27.5 C
Jakarta

SD Muhammadiyah 1 Ketelan Jadi Rujukan SMPM PKBS

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta resmi mendapat amanah sebagai sister school bagi SMP Muhammadiyah Program Khusus Boarding School (SMPM PKBS) Surakarta. Penugasan ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengembangan mutu sekolah, baik dari aspek pembelajaran, tata kelola, maupun manajerial.

 

Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Pendidikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo, Mohamad Ali, saat membuka Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Sekolah Model Pembelajaran Mendalam di Hotel Red Chilies, Solo, Rabu (8/7/2026).

 

Menurut Ali, SD Muhammadiyah 1 Ketelan memiliki pengalaman panjang dalam mengelola sekolah unggulan sehingga diharapkan dapat menjadi mitra pembelajaran bagi SMPM PKBS Surakarta.

 

“Ada tantangan baru bagi SD Muhammadiyah 1 Ketelan sebagai sister school SMP Muhammadiyah Program Khusus Boarding School Surakarta, baik secara software maupun dari sisi manajerial,” ujarnya.

 

Ia berharap berbagai praktik baik yang telah diterapkan SD Muhammadiyah 1 Ketelan dapat dibagikan kepada sekolah mitra, tidak hanya melalui peran kepala sekolah, tetapi juga secara kelembagaan.

 

“Bukan hanya kepala sekolah secara personal, tetapi secara kelembagaan bisa berbagi berbagai aspek untuk mendukung perkembangan sekolah,” katanya.

 

Ali juga mengungkapkan bahwa SD Muhammadiyah 1 Ketelan merupakan salah satu sekolah yang menjadi rujukan dalam pengembangan sekolah Muhammadiyah. Bahkan, sebelum memimpin sekolah lain, ia pernah belajar langsung di sekolah tersebut.

 

“Saya pernah belajar tiga bulan sebelum menjadi kepala sekolah. Ini salah satu sekolah tempat berguru untuk mengembangkan sekolah,” ungkapnya.

 

Menurut Ali, sekolah-sekolah Muhammadiyah kini dituntut semakin mandiri dan mampu menjadi pusat inovasi pendidikan.

 

Guru Hebat, Kunci Sekolah Berkualitas

 

Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Sri Sayekti, menegaskan bahwa keberhasilan sekolah tidak terlepas dari kualitas guru yang bekerja dengan penuh dedikasi.

 

“Sekolah hebat karena bersama. Tidak ada sekolah hebat tanpa guru yang hebat. Sekolah besar dibangun oleh orang-orang yang mau melakukan hal kecil dengan sepenuh hati,” tuturnya.

 

Ia mengajak seluruh guru melakukan refleksi terhadap peran mereka dalam mendidik, melayani peserta didik, rekan sejawat, dan orang tua.

 

“Apakah saya sudah menjadi guru yang dirindukan murid? Apakah saya sudah membantu rekan sejawat berkembang? Apakah saya sudah melayani orang tua dengan empati? Apakah setiap peluh saya sudah diniatkan murni karena Allah?” ucapnya.

 

Menurut Sayekti, ilmu yang diajarkan mungkin akan terlupakan seiring waktu, tetapi ketulusan dan kepercayaan guru kepada murid akan selalu membekas dalam ingatan mereka.

 

“Mari menjadi guru yang dikenang bukan karena suaranya paling keras, tetapi karena hatinya yang paling tulus. Semoga Allah SWT menjadikan setiap langkah kita sebagai amal jariyah yang terus mengalir,” pesannya.

 

Awali Tahun Ajaran dengan Disiplin

 

Menutup kegiatan hari pertama, Sayekti mengingatkan pentingnya disiplin sebagai budaya kerja di lingkungan sekolah. Ia masih menemukan adanya guru dan karyawan yang datang terlambat dari ketentuan jam masuk pukul 06.45 WIB.

 

Ia mengajak seluruh warga sekolah menjadikan Tahun Pelajaran 2026/2027 sebagai momentum memperkuat profesionalisme, pelayanan pendidikan, dan semangat berbenah.

 

“Bismillahirrahmanirrahim. Mari kita mulai Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan semangat baru,” ajaknya.

 

Melalui program sister school ini, SD Muhammadiyah 1 Ketelan diharapkan mampu menjadi mitra strategis bagi SMPM PKBS Surakarta dalam memperkuat budaya mutu, inovasi pembelajaran mendalam, serta pengembangan tata kelola sekolah Muhammadiyah yang unggul dan berkemajuan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!