35.7 C
Jakarta

Sembilan Formatur Pegang Kunci Masa Depan Tapak Suci, Siapa Bakal Jadi Ketua Umum?

Baca Juga:

SEMARANG, MENARA62.COM — Masa depan Tapak Suci Putera Muhammadiyah lima tahun ke depan kini berada di tangan sembilan orang. Mereka terpilih sebagai formatur Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah dan mendapat mandat untuk menentukan siapa yang akan memimpin organisasi serta ke mana arah Tapak Suci akan dibawa.

Kesembilan formatur itu terpilih dalam Sidang Tanwir Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Jumat (7/8/2026) malam.

Mereka bukan sekadar sembilan nama dengan suara terbanyak. Di tangan merekalah kepemimpinan Pimpinan Pusat Tapak Suci periode mendatang akan dirumuskan.

Berikut sembilan formatur terpilih:

  1. M. Afnan Hadikusumo, P.Br — 528 suara (8,56 persen)
  2. Rony Syaifullah, M.Pd., P.Ua. — 510 suara (8,27 persen)
  3. M. Shiddiq, S.P., P.Br — 452 suara (7,33 persen)
  4. Jazim Ahmad, M.Pd., P.Ua. — 386 suara (6,26 persen)
  5. M. Wafid Agung Novianto, M.Sc., P.Ua. — 378 suara (6,13 persen)
  6. Abas Akbar, S.E., M.M., P.Ua. — 373 suara (6,05 persen)
  7. M. Sasmito Djati, M.S., I.P.U., ASEAN.Eng., P.Ua. — 322 suara (5,22 persen)
  8. Mus Suherman, P.Ua. — 313 suara (5,08 persen)
  9. Wiwoho Aji Santoso, S.Pd., P.Ua. — 310 suara (5,03 persen)

“Komposisi ini siap bekerja menyusun kepengurusan baru,” kata panitia Muktamar Nasional.

Kini Bola Ada di Tangan Sembilan Formatur

Pemilihan formatur menjadi salah satu titik paling menentukan dalam Muktamar XVI.

Sebab, setelah sembilan nama ditetapkan, tahapan berikutnya bukan lagi memilih. Mereka akan bermusyawarah menentukan Ketua Umum sekaligus menyusun jajaran Pimpinan Pusat Tapak Suci periode mendatang.

Artinya, suara peserta muktamar telah selesai berbicara. Kini keputusan strategis berada di meja sembilan formatur.

Siapa yang mendapat kepercayaan menjadi Ketua Umum? Siapa yang akan masuk dalam jajaran pimpinan? Dan seperti apa komposisi kepengurusan yang akan membawa Tapak Suci menghadapi tantangan lima tahun ke depan?

Jawabannya akan ditentukan melalui rapat formatur.

Bukan Sekadar Pergantian Ketua

Muktamar XVI tidak hanya mempertaruhkan nama yang akan duduk sebagai Ketua Umum.

Lebih besar dari itu, forum ini menentukan wajah Tapak Suci dalam lima tahun mendatang.

Tapak Suci merupakan organisasi kader, perguruan pencak silat, sekaligus bagian dari gerakan dakwah Muhammadiyah. Karena itu, kepemimpinan baru dituntut tidak hanya mampu menjaga organisasi tetap berjalan, tetapi juga menjawab berbagai tantangan baru.

Kaderisasi menjadi salah satu pekerjaan rumah utama. Begitu pula peningkatan prestasi pencak silat, penguatan tata kelola organisasi, serta perluasan jaringan Tapak Suci hingga ke level internasional.

Semua itu harus berjalan tanpa kehilangan akar tradisi kependekaran yang selama ini menjadi identitas Tapak Suci.

“Berakar Tradisi”, Tetapi Harus Mendunia

Tema Muktamar XVI, “Berakar Tradisi Menuju Tapak Suci Modern, Mandiri, dan Mendunia,” bukan sekadar slogan.

Tema tersebut menjadi tantangan langsung bagi kepemimpinan yang akan lahir dari muktamar.

Ada pekerjaan untuk mempertahankan tradisi. Namun ada pula tuntutan melakukan pembaruan.

Tapak Suci harus mampu membangun tata kelola organisasi yang semakin modern, memperkuat sistem kaderisasi, meningkatkan prestasi atlet, serta memperluas eksistensi organisasi hingga tingkat dunia.

Di sinilah sembilan formatur akan diuji.

Mereka bukan hanya menentukan siapa yang memimpin, tetapi juga menentukan kombinasi kepemimpinan yang dianggap paling mampu menerjemahkan tema muktamar menjadi program nyata.

Siapa yang Akan Dipilih?

Pertanyaan terbesar setelah sembilan formatur ditetapkan kini mengarah pada satu hal: siapa yang akan dipercaya menjadi Ketua Umum Tapak Suci periode mendatang?

Jawabannya tidak lagi berada di tangan seluruh peserta muktamar.

Mandat itu telah berpindah ke sembilan formatur.

Mereka akan duduk bersama, membangun kesepakatan, menentukan Ketua Umum, sekaligus menyusun struktur Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah untuk lima tahun ke depan.

Keputusan tersebut akan menjadi salah satu hasil paling ditunggu dari Muktamar XVI.

Sebab, siapa pun yang terpilih nantinya tidak hanya menerima jabatan. Ia akan menerima mandat untuk membawa Tapak Suci menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.

Muktamar telah menghasilkan sembilan nama.

Kini, sembilan nama itulah yang memegang kunci masa depan Tapak Suci.

Lima tahun perjalanan organisasi berikutnya akan sangat ditentukan oleh keputusan mereka.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!