31.2 C
Jakarta

PSPP UMJ Diharapkan Jadi Pusat Studi Yang Bisa Menyejahterakan Masyarakat

PSPP Menyiapkan Peta Jalam Pembangunan Masyarakat Pesisir

Baca Juga:

Sambut Harsunas 2021, Rumah Sunat dr Mahdian Gelar Sunatan Massal

JAKARTA, MENARA62.COM – Dalam rangka menyambut Hari Sunat Nasional (Harsunas) 2021 yang berlangsung tanggal 15 Mei sampai 15 Juli 2021, Rumah Sunat dr. Mahdian...

Pemerintah Fasilitasi Pengusaha Kuliner Masuk Marketplace

JAKARTA, MENARA62.COM - Pada 2019 lalu, Kementerian Koperasi dan UKM telah merujuk Nota Kesepahaman dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek). Sebagai tindak lanjut...

Cegah Warga Nekad Mudik, Pemerintah Siapkan 381 Pos Penyekatan

JAKARTA, MENARA62.COM - Meskipun sudah dilarang, pemerintah memperkirakan masih ada sekitar 17,2 juta atau 7% warga yang nekat mudik pada masa lebaran 2021 ini. "Sebagian...

BBKP Tanjung Priok Waspadai Penularan Covid-19 Melalui Produk Pertanian

JAKARTA, MENARA62.COM – Kepala Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Tanjung Priok Jakarta Hasrul mengingatkan virus Covid-19 bisa menular melalui produk pertanian. Karena itulah BBKP...

JAKARTA, MENARA62.COM — PSPP UMJ Diharapkan Jadi Pusat Studi Yang Bisa Menyejahterakan Masyarakat. Harapan ini disampaikan Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, Staf Ahli Utama Menteri Kelautan dan Perikanan-RI 2020 – 2024, saat menjadi narasumber pada workshop perdana Pusat Studi Perbatasan dan Pesisir (PSPP) FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) pada Senin (1/2/2021) di kampus FISIP UMJ.

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB ini menyatakan, potensi pesisir dan laut Indonesia  harus dikelola oleh lintas sektor.  Oleh karena itu, menurutnya, PSPP harus bekerja sama dengan multidisipliner, seperti para ahli di luar ilmu sosial sehingga pembangungan di pesisir akan berkelanjutan dan memperhatikan kebutuhan masyarakat.

Hal yang sama disampaikan Ketua PSPP UMJ Dr Endang Rudiatin MSi, workshop yang diadakan ini adalah dalam rangka pembuatan roadmap program tiga tahun ke depan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan bukan kepentingan pembangunan secara umum.

Sebagai peneliti perbatasan dan pesisir, Endang mengharapkan, PSPP  dapat memetakan kemungkinan solusi serta terus melakukan berbagai terobosan metodologi untuk membantu menyelsaikan permasalahan di perbatasan dan pesisir.

Saat membuka workshop bertajuk “Memberdayakan Masyarakat Pesisir, Membangun Ketahanan Nasional”, Plt. Rektor UMJ, Dr Endang Sulastri MSi mengapresiasi berdirinya PSPP ini dan mengharapkan agar hasil kajian para peneliti di PSPP tidak hanya mejadi kertas kerja saja.

“Kajiannya harus diimplementasikan untuk pengabdian pada masyarakat dan diintegrasikan dalam mengatasi persoalan-persoalan  dalam masyarakat,” ujarnya.

Endang menambahkan bahwa Catur Dharma Perguruan Tinggi yang diemban oleh UMJ, yaitu Al Islam dan Kemuhamamdiyahan, Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat, akan selaras dengan harapan PSPP menjadi lembaga penelitian, yang mampu mengaplikasikan hasil penelitiannya kepada masyarakat dengan tradisi Islam dan Kemuhammadiyahan, Iman, Ilmu dan Amal.

Selanjutnya, Dekan FISIP UMJ, Dr Ma’mun Murod MSi, juga mengapresiasi komitmen Prof Rokhmin dalam mengarahkan dan membimbing PSPP untuk membuat roadmap tiga tahun ke depan.

Pesisir dan lautan memainkan peran penting dalam keamanan, pertahanan, dan kedaulatan negara mana pun, terutama negara pesisir.  Pesisir dan lautan memiliki informasi ilmiah yang tak terhitung jumlahnya di berbagai bidang. Informasi ini merupakan kunci untuk pembangunan ekonomi dan peradaban manusia yang berkelanjutan.

Indonesia, yang memiliki garis pantai terpanjang ke-dua di dunia, setelah Kanada, memliki potensi dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat di pesisir.  Namun, dari perspektif Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development), pengelolaan pembangunan wilayah pesisir Indonesia masih berada di simpang jalan.

Di satu sisi, sejumlah wilayah pesisir yang telah mengalami kerusakan lingkungan (overeksploitasi sumber daya alam, pencemaran, dan degradasi fisik habitat) pada tingkat yang telah mengancam kapasitas keberlanjutan (sustainable capacity) nya.  Di lain sisi, ada sejumlah wilayah pesisir yang belum dimanfaatkan secara optimal (underutilized) atau bahkan belum tersentuh pembangunan.

Oleh karena itu, PSPP yang berada di bawah FISIP UMJ, diharapkan dapat menjadi pusat studi yang unggul dan dapat berkontribusi untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.

PSPP 

PSPP UMJ Diharapkan Jadi Pusat Studi Yang Bisa Menyejahterakan Masyarakat
PSPP UMJ Diharapkan Jadi Pusat Studi Yang Bisa Menyejahterakan Masyarakat

PSPP dibentuk berdasarkan pada Surat Keputusan Dekan FISIP UMJ No. 114/2020 Tanggal 14 Oktober 2020, dan mulai beraktivitas pada November 2020. Secara resmi peluncuran lembaga ini dilakukan pada 17 Desember 2020, di UMJ. PSPP adalah lembaga profesi/keilmuan para dosen/staf pengajar dari berbagai disiplin ilmu, dan para penggiat sosial budaya, praktisi, dan pemerhati dalam lingkup regional, nasional, maupun internasional yang berfokus pada studi perbatasan dan pesisir.

PSPP mempunyai visi, menjadi lembaga riset dan kajian yang terkemuka dalam bidang Perbatasan dan Pesisir Berbasis Multidisipliner. Misinya ada lima, yaitu:

  1. Mengintegrasikan disiplin ilmiah dan tradisi intelektual Islam dalam penelitian dan pengabdian masyarakat perbatasan dan pesisir;
  2. Menghimpun, menampung, menyalurkan pemikiran dan kegiatan ilmiah para peneliti perbatasan dan pesisir guna mempertinggi mutu profesionalitas;
  3. Menghasilkan teori, metodologi, dan pokok-pokok pikiran dalam bentuk publikasi ilmiah, policy brief maupun action plan bagi pengembangan masyarakat perbatasan dan pesisir;
  4. Membangun jaringan ilmuwan dan masyarakat perbatasan dan pesisir dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat;
  5. Ikut memajukan peran organisasi Muhammadiyah dan afiliasinya dalam bidang yang sesuai.

 

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

Sambut Harsunas 2021, Rumah Sunat dr Mahdian Gelar Sunatan Massal

JAKARTA, MENARA62.COM – Dalam rangka menyambut Hari Sunat Nasional (Harsunas) 2021 yang berlangsung tanggal 15 Mei sampai 15 Juli 2021, Rumah Sunat dr. Mahdian...

Pemerintah Fasilitasi Pengusaha Kuliner Masuk Marketplace

JAKARTA, MENARA62.COM - Pada 2019 lalu, Kementerian Koperasi dan UKM telah merujuk Nota Kesepahaman dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek). Sebagai tindak lanjut...

Cegah Warga Nekad Mudik, Pemerintah Siapkan 381 Pos Penyekatan

JAKARTA, MENARA62.COM - Meskipun sudah dilarang, pemerintah memperkirakan masih ada sekitar 17,2 juta atau 7% warga yang nekat mudik pada masa lebaran 2021 ini. "Sebagian...

BBKP Tanjung Priok Waspadai Penularan Covid-19 Melalui Produk Pertanian

JAKARTA, MENARA62.COM – Kepala Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Tanjung Priok Jakarta Hasrul mengingatkan virus Covid-19 bisa menular melalui produk pertanian. Karena itulah BBKP...

Dalam Rapat Paripurna DPR, Puan Singgung Soal Larangan Mudik dan Ketersediaan Sembako Saat Lebaran

JAKARTA, MENARA62.COM – Pemerintah diminta menyiapkan dengan matang berbagai kebijakan terkait hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah. Hal itu disampaikan Ketua DPR RI, Puan...