31.9 C
Jakarta

Perkuat SDM Menuju Indonesia Emas 2045

Baca Juga:

Oleh: Dr. Amirsyah Tambunan (Sekjen MUI)

MESIR, MENARA62.COM – Atase Pendidikan di Kairo Mesir Prof.Dr. Bambang Suryadi menegaskan besarnya minat masyarakat Indonesia kuliah di Mesir hingga 1300 orang. Namun hanya 10 persen dari total mahasiswa menerima beasiswa, jadi disatu sisi tantangannya mayoritas biaya sendiri. Tantangan lain yg menerima  beasiswa harus mampu meningkatkan  kualitas SDM lebih unggul bila di banding dengan yang belum menerima beasiswa.

Hal ini di sampaikan dalam acara Peluncuran besiswa Cendekia Baznas RI di Kampus Al Azhar Mesir (10/12/23). Hadir Narasumber pimpinan Baznas RI Saida Sakwan, Nur Chamdani, Rizal Kurniawan dan Amirsyah,  Prof.Sudarnoto Abdul Hakim.

Lebih lanjut Bambang menegaskan tantangan global Indonesia menuju Emas 2045 saat ini antara lain terjadi perang Rusia dgn Ukraina mempengaruhi harga bahan pokok demikian juga perang antara Palestina dan Israel. Untuk itu kehadiran Baznas RI di Mesir bagaikan orang tua di depan mata. Orang tua tidak akan rela anak-anak bangsa menderita di Luar Negeri Untuk itu pekuat bahasa Arab dan Inggris, taati aturan di Mesir karena beasiwa dari Baznas kembali kepada umat, untuk kesejahteraan umat pungkas Bambang Suryadi pungkasnya.

Menurut Deputi Penyaluran Dr. Imdadur Rahman melaporkan hingga saat ini jumlah mahasiswa di Azhar 179 laki-laki dan, 109 perempuan sebagai penerima beasiswa Al Azhar.

Dalam kesempatan yang sama Saidah Sakwan bidang penyaluran  mendorong besiswa di Mesir saat ini 290 baesiswa, target tahun depan 500 besiswa dengan kolaborasi bersama Inisiatif Zalat Indonesia (IZI) dan Rumah Zakat. Hari ini saya ketemu orang pilihan sebagai penerima mahasiswa mempunyai istimewa mempunyai masa depan  The vuture is to day, maka harus berani bermimpi untuk mendesian masa depan.

Kita punya tantangan sekaligus agenda untuk mensejahterakan umat. Untuk mejadi pemenang harus mampu bekompetisi kata Saidah, adanya tantangan SDM berdasarkan survey kompas diharapkan penguasan teknologi membutuhkan kehadiran dan kepemimpinan mahasiswa. Baznas akan membeli Pusat Studi bersama mahasiswa Indonesia di Mesir.

Dana yang di himpun Baznas juga di harapkan dapat menyasar daerah tertinggal, disabilitas, dll. Posisi Baznas menjadi wasilah (wasa’il) untuk meningkatkan SDM. Selain itu arah kebijakan bidang pendidikan antara lain meningkatkan SDM Profesional sebagai teknokrat, birokrat, next Leader. Survey tamatan Al Azhar 60 % ingin jadi guru untuk meningkatkan SDM yang unggul.

Juga diharapkan dapat mensuppor riset dan penerbitan buku guna meningkatkan perbincangan intelektual memperkuat pemahaman agama (tafaquh fiddin) dan menjadi da’i Islam wasathiyah. Untuk itu berharap penerima besiswa mampu  bertansformasi dari penerima zakat  (mustahik) menjadi pembayar zakat (muzakki) pungkasnya.

Oleh sebab itu kata Rizal Kurniawan bidang pengumpulan,  semakin banyak dana terhimpun dari muzakkin,  maka pemberian besiawa akan semakin besar. Karenanya penting strategi penghimpunan yang jitu agar menghasilkan zakat infaq, sodakoh yang dirasakan manfaatknya oleh banyak pihak.

Dalam kesempatan yang sama sekjen MUI buaya Amirsyah Tambunan memaparkan 10 tantangan menuju Indonesai Emas 2045; pertama, pendidikan berkualitas; kedua, inovasi teknologi; ketiga, kesejahteraan dan kesehatan; keempat, ketahanan lingkungan dan perubahan iklim; kelima, pemberdayaan sosial dalam keberagamama;keenam, tantangan global; ketujuh, gaya hidup dan nilai kebangsaan; kedelapan, kesiapan SDM mengahadapi perubahan; kesembilan, penguatan kepimpinan; kesepuluh, partisipasi masyarakat.

Dalam mengahadapi tantangan tersebut dibutuhkan pemahaman beragama yang dapat menjadi motivasi menghadapi tantangan dengan pemahaman Islam wasathiyah; pertama, menyelesaikan masalah melaui  jalan tengah (tawassuth); kedua, pentinya keseimbangan (tawazun); ketiga, bersikap adil (i’tidal); keempat,  bersikaptoleransi  (tasamuh); kelima, egaliter dan non diskrimintaif (musyawah); keenam, mecari solusi melalui musyawarah (syura); ketujuh, terus melakukan perbaikan (islah); kedelapan, mendahulukan yang prioritas  (awlawiyah); kesembilan, kereatif, inovatif  (tatawwur wa ibtikar); sepuluh, membangun keadaban (tahaddur). Mahasiwa menjadi agen prubahan untuk membangun pradaban  dalamu umat dan bangsa. pungkasnya

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!