25 C
Jakarta

Program Ekonomi Masjid Demi Mendorong Syariah sebagai Way of Life

Baca Juga:

Pasca Erupsi Semeru, 22 Warga Masih Belum Ditemukan

LUMAJANG, MENARA62.COM - Sebanyak 22 warga masih belum ditemukan pasca erupsi Gunung Semeru, di Lumajang Jawa Timur pada Sabtu (4/12). Upaya pencarian masih terus...

Rembulan di Atas Bukit Pajangan (bagian ke-71)

# Sayang, Khawatir atau Keduanya Mendung menggantung akut di langit. Diprediksi hujan akan deras. Membasahi bumi. Benar juga. Sore itu habis Ashar, air bagai dimuntahkan...

PPKM Level 3 Selama Nataru Dibatalkan, Sleman Lakukan Penyesuaian

SLEMAN, MENARA62.COM - Rencana pemberlakuan PPKM Level 3 di semua wilayah Indonesia pada momen natal dan tahun baru (Nataru) batal diterapkan. Pembatalan kebijakan level...

Dukung Pemulihan Pariwisata Nasional, GATF Hybrid 2021 Kembali Digelar Hadirkan Diskon Tiket Hingga 80%

JAKARTA, MENARA62.COM - Dengan dukungan penuh oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), maskapai nasional, Garuda Indonesia, kembali menggelar Garuda Indonesia Travel Fair...

Jakarta, Menara62.com – Sebagai wujud komitmen nyata untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah serta untuk berpartisipasi dalam pemulihan ekonomi nasional.

Salah satu fokus kegiatan ISEF 2021 ialah memaksimalkan potensi Masjid sebagai pusat peradaban umat khususnya dengan mendorong kemandirian ekonomi masjid dan usaha-usaha berbasis masjid. Bank Indonesia Bekerja sama dengan Indonesian Youth Economic Forum (ISYEF) dan Rabu Hijrah.

Menyelenggarakan kegiatan Talk show “Pengusaha Bantu Usaha Masjid” yang dilaksanakan pada hari Rabu, 6 Oktober 2021 secara hybrid di Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat. Dalam kesempatan ini juga dilaksanakan Kick-Off Gerakan Wakaf Produktif untuk 100 Usaha Masjid.

Di bawah naungan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang ke-8, kegiatan ini ditujukan agar masjid dapat memiliki fungsi yang lebih besar tidak hanya fungsi ibadah tetapi juga fungsi sosial dan ekonomi guna mendorong usaha-usaha dari masjid dan mengukuhkan peran pengusaha dalam mendorong kebangkitan ekonomi dari masjid. Badan Ekonomi Syariah Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) turut berpartisipasi sebagai perwakilan dari kalangan pengusaha.

Narasumber yang hadir dalam kegiatan ini adalah Kepala DEKS BI, M. Anwar Bashori; Direktur Pembiayaan Syariah Kemenkeu, Dwi Irianty Hadiningdyah; Kepala Badan Ekonomi Syariah KADIN, Taufan Eko Nugroho; dan M. Arief Rosyid Hasan, Wasekjen BPP Hipmi/Pemuda DMI*. Bertindak sebagai moderator *Direktur Eksekutif ISYEF, Thufeil Muhammad Tyansah.*

Perjalanan ISYEF membangun usaha dari masjid telah dimulai sejak 2018 dengan ISYEF Point sebuah cafe container di Masjid Cut Meutia; ISYEF Farm, sebuah peternakan berbasis masjid di Masjid Al-mujahidin, Gunung kidul Yogyakarta, dan Pelatihan wirausaha berbasis masjid (ISYEFPreneur) yang saat ini telah memiliki 55 usaha masjid binaan.

Kepala DEKS BI, M. Anwar Bashori menyampaikan, “Ekonomi masjid ini bukan berarti membuat masjid menjadi bentuk perdagangan (usaha di dalam masjid), tetapi kami ingin ada komunitas-komunitas usaha milik pengurus masjid, remaja masjid yang usahanya memberikan dampak kepada masjid. Karena ekonomi syariah ini bukan wacana tetapi harus menetes dan bermanfaat,” tukas anwar.

Senada dengan Anwar, Direktur Pembiayaan Syariah Kemenkeu, Dwi Irianty Hadiningdyah menyampaikan, “Indonesia bukanlah negara pertama yang menerbitkan sukuk. Kita baru mulai di tahun 2008, tetapi alhamdulillah hingga saat ini sudah 13 tahun sejak pemerintah menerbitkan sukuk dengan nilai 1.900 Triliun. Dana sebesar itu pemerintah gunakan untuk mensupport APBN termasuk pembiayaan infrastruktur seperti bangunan universitas hingga rumah sakit. Saat ini melalui sukuk Indonesia telah menerima 44 penghargaan internasional dengan menjadi top of mind sukuk di dunia. Saya rasa cash waqf link sukuk ini bisa menjadi alternatif produk untuk mendorong usaha – usaha dari masjid, yang mana nanti nilai manfaat wakafnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur usaha masjid.”

Kepala Badan Ekonomi Syariah KADIN, Taufan Eko Nugroho menyampaikan,”Saat ini perlu digaungkan paradigm shifting, seperti paradigma wakaf yang saat ini hanya terkesan untuk masjid & makam, padahal wakaf lebih baik jika bawa ke arah yang lebih produktif. Saya ambil contoh wakaf sumur Utsman bin Affan sejak 1400 tahun yang lalu hingga hari ini manfaatnya terus mengalir. Bahkan yang awalnya hanya sumur kini menjelma menjadi kebun kurma dan hotel mewah yang manfaatnya diberikan kepada anak yatim hingga jama’ah haji,” ujar Taufan. Ia juga menambahkan, “Syariah ini kami anggap sebagai way of life atau jalan hidup, di mana tidak melulu tentang halal haram dan tidak hanya untuk umat Islam saja sebaliknya, syariah hadir untuk semua umat manusia yakni Rahmatan lil ‘Alamin.”

M. Arief Rosyid Hasan, Wasekjen BPP Hipmi/Pemuda DMI menegaskan, “Sejak tahun 2017, saya diajak oleh pak JK di Dewan Masjid Indonesia dengan visi memakmurkan dan dimakmurkan oleh masjid, saat juga saya diskusi dengan remaja masjidnya bahwa salah satu isu yang dapat mempersatukan dari perbedaan yang ada adalah ekonomi, sejak saat itu kita komitmen untuk ambil jalan jihad dalam bidang ekonomi khususnya berbasis masjid dan terbentuklah ISYEF ini bersama dengan 11 remaja masjid se Indonesia” ungkap Arief.

Setelah kegiatan talk show berlangsung, dilaksanakan kick off gerakan Wakaf Produktif untuk 100 usaha masjid yang di simbolkan dengan penandatanganan komitmen oleh keempat narasumber. Adapun kegiatan ini merupakan kegiatan awal dalam upaya mendorong ekonomi masjid yang akan berlanjut pada tanggal 19 Oktober dan 28 Oktober 2021 di Masjid Istiqlal Jakarta.

Siaran ulang talk show ini dapat disaksikan pada tatuan ini.

 

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

Pasca Erupsi Semeru, 22 Warga Masih Belum Ditemukan

LUMAJANG, MENARA62.COM - Sebanyak 22 warga masih belum ditemukan pasca erupsi Gunung Semeru, di Lumajang Jawa Timur pada Sabtu (4/12). Upaya pencarian masih terus...

Rembulan di Atas Bukit Pajangan (bagian ke-71)

# Sayang, Khawatir atau Keduanya Mendung menggantung akut di langit. Diprediksi hujan akan deras. Membasahi bumi. Benar juga. Sore itu habis Ashar, air bagai dimuntahkan...

PPKM Level 3 Selama Nataru Dibatalkan, Sleman Lakukan Penyesuaian

SLEMAN, MENARA62.COM - Rencana pemberlakuan PPKM Level 3 di semua wilayah Indonesia pada momen natal dan tahun baru (Nataru) batal diterapkan. Pembatalan kebijakan level...

Dukung Pemulihan Pariwisata Nasional, GATF Hybrid 2021 Kembali Digelar Hadirkan Diskon Tiket Hingga 80%

JAKARTA, MENARA62.COM - Dengan dukungan penuh oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), maskapai nasional, Garuda Indonesia, kembali menggelar Garuda Indonesia Travel Fair...

Rapat Bamus DPR: Cegah Omicron, Tunda Rencana Perjalanan Dinas ke Luar Negeri Anggota DPR 

JAKARTA, MENARA62.COM - DPR RI memutuskan untuk menunda seluruh rencana perjalanan dinas ke luar negeri bagi anggota DPR RI. Keputusan diambil sebagai upaya untuk...