SD Muhammadiyah PK Banyudono Bekali Siswi Fikih dan Kesehatan Perempuan

Baca Juga:

BOYOLALI, MENARA62.COM – Pendidikan perempuan sejak dini menjadi perhatian SD Muhammadiyah PK Banyudono. Melalui kegiatan Fiqhun Nisaa’ yang digelar Jumat (23/10/2026), sekolah membekali siswi kelas III hingga VI dengan pemahaman fikih perempuan, kesehatan, serta adab dalam kehidupan sehari-hari.

 

Kegiatan ini dirancang dengan materi yang disesuaikan dengan usia dan tahap perkembangan peserta didik. Dengan pendekatan tersebut, para siswi diharapkan mampu memahami persoalan perempuan dari perspektif Islam sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

Siswi kelas V dan VI mengikuti materi “Pengaruh Haid secara Fisik dan Psikis” yang disampaikan Ustadzah Wulan. Dalam pembelajaran ini, para siswi mendapatkan pengetahuan tentang perubahan fisik dan psikologis yang dapat menyertai menstruasi.

 

Pemahaman tersebut penting untuk membantu siswi mengenali perubahan pada tubuhnya, menjaga kebersihan diri, memperhatikan kesehatan, serta memahami ketentuan ibadah selama masa haid.

 

Melalui pembekalan ini, siswi diharapkan lebih siap menghadapi masa pubertas dengan pengetahuan yang tepat. Mereka juga didorong untuk memahami perubahan tubuh sebagai bagian dari proses pertumbuhan yang perlu disikapi secara sehat dan bertanggung jawab.

 

Sementara itu, siswi kelas III dan IV mendapatkan materi “Hukum Ziarah Kubur bagi Perempuan” yang disampaikan Ustadzah Anik.

 

Materi tersebut mengenalkan pemahaman fikih mengenai ziarah kubur, adab ketika berziarah, serta pentingnya menyikapi perbedaan pandangan dengan ilmu dan kebijaksanaan. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan keagamaan, tetapi juga belajar menghormati perbedaan pendapat secara santun.

 

Pendidikan Fikih Perempuan Sejak Dini

 

Kegiatan Fiqhun Nisaa’ merupakan salah satu ikhtiar SD Muhammadiyah PK Banyudono dalam menghadirkan pendidikan Islam yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.

 

Pendidikan perempuan tidak cukup hanya berfokus pada pengetahuan akademik. Pemahaman mengenai tubuh, kesehatan, ibadah, dan adab juga menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi muslimah yang berilmu dan berkarakter.

 

Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, menegaskan pentingnya pendidikan fikih perempuan sejak dini. Pembekalan tersebut diharapkan membantu para siswi tumbuh menjadi muslimah yang berilmu, percaya diri, mampu menjaga kehormatan diri, serta menjalankan ibadah sesuai tuntunan agama.

 

Melalui kegiatan ini, sekolah ingin memastikan bahwa para siswi memperoleh ruang belajar yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Pengetahuan agama diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi menjadi bekal dalam bersikap dan mengambil keputusan.

 

Fiqhun Nisaa’ sekaligus menegaskan komitmen sekolah dalam membangun pendidikan yang menyeimbangkan kecerdasan akademik, pemahaman keislaman, dan pembentukan karakter.

 

Dengan bekal tersebut, SD Muhammadiyah PK Banyudono berharap dapat melahirkan generasi muslimah yang cerdas, beradab, percaya diri, serta mampu menjalani kehidupan berdasarkan nilai-nilai Islam.

 

Sejalan dengan semangat sekolah, pendidikan karakter tetap menjadi landasan utama dalam proses pembelajaran. “Adab Dulu Sebelum Ilmu. Teknologi Boleh Maju, Adab Tetap Nomor Satu.”

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!