26.7 C
Jakarta

SMP Muhammadiyah 1 Kota Pekanbaru edukasi Narkolema bersama SMI

Baca Juga:

Bonni Febrian
Bonni Febrianhttp://menara62.com
Belajar istiqomah dan lebih bermanfaat

Pekanbaru, menara62.com Apa itu Narkolema? Narkolema kepanjangan dari Narkotika Lewat Mata alias pornografi. Narkolema adalah pornografi yang kita lihat baik gambar, alur cerita, foto, maupun video yang melanggar norma-norma kesusilaan. Di sebut narkotika lewat mata karena pornografi membuat seseorang itu kecanduan seperti dampak menggunakan narkoba dan memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan mental serta kerusakan bagian otak.

Hal diatas dipaparkan oleh Chapter Sahabat Misykat Indonesia Riau Ners., Eko Dedy Novianto, S.Kep., M.A.P dihadapan siswa SMP Muhammadiyah 1 Pekanbaru pada jumat kemarin (21/1)

Dampak narkolema ini tidak bisa di anggap ringan karena jika seseorang sudah kecanduan pornografi dapat merusak 5 bagian otak terutama bagian otak PFC (pre frontal cortec). Bagian otak ini berada di paling depan otak manusia dekat tulang dahi. Fungsi PFC ini sendiri adalah sebagai managernya otak, pusat logika yang membandingkan hal baik dan buruk, mengontrol emosi, mengambil keputusan, konsentrasi, merencanakan masa depan, maupun empati kepada sesama. PFC ini juga bagian otak yang berfungsi membedakan pemikiran atau perilaku manusia dengan hewan.

Kerusakan otak akibat narkolema sendiri akan mengakibatkan seseorang mudah bosan, merasa sendiri, temperamental, marah, tertekan dan lelah. Selain itu jika narkolema menyerang anak-anak, dampak nya adalah penurunan prestasi akademik dan kemampuan belajar serta kurangnya pengambilan keputusan.

Plt. Kepala SMP Muhammadiyah 1 Pekanbaru, Drs.H.Asrul Budu, MM mengatakan, “kegiatan dalam rangka muhadharoh ini diikuti 580 siswa dan diharapkan mampu memberikan pengetahuan dan bekal pada siswa serta memahami dampak dari narkolema.

Apakah narkolema dapat di sembuhkan? Jawabannya bisa, jika ada kemauan dan keinginan berubah menjadi yang baik. Selain itu beberapa cara dapat di lakukan seperti rehabilitasi, psikoterapi, konseling keluarga, terapi psikodinamik, CBT, dan hipnoterapi.

Memperdalam keagamaan dan menyibukan diri sendiri dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat adalah cara awal yang dapat di lakukan untuk terbebas dari kecanduan pornografi.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!