27.9 C
Jakarta

Saatnya Muhammadiyah Bangun Media Profesional

Must read

76,9 Persen Permohonan SIKM Ditolak Pemprov. DKI Jakarta

JAKARTA, MENARA62.COM -- Setiap orang, pelaku usaha dan orang asing dilarang melakukan kegiatan bepergian keluar dan/atau masuk Provinsi DKI Jakarta selama masa...

Sahabat UMI, Dukungan bagi Ibu Pelaku Usaha Mikro

JAKARTA, MENARA62.COM -- Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ikut terpuruk akibat pandemi dengan menurunnya pendapatan harian untuk memutar modal. Seiring...

Batal Berangkat, Ini Prosedur Pencairan Setoran Biaya Haji

JAKARTA, MENARA62.COM - Kementerian Agama telah memutuskan untuk membatalkan pemberangkatan jemaah haji 1441H/2020M. Kebijakan ini disampaikan oleh Menag Fachrul Razi pada 2...

Menhub Tandatangani Kesepakatan dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah Bidang Pendidikan dan Pelatihan Transportasi

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kementerian Perhubungan RI dan Pengurus Pusat Muhammadiyah, jalin kerja sama Sinergi Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan di Bidang Perhubungan. Kesepakatan...

PURWOKERTO, MENARA62.COMMuhammadiyah perlu membangun media yang profesional. Media profesional itu, dengan memenuhi persyaratan pendirian media, memegang kode etik, dikelola oleh jurnalis yang kompeten, dan dukungan pendanaan yang memadai.

Hal ini disampaikan Hendri Ch Bangun, anggota Dewan Pers dalam seminar Mendorong Berdirinya Media Online yang Terverivikasi di kampus Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Sabtu (21/12/2019) malam. Seminar ini merupakan  rangkaian kegiatan rakerwil MPI Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng yang digelar hingga Ahad (22/12/2019).

Seminar juga menghadirkan Ketua MPI PP Muhammadiyah Muchlas MT dan Pimred Menara62.com Imam Prihadiyoko.

Lebih lanjut Hendri menjelaskan, persyaratan badan hukum itu berupa PT khusus media. Sedangkan persyaratan kompetensi wartawan, minimal punya satu wartawan yang memiliki sertifikat kompetensi wartawan utama. Selain itu, persyaratan dukunga  dana, jurnalisnya dibayar minimal sama dengan UMP (Upah Minimum Provinsi).

“Ini ketentuan tertulis yang ada. Kami di Dewan Pers hanya menjalankan aturan yang ada saja. Soal gaji ini, merupakan satu hal yang penting. Karena berharap, media itu akan profesional, wartawannya bekerja profesional dengan punya sertifikat kompetensi dan dibayar profesional juga,” ujarnya.

Muchlas berharap, Muhammadiyah mampu memiliki media yang dikelola secar profesional dan bisa memenuhi ketentuan yang ada. Kalau belum bisa, mimal bisa saling berkolaborasi atau menjadi media agregat diantara media-media yang jumlahnya cukup banyak di lingkungan Muhammadiyah.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

76,9 Persen Permohonan SIKM Ditolak Pemprov. DKI Jakarta

JAKARTA, MENARA62.COM -- Setiap orang, pelaku usaha dan orang asing dilarang melakukan kegiatan bepergian keluar dan/atau masuk Provinsi DKI Jakarta selama masa...

Sahabat UMI, Dukungan bagi Ibu Pelaku Usaha Mikro

JAKARTA, MENARA62.COM -- Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ikut terpuruk akibat pandemi dengan menurunnya pendapatan harian untuk memutar modal. Seiring...

Batal Berangkat, Ini Prosedur Pencairan Setoran Biaya Haji

JAKARTA, MENARA62.COM - Kementerian Agama telah memutuskan untuk membatalkan pemberangkatan jemaah haji 1441H/2020M. Kebijakan ini disampaikan oleh Menag Fachrul Razi pada 2...

Menhub Tandatangani Kesepakatan dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah Bidang Pendidikan dan Pelatihan Transportasi

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kementerian Perhubungan RI dan Pengurus Pusat Muhammadiyah, jalin kerja sama Sinergi Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan di Bidang Perhubungan. Kesepakatan...

XL Axiata Berikan Paket Data Sampai Lulus SMA pada Siswa SD yang Surati Mendikbud

PAMEKASAN, MENARA62.COM -- PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) memberikan fasilitas internet gratis hingga lulus SMA kepada seorang siswa sekolah dasar di...