32.9 C
Jakarta

Riset Bidang Perkebunan Masih Sangat Minim

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM– Komoditas perkebunan menjadi penghasil devisa terbesar saat ini bagi Indonesia. Tetapi sayangnya perhatian pemerintah terhadap sektor perkebunan masih rendah. Salah satu indikasinya adalah minimnya dukungan riset perkebunan.

“Riset perkebunan utamanya sawit masih sangat minim. Padahal riset amat dibutuhkan untuk inovasi bidang perkebunan sawit,” papar Ketua Komisi Pangan dan Pertanian, Dewan Riset Nasional (DRN) Haryono di sela Diskusi Kelapa Sawit bertema Inovasi dan Teknologi Terkini Dalam Upaya Meningkatkan Produktivitas Kelapa Sawit Secara Berkelanjutan, Rabu (17/5/2017).

Menurutnya komiditas perkebunan merupakan komoditas strategis yang permintaannya terus meningkat. Untuk itu perlu didukung dengan riset yang kuat agar komoditas perkebunan bisa memberikan hasil lebih optimal.

Diakui Haryono, lemahnya riset perkebunan memberikan dampak kepada rendahnya produktivitas perkebunan rakyat. Satu diantaranya perkebunan kelapa sawit.

Melihat fakta tersebut maka sebaiknya program Perkebunan Inti Rakyat (PIR) sebaiknya dijalankan lagi. Tujuannya agar pemerintah ikut andil dalam membina perkebunan rakyat, sekaligus andil dalam peningkatan produktivitas.

Tetapi persoalan produktivitas perkebunan, lanjut Haryono juga menjadi tanggungjawab swasta. Sebab 20 persen dari total hak guna usaha (HGU) adalah milik petani. Data menunjukkan bahwa sekitar 40 persen perkebunan sawit atau sekitar 11 juta hektar adalah milik petani.

Sementara itu Dirktur R&D PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART) Tbk Tony Liwang mengatakan riset perkebunan sudah ada sejak jaman Belanda. Dan riset tetap diperlukan seiring perubahan jaman.

“Artinya dengan perkembangan industri dan dunia usaha perkebunan yang semakin cepat, maka seharusnya riset diperkebunan perlu dipetakan kembali. Roadmapnya harus jelas,” katanya.

Selain itu menurut Tony dengan memperkuat riset bisa melawan isu-isu negatif yang dihembuskan negara asing. Sebab isu atau opini perlu ditanggapi dengan basis riset yang kuat.

Selain itu Tony mengingatkan bahwa riset tak sekedar menepis isu atau opini negatif. Riset diperlukan untuk meningkatkan produktivitas perkebunan.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!