27.1 C
Jakarta

Pencapaian PDB Koperasi Menggembirakan

Must read

Siloam Hospitals Bagikan Informasi Penanganan Pasien Covid-19 bagi WNA

TANGERANG, MENARA62.COM – Informasi terkait penanganan Covid-19 di Indonesia penting untuk diketahui oleh warga negara asing yang akan berkunjung ke Indonesia. Terutama bagaimana mekanisme...

Targetkan Jadi 100 Besar Perguruan Tinggi Nasional, Institut STIAMI Susun Langkah Strategis

JAKARTA, MENARA62.COM – Institut STIAMI terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran daring dan luring masa pandemi Covid-19. Upaya tersebut dilakukan antara lain dengan peningkatan infrastruktur...

Ruhnya Muhammadiyah Itu Pengajian

Oleh: Nunu Anugrah P CIREBON, MENARA62.COM - Pasal 5 ayat 2.a Anggaran Rumah Tangga (ART) Muhammadiyah tertulis bahwa syarat pendirian Ranting Muhammadiyah sekurang-kurangnya menpunyai: pengajian/kursus...

SD Muhammadiyah 1 Ketelan Konkritkan Kemitraan Sanggar Madhangkara

  SOLO, MENARA62.COM – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa Tengah telah di perpanjang hingga 8 Februari 2021. Imbasnya, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta...

MAKASSAR, MENARA62.COM– Pegiat Koperasi dalam Kongres Koperasi Indonesia  (KII)  ke – 3 di Makassar – Sulawesi Selatan menyambut positif pencapaian Produk Domestik Bruto (PDB) koperasi pada 2013 yang hanya  1,7% menjadi 3, 99 % pada tahun 2016. Peryataan ini disampaikan oleh  Rektor Institut  Manajemen Koperasi Indonesia (Ikopin) Burhanuddin Abdullah dan Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Agung Sudjatmoko ketika berbicara awak media yang meliput acara KII di Makassar Jumat (14/7).

 

Burhanuddin memandang, kenaikan PDB koperasi tersebut cukup tinggi.  Hal tersebut tidak lepas dari upaya yang dilakukan pemerintah dan gerakan koperasi yang telah memberikan dampak terhadap pertumbuhan PDB koperasi. Terutama adalah reformasi koperasi yang digulirkan Kementerian Koperasi dan UKM  telah mendorong perkembangan koperasi secara berkualitas di tanah air.

” Saya rasa reformasi koperasi mampu memberikan dorongan insentif bagi koperasi yang dikelola secara baik dan memberi sanksi bagi koperasi yang dikelola tidak baik,” terangnya.

Reformasi Koperasi kini menjadi prioritas dalam pengembangan koperasi saat ini. Pemerintah dalam reformasi koperasi melakukan tiga pendekatan Pertama, adalah rehabilitasi. Rehabilitasi dilakukannya dengan memangkas jumlah koperasi di Indonesia. Koperasi-koperasi yang tidak aktif dan tidak jelas kegiatannya dicabut izinnya.

Kedua adalah reorientasi. Kini pembangunan koperasi tidak lagi diorientasikan pada peningkatan jumlah koperasi, tapi berorientasi ‎pada peningkatan kualitas koperasi. Koperasi tidak perlu banyak, tapi yang penting bisa memberikan manfaat pada lebih banyak anggota.Ketiga adalah pengembangan koperasi. Pengembangan dilakukan dengan membuat pengelolaan koperasi lebih bagus sehingga usaha koperasi bisa semakin besar.‎

Burhanuddin  menilai tentang reformasi koperasi mengatakan, bahwa selama ini  koperasi sebagai soko guru perekonomian harus tetap dipertahankan sebagai cita-cita yang harus diwujudkan. Untuk itu, gerakan koperasi melakukan langkah-langkah untuk mendekatkan pada cita-sita soko guru perekonomian dengan melakukan reformasi dan modernisasi ditubuh koperasi itu sendiri.

Sementara di tempat yang sama, Agung Sudjatmoko  menyatakan,  sebagai orang koperasi sangat senang dengan data PDB koperasi mencapai 3,99%.  Capaian ini dinilai sebagai lompatan  sebab PDB Indonesia jauh tertinggal dibanding negara-negara ASEAN.

Menurutnya kinerja koperasi Indonesia ke depan masih dapat ditingkatkan lagi untuk memberi kontribusi lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.  Kinerja yang baik hanya dapat diraih jika pengelolaan koperasi dilakukan secara professional layaknya sebuah institusi bisnis. Koperasi, disebutnya, harus bisa melakukan diversifikasi layanan, menerapkan manajemen koperasi secara modern, menerapkan IT dan meningkatkan kualitas SDM, serta membangun jejaring.

“Kunci untuk mencapai itu adalah pendidikan dan pelatihan pengelola dan pengurus koperasi. Pengelola dan pengurus harus mengetahui dan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, sedangkan anggota menyadari penuh hak dan kewajibannya,” jelasnya. (Agus Y)

 

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Siloam Hospitals Bagikan Informasi Penanganan Pasien Covid-19 bagi WNA

TANGERANG, MENARA62.COM – Informasi terkait penanganan Covid-19 di Indonesia penting untuk diketahui oleh warga negara asing yang akan berkunjung ke Indonesia. Terutama bagaimana mekanisme...

Targetkan Jadi 100 Besar Perguruan Tinggi Nasional, Institut STIAMI Susun Langkah Strategis

JAKARTA, MENARA62.COM – Institut STIAMI terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran daring dan luring masa pandemi Covid-19. Upaya tersebut dilakukan antara lain dengan peningkatan infrastruktur...

Ruhnya Muhammadiyah Itu Pengajian

Oleh: Nunu Anugrah P CIREBON, MENARA62.COM - Pasal 5 ayat 2.a Anggaran Rumah Tangga (ART) Muhammadiyah tertulis bahwa syarat pendirian Ranting Muhammadiyah sekurang-kurangnya menpunyai: pengajian/kursus...

SD Muhammadiyah 1 Ketelan Konkritkan Kemitraan Sanggar Madhangkara

  SOLO, MENARA62.COM – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa Tengah telah di perpanjang hingga 8 Februari 2021. Imbasnya, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta...

Indramayu Terima 9.200 Vial Vaksin Sinovac

INDRAMAYU, MENARA62.COM - Kabupaten Indramayu menerima 9.200 vial Vaksin Sinovac yang akan digunakan untuk memvaksin 4.600 tenaga kesehatan pada tahap pertama. Pengiriman vaksin dilakukan...