25.6 C
Jakarta

Siswa-Siswi SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Dilatih Pembiasaan Antri

Must read

Platform PJJ akan Dipermanenkan. Soal Metode Belajar Tetap Tergantung Zona Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM  – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak berencana permanenkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Metode pembelajaran yang diberikan kepada siswa tetap akan ditentukan...

Gizi Optimal Sejak Pra Kehamilan, Upaya Penting Lahirkan Generasi Emas

JAKARTA, MENARA62.COM - Gizi optimal tidak disiapkan seketika, saat anak lahir. Tetapi persiapannya harus dilakukan jauh hari sebelumnya, bahkan sebelum kehamilan itu terjadi (pra...

Boarding School, Sekolah sambil Mondok, sebuah Pilihan

Oleh: Ashari, SIP* Aksioma yang menyatakan pergantian menteri selalu dibarengi dengan pergantian kebijakan, rasanya tidak terbantahkan.  Dari pergantian kurikulum, Silabus hingga Perangkat Pembelajaran dan Sistem...

Ramai Isu Pengembalian Pengawasan Bank ke BI, Ini Tanggapan KADIN dan HIPMI

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kondisi perekonomian negara menjadi menjadi salah satu cukup memprihatinkan imbas pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia sejak triwulan pertama tahun 2020, khususnya...

Bagi masyarakat Solo, Surakarta Jawa Tengah, umumnya mengenal SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta. Banyak alasan mengapa sekolah yang terletak di jalan kartini No. 1 Ketelan, Kecamatan Banjarsari Surakarta ini dikenal masyarakat. Sekolah ini berdiri sejak tahun 1935. Orang tua wali murid menyekolahkan anak-anaknya di SD Muhammadiyah 1 mempunyai motivasi agar anak-anaknya lebih terjaga agamanya serta berkarakter.

Wali Kelas sedang menuangkan makanan ke piring siswa

Mereka menyekolahkan anak-anaknya di SD Muhammadiyah 1 Ketelan diantaranya karena pelajaran agama Islam di sekolah ini memang mempunyai nilai lebih dibanding sekolah-sekolah yang lain. Selain pelajaran teoritis yang dilaksanakan di dalam kelas, juga melalui pelajaran praktis tiap harinya.

 

“Pendek kata, tiada hari tanpa pelajaran agama dan penguatan pendidikan karakter. Praktik baik, Budaya 5 S (Senyum, sapa, salam, sopan, santun) di mana setiap kali bertemu antar guru, antar siswa dan guru, maupun antar semua tamu yang masuk ke lingkungan sekolah dan budaya antri menjadi kebiasaan,” ujar  Sri Sayaketi SPd MPd, kepala sekolah SD Muhammadiyah 1 Ketelan, di Solo, Senin (31/7/2017).

Karena memang tujuan sekolah ini, menurut Sri Sayaketi, menghasilkan anak shalih, sesuai visi kami membentuk lembaga pendidikan unggul kompetitif dengan sumber daya insani yang berakhlaq mulia, berkarakter utama, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, sehat, dan peduli lingkungan hidup.

Seperti yang diperlihatkan Senin lalu, ratusan siswa-siswi SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta sedang melaksanakan budaya antri santap siang. Jika ingin anak memiliki perilaku yang baik di lingkungan sekolah atau keluarga, itu harus dimulai dari diri sendiri maupun keteladanan guru maupun orangtuanya terlebih dahulu. Jadi, bila orangtua terbiasa memberkan contoh keteladanan pada putra-putrinya, tidak mustahil anak pun bisa mengcopy paste perangai yang serupa.

“Mengawali membiasakan anak untuk budaya antri, mengucapkan kata “Tolong”, “Terima Kasih”, “Permisi”, dan “Maaf”. Ajarkan anak bila ingin melakukan sesuatu pada orang lain, ungkapkan dengan gaya bicara yang santun. Sebab, salah gaya bicara bisa membuat anak terkesan kurang nyaman. Kebiasaan lain yang harus dilatih pada siswa sejak dini adalah budaya antri, seperti antri santap siang, antri mencuci piring, antri berwudhu, antri berjabat tangan, dan sebagainya.

Mungkin, bagi sebagian orangtua menanamkan kesadaran mengantri dianggap sepele. Padahal, dalam pembiasaan antri ini, mampu menumbuhkankembangkan sifat sabar, tertib aturan, dan membentuk pola kebiasaan menghargai hak orang lain. Selain itu, kebiasaan mengantri juga mampu merangsang simpati empati anak, misalnya dengan memberikan tempatnya kepada orang lansia. ”Ing Ngarsa Sung Tuladha,” ujar Parimin Tejo Pramono, SPd MPd, Wali kelas 5B, SD Muhammadiyah 1 Ketelan.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Platform PJJ akan Dipermanenkan. Soal Metode Belajar Tetap Tergantung Zona Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM  – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak berencana permanenkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Metode pembelajaran yang diberikan kepada siswa tetap akan ditentukan...

Gizi Optimal Sejak Pra Kehamilan, Upaya Penting Lahirkan Generasi Emas

JAKARTA, MENARA62.COM - Gizi optimal tidak disiapkan seketika, saat anak lahir. Tetapi persiapannya harus dilakukan jauh hari sebelumnya, bahkan sebelum kehamilan itu terjadi (pra...

Boarding School, Sekolah sambil Mondok, sebuah Pilihan

Oleh: Ashari, SIP* Aksioma yang menyatakan pergantian menteri selalu dibarengi dengan pergantian kebijakan, rasanya tidak terbantahkan.  Dari pergantian kurikulum, Silabus hingga Perangkat Pembelajaran dan Sistem...

Ramai Isu Pengembalian Pengawasan Bank ke BI, Ini Tanggapan KADIN dan HIPMI

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kondisi perekonomian negara menjadi menjadi salah satu cukup memprihatinkan imbas pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia sejak triwulan pertama tahun 2020, khususnya...

Ketum Kowani: Suka Tak Suka, Perempuan Harus Belajar Teknologi

JAKARTA, MENARA62.COM – Kongres Wanita Indonesia (Kowani) bertekad membangun komunikasi antar perempuan dari seluruh wilayah Indonesia melalui aplikasi Connecting Women. Aplikasi yang diluncurkan Maret...