23.9 C
Jakarta

Skema IISMAVO Coventri University, Mahasiswa Indonesia Bisa Magang di Industri Kelas Dunia

Baca Juga:

LONDON, MENARA62.COM – Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kiki Yuliati, menyampaikan apresiasinya kepada Coventry University yang telah menawarkan skema Indonesian International Student Mobility Awards Edisi Vokasi  (IISMAVO) dengan sangat baik, inovatif, dan berkualitas. Hal itu disampaikan Kiki saat berkunjung ke Coventry University di sela-sela kegiatan Skills for Prosperity Programme Indonesia di London, Jumat pekan lalu.

Berkat skema IISMAVO yang dirancang apik oleh Coventry, kata Kiki, para mahasiswa perguruan tinggi penyelenggara pendidikan vokasi (PTPPV) Indonesia mendapat kesempatan melakukan magang di industri-industri kelas dunia di Inggris, seperti Mercedes-Benz, Jaguar Land Rover, Unipart, Malone Group, dan sebagainya.

“Tidak hanya melihat dari dekat perusahaan kelas dunia tersebut, para peserta IISMAVO Coventry juga mendapat kesempatan mengerjakan proyek industri nyata yang disponsori oleh perusahaan top di Inggris tersebut,” lanjut Kiki Yuliati.

Untuk itu, Kemendikbudristek mengucapkan terima kasih dan berharap pola kerja sama dengan Coventry University ini dapat terus berlanjut sehingga membuka kesempatan lainnya bagi para penerima beasiswa (awardee) IISMAVO pada tahun-tahun mendatang.

Apresiasi juga disampaikan Dirjen Kiki kepada Coventry University yang telah menerima banyak mahasiswa melalui program IISMAVO serta membuka kesempatan bagi staf dosen untuk mengikuti program Sertifikasi Kompetensi (Sertikom) tata kelola dan kepemimpinan perguruan tinggi vokasi.

“Berdasarkan data yang kami miliki, Coventry University merupakan salah satu universitas yang menerima mahasiswa vokasi paling banyak, begitu juga dengan dosen yang mengikuti program Sertikom di UK. Terima kasih atas kerja samanya,” ujar Kiki menambahkan.

Dalam kunjungan ke Coventry University tersebut, Dirjen Kiki didampingi oleh Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi, Beny Bandanadjaja, dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI London, Khairul Munadi. Rombongan Ditjen Diksi diterima di Technocentre Coventry University oleh Deputy Vice-Chancellor Coventry University Richard Dashwood.

Dalam acara yang digelar santai namun penuh keakraban tersebut juga turut dihadiri oleh 42 awardee IISMAVO dan 12 dosen PTPPV peserta Sertikom. Mereka sangat antusias menyambut kedatangan rombongan di universitas yang merupakan salah satu politeknik terbaik di UK tersebut.

Selaku tuan rumah, Richard Dashwood dalam sambutannya mengatakan, Coventry University memiliki sejarah panjang dan rekam jejak yang kuat dalam mengelola program pendidikan yang terhubung dengan industri. “Dengan dukungan industri yang sangat baik, Coventry University siap menjadi mitra dalam program yang digagas oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi seperti IISMAVO,” kata Dashwood yang mengaku sangat senang dan berterima kasih atas kedatangan rombongan Ditjen Diksi di kampusnya tersebut.

“Semoga tahun depan Coventry University kembali menjadi tuan rumah bagi mahasiswa vokasi Indonesia lainnya tahun depan,” ucap Beny saat memberikan sambutan.

Sementara itu, saat beraudiensi langsung dengan rombongan Dirjen Pendidikan Vokasi, Taufiq Hidayat yang mewakili mahasiswa IISMAVO Coventry, menyampaikan rasa syukur atas keikutsertaannya dalam program IISMAVO yang dirancang oleh Coventry. Menurutnya, Coventry menciptakan suasana kelas yang interaktif, pembelajaran yang inovatif, hingga memberi kesempatan pada mahasiswa untuk berkunjung ke pabrik dan perusahaan-perusahaan kelas dunia di Inggris.

“Skema Coventry terkait IISMAVO menawarkan program inovatif dan berkualitas yang rasanya sulit ditandingi oleh universitas lain,” kata Taufiq bangga.

Selain Taufiq, perwakilan dari program Sertikom, Dewi Comala Sari juga  berbagi pengalamannya selama mengikuti kegiatan Sertikom di Coventry University. Dewi yang juga dosen di Politeknik Negeri Medan mengatakan bahwa kegiatan yang disajikan oleh Coventry University melalui program ini telah membuka pola pikir para dosen akan pentingnya kerja sama dengan industri, termasuk bagaimana mengembangkan kemitraan dengan industri. Dengan begitu, akan lebih banyak kolaborasi dengan industri yang akan membawa manfaat bagi institusi.

“Pembelajaran (berharga) yang didapat bahwa Coventry University merupakan universitas yang bereputasi baik karena memiliki komitmen untuk mendukung terciptanya sumber daya manusia yang bisa diandalkan di masa depan. Saya harap, kerja sama dengan industri ini terjalin semakin kuat,” kata Dewi.

Sebelum kembali ke Indonesia, rombongan Ditjen Diksi melakukan kunjungan dalam rangka penjajakan kerja sama dengan beberapa kampus, seperti University of Stratchclyde, City of Glasgow College, dan kampus lainnya di UK untuk membahas program yang dapat dijajaki di tahun-tahun berikutnya

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!