30 C
Jakarta

Pendiri HIPMI Harap Tidak Terjadi Pembunuhan Karakter Terhadap Mardani

Baca Juga:

Menara62.com – Pendiri HIPMI, Abdul Latief angkat bicara perihal kasus hukum yang sedang menimpa Ketua Umum HIPMI, Mardani H. Maming.

Abdul Latief menyebut dirinya sejak awal telah memperhatikan kasus ini dan mengimbau agar seluruh pihak termasuk kader HIPMI menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Ia yakin Mardani H. Maming sebagai sosok yang dikenalnya bersih dan berintegritas akan mampu melalui masalah ini.

“Ananda Mardani Maming ini ketua HIPMI terpilih secara demokratis dan sudah berjalan 2 tahun lebih mengurus saya tahu dia. Jadi saat saya mendengar kasus ini sebagai orang tua sekaligus pendiri HIPMI, saya ikut memperhatikannya,” kata Abdul Latief dalam keterangan persnya, Rabu (8/6/2022).

Latief melanjutkan dari kasus ini ia telah mendapat banyak informasi terutama menanyakan langsung kepada Mardani H. Maming terkait duduk perkara kasus tersebut, sehingga dia dipanggil sebagai saksi.

“Saat awal kasus ini saya bertanya kepada Ananda Maming apa benar kasus ini. Ananda Maming menjawab dari A sampai Z, beliau menjelaskan tidak bersalah. Beliau confident, dan akan taat asas hukum, dipanggil sebagai saksi beliau hadir, dipanggil minta keterangan beliau hadir memberi keterangan,” ujar Mantan Menteri Tenaga Kerja periode 1993 – 1998 dan Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya periode 1998 itu.

“Dengan dia hadir di Pengadilan maupun KPK saya anggap ini sebagai sifat ksatria. Jadi mari kita serahkan pada pengadilan serta KPK karena ini semua kan adalah lembaga terhormat. Terlebih ini negara hukum, jadi saat ini kita menunggu Insya Allah yang benar akan menang,” tambah Ketum HIPMI pertama dan pendiri PT. Pasaraya Toserjaya ini.

Terkait perkembangan kasus ini, Abdul Latief mengharapkan tidak terjadi pembunuhan karakter terhadap Ketum HIPMI yang juga Wakil Ketua Umum Kadin tersebut apalagi dirinya sebatas saksi. Dunia usaha dan iklim investasi negara akan terpengaruh di saat kita tengah bangkit pasca Pandemi.

“Ananda Maming karirnya lagi menanjak, sehingga jika ada upaya-upaya jahat padanya maka saya anggap itu wajar. Namun jangan sampai ada character assassination, jangan sampai mengkriminalisasi pengusaha yang baik, sebagai pengusaha pejuang, pejuang pengusaha, dan sebagai organisasi yang bercita cita menjadi tulang punggung di negeri sendiri jangan ganggu.”

“Kita ini pejuang semua, perjuangan kita belum selesai, kita belum menjadi tuan rumah di negeri sendiri, masih banyak pekerjaan untuk bangun negeri ini, jadi sebagai pengusaha ayo sama-sama kita bangun negeri ini,” tegas Abdul Latief.

 

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!