JAKARTA, MENARA62.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah mempercepat transformasi pendidikan nasional melalui digitalisasi pembelajaran dan pemerataan infrastruktur sekolah. Langkah tersebut menjadi strategi pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh akses pendidikan yang setara.
Komitmen itu disampaikan Presiden saat memberikan taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Menurut Presiden, digitalisasi menjadi solusi untuk mengatasi tantangan pemerataan pendidikan di Indonesia yang memiliki lebih dari 288 ribu sekolah, termasuk ribuan sekolah di daerah terpencil.
“Kita paham bahwa pendidikan kita banyak ketertinggalan, negara kita sangat besar, luas. Kita memiliki lebih dari 288 ribu sekolah, banyak di tempat terpencil, salah satu upaya kita adalah digitalisasi pendidikan,” ujar Prabowo.
Presiden mengungkapkan, upaya transformasi digital yang dijalankan pemerintah telah mendapat pengakuan dunia. Indonesia baru saja meraih penghargaan tertinggi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui International Telecommunication Union (ITU) pada kategori e-government dan digitalisasi pendidikan.
“Penghargaan dari PBB ini membuktikan digitalisasi pendidikan kita diakui dunia. Kita melompat. Kita tidak cepat puas, perjalanan masih jauh,” katanya.
Selain digitalisasi, pemerintah juga mempercepat perbaikan sarana pendidikan. Presiden menargetkan renovasi 77 ribu sekolah selesai pada 2026, kemudian meningkat menjadi 100 ribu sekolah pada 2027 dan kembali 100 ribu sekolah pada 2028.
Dengan target tersebut, pemerintah berharap seluruh sekolah di Indonesia telah selesai direnovasi pada 2029.
Di bidang pembelajaran digital, Presiden menyampaikan pemerintah akan memperluas distribusi interactive flat panel atau layar pintar ke seluruh sekolah. Setelah pada tahun sebelumnya setiap sekolah menerima satu unit, pemerintah akan menambah tiga unit lagi pada tahun ini.
“Tahun ini kita akan tambah tiga unit per sekolah. Saya harapkan pada akhir 2026 atau semester pertama 2027 akan terkirim sekitar 700 ribu smart digital panel di seluruh sekolah Indonesia,” ujarnya.
Presiden juga menyoroti perkembangan platform Rumah Pendidikan yang dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Hingga kini, platform tersebut telah dimanfaatkan lebih dari 6,9 juta pengguna dan menyediakan 4.843 sumber belajar gratis.
Menurut Presiden, platform itu juga membantu ratusan ribu guru di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dalam memperoleh akses terhadap materi pembelajaran digital.
Melalui percepatan digitalisasi pendidikan yang dibarengi pemerataan infrastruktur sekolah, pemerintah berharap seluruh peserta didik, tanpa memandang lokasi tempat tinggalnya, memperoleh kesempatan yang sama untuk menikmati pendidikan berkualitas.
Presiden menegaskan, transformasi pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk mewujudkan Indonesia yang maju, berdaya saing, dan berkeadilan melalui penguatan kualitas sumber daya manusia. (*)
