25.6 C
Jakarta

PP-MSI Dukung Sikap Kemendikbud untuk Pertahankan Pelajaran Sejarah

Must read

Sampah Botol Plastik Ditukar BBM

Temanggung, Menara62.com - Untuk pertama kalinya di Indonesia, sampah botol plastik bisa ditukar dengan BBM. Pemerintah Kabupaten Temanggung bersinergi dengan PT. Pertamina (Persero) melalui...

Kawan Vaksin, Relawan yang Bertekad Sukseskan Vaksinasi Corona di Tanah Air

Jakarta, Menara62.com - Hasil riset yang dilakukan oleh Lapor Covid-19, bersama Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, menunjukkan angka sekitar 69 % masyarakat Indonesia, ragu-ragu atau...

Hadiri Webinar RS Siloam Semarang, dr Fahmy: Ini Cara Mudah Jaga Imunitas Ibu Hamil

JAKARTA, MENARA62.COM - Selama masa pandemi semua orang akan lebih memperhatikan asupan makanan yang sehat dan cukup untuk selalu menjaga imunitas tubuh. Demikian pula...

Rangsang Produksi ASI Melalui Pijat Oksitosin

BANDUNG, MENARA62.COM - Air Susu Ibu (ASI) merupakan cairan terbaik yang bisa diberikan seorang ibu kepada anaknya, untuk mendukung pertumbuhan si kecil. ASI eksklusif...

JAKARTA, MENARA62.COM – Pengurus Pusat Masyarakat Sejarawan Indonesia (PP-MSI) menyambut baik sikap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang akan tetap mempertahankan pelajaran sejarah pada kurikulum pendidikan nasional.

“Sudah ada keterangan resmi bahwa pemerintah sama sekali tidak berencana menghilangkan pelajaran sejarah dari kurikulum,” kata Ketua Umum PP-MSI Hilmar Farid, Ph.D dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (19/9/2020).

Menurut Hilmar munculnya kritik dan penolakan yang sempat berkembang terkait rencana menghilangkan pelajaran sejarah dari kurikulum, menunjukkan perhatian dan kepedulian masyarakat terhadap arti penting sejarah dalam membentuk identitas dan karakter bangsa.

PP-MSI lanjut Hilmar juga mendukung seruan para guru sejarah bahwa pelajaran sejarah berperan penting dalam memberikan arah dan inspirasi bagi penyelesaian masalah kebangsaan, memberikan rujukan nyata dan teladan bagi generasi muda, meningkatkan apresiasi terhadap karya para pendahulu, memberikan perspektif dan ukuran untuk menilai perjalanan bangsa.

“Dalam hal itu pelajaran sejarah memang sangat menentukan dalam proses pendidikan secara keseluruhan,” lanjut Hilmar.

Karena itu PP-MSI meminta pertama, agar pelajaran sejarah tetap dipertahankan sebagai pelajaran wajib di sekolah menengah karena merupakan instrumen strategis untuk membentuk identitas dan karakter siswa.

Kedua, setiap siswa di setiap jenjang pendidikan, baik yang bersifat umum maupun kejuruan, mendapatkan pendidikan sejarah dengan kualitas yang sama.

Ketiga, penyederhanaan kurikulum hendaknya dilakukan dengan orientasi peningkatan mutu pelajaran dan disertai peningkatan kompetensi guru

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Sampah Botol Plastik Ditukar BBM

Temanggung, Menara62.com - Untuk pertama kalinya di Indonesia, sampah botol plastik bisa ditukar dengan BBM. Pemerintah Kabupaten Temanggung bersinergi dengan PT. Pertamina (Persero) melalui...

Kawan Vaksin, Relawan yang Bertekad Sukseskan Vaksinasi Corona di Tanah Air

Jakarta, Menara62.com - Hasil riset yang dilakukan oleh Lapor Covid-19, bersama Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, menunjukkan angka sekitar 69 % masyarakat Indonesia, ragu-ragu atau...

Hadiri Webinar RS Siloam Semarang, dr Fahmy: Ini Cara Mudah Jaga Imunitas Ibu Hamil

JAKARTA, MENARA62.COM - Selama masa pandemi semua orang akan lebih memperhatikan asupan makanan yang sehat dan cukup untuk selalu menjaga imunitas tubuh. Demikian pula...

Rangsang Produksi ASI Melalui Pijat Oksitosin

BANDUNG, MENARA62.COM - Air Susu Ibu (ASI) merupakan cairan terbaik yang bisa diberikan seorang ibu kepada anaknya, untuk mendukung pertumbuhan si kecil. ASI eksklusif...

Masyarakat Bisa Dukung Tugas Tenaga Medis Atasi Covid-19 dengan Menerapkan PHBS

JAKARTA, MENARA62.COM - Masyarakat membutuhkan tenaga kesehatan untuk dapat melindungi diri ketika sakit. Termasuk pada saat pandemi Covid-19, di mana tenaga kesehatan telah menjadi...