organisasi, serta Daya Ekonomi Sosial Umat.
Simbol Perjuangan yang Tak Mengenal Usia
Prosesi penyerahan penghargaan menjadi salah satu momen paling berkesan. Ribuan jamaah memberikan tepuk tangan dan doa saat para sesepuh maju menerima penghargaan satu per satu.
Sebagian penerima penghargaan berjalan menggunakan tongkat. Namun senyum dan semangat mereka menjadi simbol bahwa perjuangan Muhammadiyah dibangun dengan keikhlasan, kesabaran, dan pengorbanan yang tidak mengenal batas usia.
Melalui penghargaan tersebut, PCM Tersono berharap nilai perjuangan para sesepuh dapat terus diwariskan kepada kader-kader muda Muhammadiyah.
Semangat beramal tanpa pamrih, membangun pendidikan, menghidupkan masjid, dan melayani masyarakat diharapkan menjadi energi bagi generasi penerus untuk mewujudkan Muhammadiyah yang semakin berkemajuan dan memberi manfaat bagi umat, bangsa, serta kemanusiaan. (*)

